<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319</id><updated>2012-01-30T22:10:44.202+08:00</updated><category term='more'/><category term='mbilan angle berita dan gambar saja sudah jauh berbeda apalagi kalau kita berbicara tentang kualitas para pekerja penyiaran dan media yang ada.'/><title type='text'>coretan hari ini...</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>255</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-322950883515177556</id><published>2011-12-21T13:00:00.000+08:00</published><updated>2011-12-21T13:01:12.131+08:00</updated><title type='text'>'Sekali Lagi Tentang Cinta'</title><content type='html'>Mungkin Cinta adalah bahasa paling universal bagi seluruh umat manusia di semesta jagad raya.Cinta tak pernah memilih warna kulit, kelas sosial atau usia. Tak memandang manusia Afrika, Asia atau Eropa. Cinta terlalu universal untuk sebuah ras, demikian pula terlalu indah untuk dibatasi oleh strata sosial dan berbagai sekat hitungan angka pada usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu memiliki energi dan etos sendiri. Cinta mampu menembus perangkap ruang, karena se-Universalnya cinta bukan terikat oleh tempat tapi hati yang abstrak dan ruang yang sunyi  didalam kedirian. Cinta juga adalah kontradiksi yang sangat sulit untuk di materialkan karena cinta bukan karena ? atau mengapa? Tapi cinta itu terlalu kosmos dan acak, walau supardi penyair yang terkenal itu coba mendekatinya lewat puisi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayu kepada api yang menjadikannya abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta mungkin tak sesederhana kata supardi, tapi belum tentu sesulit sebuah definisi. Karena cinta bukan sekedar hukum ‘causalitas’ yakni sebab yang berakibat. ‘Kayu yang dibakar’ kemudian menjadi ‘abu’ atau ‘awan kepada hujan yang menjadikanya tiada’. Cinta itu abstrak bahkan terlalu naif, seperti kata sebuah syair yang mungkin mengelikan ‘dari mata turun ke hati’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi oleh para penyair yang lain, teryata cinta itu tak butuh mata tapi rasa, karena mata cenderung menipu tapi hati itu terlalu luas untuk sebuah batas cara pandang alam meterial. Manusia paling sempurnapun tidak bisa melupakan cintanya yang telah terlepasoleh batas waktu dan takdir. Adalah Mazin bin Abdul Karim Al Farih  dalam kitabnya Al Usratu bilaa Masyaakil  pernah mengutip dari perawi hadis Bukhari;  Suatu hari istri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain (yakni ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha) berkata, “Aku tidak pernah cemburu kepada seorang pun dari istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti cemburuku pada Khadijah, padahal aku tidak pernah melihatnya, akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menyebutnya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seorang Rasul yang Maha sempurna sekalipun, tetap menyimpan’ Cintanya’ tanpa mengenal batas dari sebuah masa? Apakah dia salah? Mengapa ? sementara dalam sebuah nasihat perkawinan kawanku Amir di sebuah kampung di Sidrap Sulawesi Selatan, seorang ustadz pernah berkata ; ‘sebaiknya jangan mengulang-ngulang seseorang yang pernah ada dihati  pada masa sebelum pernikahan, sebab akan menyebabkan rasa curiga dan cemburu salah satunya.Pikiranku segera membantahnya saat itu, bagaimana dengan konteks cinta Rasul kepada Khadijah yang membuat Aisyah selalu cemburu ? Apakah Nabi Salah? Tapi sudahlah mungkin ini hanya soal cara memandang cinta konstitusi dan cinta esensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta esensial bukan hanya sekedar kisah antara sepasang remaja  dalam dongeng abadi Shakespeare romeo and juliet. Atau berbagai narasi filsafat romantisme yang di gelorakan oleh Fichte, Schelling, Schopenhauer, dan Nietzsche tentang ‘Dionysian’ yakni emosi yang meluap antara seorang yang berbeda jenis atau sesama jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta juga bisa lahir dari sepasang saudara yang saling mengasihi bukan karena apa dan mengapa? Bukan juga dari mata turun ke hati, tapi karena mereka secara bersama-sama mencoba lepas dari ruang,waktu, usia, ikatan material yang butuh mengapa? Karena cinta esensial tak pernah butuh jawaban, Ia cukup menjadi rasa dan kesadaran bahwa takdir telah memilih mereka untuk bersaudara tanpa perlu tau mengapa Tuhan memilih menyatukan takdirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kakaku yang telah mengajarkan aku kelembutan dan arti cinta yang tak butuh tanya. Selamat berulang tahun.... ‘Be king for your own happiness’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada saudara-saudaraku yang telah menghabiskan waktu bersama dua tahun ini, kepada seseorang yang menjaga hatiku dengan baik didalam hati yang sudah tak butuh jarak, yang sudah terbiasa mengenal kata tak bersama dan tak berwaktu ...sekali lagi aku mencintai kalian...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-322950883515177556?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/322950883515177556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/322950883515177556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/322950883515177556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-cinta.html' title='&apos;Sekali Lagi Tentang Cinta&apos;'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-4830668724842202029</id><published>2011-11-27T11:48:00.002+08:00</published><updated>2011-11-27T11:51:10.955+08:00</updated><title type='text'>Pesan Bom SubuhJogja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dMnNNFmrSsQ/TtGznBWVmOI/AAAAAAAAAPQ/xZNtSBGLpPM/s1600/jogja.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dMnNNFmrSsQ/TtGznBWVmOI/AAAAAAAAAPQ/xZNtSBGLpPM/s320/jogja.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679518088049301730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua kekuasaan adalah korup, dan kekuasaan absolut tentu juga korup secara absolut.”&lt;br /&gt;Alan moore- David Lloyd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja tiba-tiba gaduh di subuh tujuh Oktober. Sebuah bom meledak kali ini bukan di mesjid, gereja dan rumah ibadah. Tidak juga di hotel berbintang atau di klab malam yang selama ini diangap tempat maksiat yang dituduh oleh sekelompok orang sebagai kerajaan para kafir. Kali ini sasarannya berbeda, sebuah  Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di depan swalayan Vikita, Jalan Gejayan, Nomor 29, Sleman, Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terror mereka bukan untuk memperjuangkan Tuhan, apalagi untuk menunjukan eksistensi sebuah keyakinan agama. Mereka yang turun melakukan aksi, menyebut dirinya para ‘kombatan’sebuah pengistilahan yang merujuk pada  orang-orang yang berhak ikut serta secara langsung dalam pertempuran atau medan peperangan. Perang yang mereka lancarkan adalah sebuah perang yang terbuka, mereka bukan melakukan aksi terror yang senantiasa berusaha menghilangkan jejak. Lewat peryataan sikap yang disebar disekitar lokasi pemboman dan website yang mereka muat, kelompok yang menyatakan dirinya sebagai International Revolutionary Front (IRF) memuat sebuah peryataan sikap yang menyimpang dari kebanyakan aksi terror di Indonesia. Berikut apa yang mereka sampaikan di website yang beralamat http://325.nostate.net/?p=3224;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemberontakan sosial akan terus berlanjut karena mentari terus bersinar.”Kali ini kami mengatakan, bahwa apa yang kami lakukan merupakan puncak dari semua kegelisahan serta kemarahan kami terhadap sistem yang sedang berjalan ini. Sistem yang memberhalakan uang, sistem yang merecoki keseharian masyarakat dengan televisi, agar mereka membeli barang-barang yang tak mereka perlukan agar mereka terus bekerja seperti mesin. Sistem yang mengharuskan kami beserta masyarakat lainnya tidak memiliki kendali atas hidup kita sendiri.Sistem yang lainnya menguntungkan borjuis, para pebisnis, dan para birokrat negara yang menjadi sekutu setianya. Bagi kami semua, ini bukan saatnya untuk diam, bukan saatnya untuk tenang menonton acara di depan televisi dan berkata bahwa “semua baik-baik saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IRF sedang menyampaikan bahwa ‘dunia sedang tidak baik-baik saja’. Mungkin seperti khutbah Giddens  yang menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil bagian dalam sebuah dunia yang harus berubah tanpa terkendali yang ditandai dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta kenyataan yang mungkin terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kombatan juga punya pandangan yang berbeda tentang terorisme sebuah pandangan yang layak menjadi cermin bagi kita semua. Kata mereka ; Penyerangan terhadap pusat-pusat finansial: ATM, bank, gedung korporat adalah target yang penting, karena mereka adalah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan di muka bumi ini. Ini bukanlah terorisme karena kami tidak mengadvokasikan untuk menyerang orang-orang, terorisme adalah peperangan antar negara. Terorisme adalah beras dan pangan di dapurmu yang semakin menipis. Terorisme adalah bajingan berseragam yang membawa senjata ke mana-mana. Terorisme adalah pembantaian orang-orang tak berpunya.Maka kami mengatakan: sudah cukup!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reduksi yang indah tentang terorisme sebuah Negara yang diperkokoh oleh sebuah topangan sistim yang disebut sebagia ‘kapitalisme’ yang bersembunyi dibalik topeng perang atas Negara dan agama. Mereka menggugat hal yang sangat intim dari persoalan paling nyata dalam kehidupan setiap individu‘Terorisme adalah beras dan pangan di dapurmu yang semakin menipis”.  Apa lagi yang paling esensial selain soal dapur dan sekitar perut. Itulah masalah yang selalu muncul dari setiap ketidakadilan sebuah sistim. Ketika sebuah sistim melindungi segelintir orang, maka sudah pasti ada yang akan dikorbankan dan dimiskinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian teringat sebuah tokoh yang dihidupkan oleh Alan Moore dalam sebuah Novel Gafisnya V Vandeta. V menyadari bahwa kesalahan suatu negeri memang tidak dapat ditudingkan begitu saja pada para birokrat dan politisi, karena bagaimanapun juga, para penguasa fasis tersebut bisa berada di kekuasaannya karena publik membiarkannya karena rasa apatis dan ketidaksadaran yang dibentuk oleh gaya hidup tontonan TV. Mungkin demikianlah pesan yang ingin disampaikan oleh para kombat kepada kita, bahwa di negeri ini kekuasaan yang ditopang oleh sistim kapitalisme adalah terrorisme sebenarnya dan kosongnya beras di dapur kita adalah bentuk terror paling nyata dalam kehidupan personal setiap warga Negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-4830668724842202029?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/4830668724842202029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/11/pesan-bom-subuhjogja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4830668724842202029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4830668724842202029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/11/pesan-bom-subuhjogja.html' title='Pesan Bom SubuhJogja'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dMnNNFmrSsQ/TtGznBWVmOI/AAAAAAAAAPQ/xZNtSBGLpPM/s72-c/jogja.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3629871439100355406</id><published>2011-11-25T07:55:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T08:31:55.734+08:00</updated><title type='text'>Cinta yang Meronakan dan Menghancurkan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KM7lhY2W3Rc/Ts7hzC3hchI/AAAAAAAAAPE/kndO3g1l51w/s1600/gambar.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="201" width="251" src="http://2.bp.blogspot.com/-KM7lhY2W3Rc/Ts7hzC3hchI/AAAAAAAAAPE/kndO3g1l51w/s320/gambar.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apa itu cinta ? tanyaku pada sang guru, dia hanya tertawa sambil menghisap batangan rokok kreteknya dalam-dalam, lalu mengeluarkan asap tebal tanpa suara.Berbeda dengan corong asap PLN yang setiap hari bersuara bising dengan asap hitam yang selalu kusaksikan dari jendela kantorku.Hanya desahan nafas halus yang keluar dari mulutnya, disertai kabut-kabut asap tipis yang menggelembung diudara berlalu tak berjejak.Cinta itu kasih, kasih itu rasa, rasa itu sayang, sayang itu Tuhan. Selalu saja seperti itu jawaban yang diberikanya, kalimatnya tertata rapi tapi memiliki jutaan makna. Otakku berputar mencari jawaban yang diberikanya bagaimana mungkin kasih, rasa dan sayang adalah Tuhan bukanya hal tersebut hanyalah milik manusia? Kali ini matanya menatapku lebih lekat lalu ia mulai melanjutkan pembicaraanya. Sebagai seorang muslim apa yang dianjurkan untuk kita baca ketika hendak memulai mengerjakan sesuatu? Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, bukan begitu adinda? Ya, Jawabku langsung. Lantas apakah kasih dan sayang itu bukan wujud Tuhan? Benar Jawabku lagi-lagi hanya dengan kalimat pendek, sambil menanti kelimat selanjutnya.Lalu segalanya hening sejenak, tanpa suara tanpa sela. Tak beberapa lama diantara tarikan nafas dan kreteknya kesekian kali, Ia kemudian melanjutkan. 'Cinta itulah yang menjadi pengerak utama dalam kehidupan manusia,kita bekerja siang dan malam sebagai refleksi dari kecintaan kita kepada keluarga agar mereka bisa tercukupi kebutuhanya, sebagai wujud dari kasih kita agar dapat berbagi bagi sesama itulah cinta'!sepasang suami istri yang saling mencintai mereka akan saling menjaga, merawat dan melindungi namun ketika terjadi sesutu yang dianggap menyakitkan hati mereka maka cinta akan berubah tidak lagi meronakan tapi akan menghancurkan. Adinda coba baca kisah hero semesta, karena cinta banyak peperangan dimuka bumi terjadi, banyak darah dan nyawa yang jatuh banyak dendam yang kemudian terwariskan semuanya karena cinta'. aku terpekur akan barisan kalimatnya, lantas kemudian melanjutkan pertanyaan yang entah darimana datangnya. Kalau seperti itu, apakah amarah dan penghancuran juga milik Tuhan ?Kali ini sang Guru tertawa panjang sambil bergerak merapikan posisi duduknya. Apakah adinda sadar bahwa Tuhan Maha Pencemburu dan Tuhan Juga Maha Menghancurkan? apakah itu tidak bertentangan dengan Maha Kasinya Ia dan Maha Penyayangnya Dia? Hahahaa, kembali lagi tawa yang keluar dari mulutnya atas cercaan pertanyaanku. Adinda harus memahami bahwa sifat cemburu, sifat pemarah dan sifat penghancur hanyalah Otoritas Tuhan, jika ini juga kita ambil dan ada dalam pribadi kita apakah kita ingin menguasai otoritas yang harusnya hanya Milik Tuhan ? semuanya berawal dari 'Rasa'lanjutnya tanpa kali ini memberikan kesempatan bagiku melanjutkan kalimat yang mengantung di tenggorokan. Rasa Memiliki adalah sumber cemburu, rasa dihianati adalah awal dari keinginan menghancurkan, 'rasa bersalah' adalah awal dari penyesalan diri. Itulah cinta, Tuhan dan Rasa yang meronakan dan menghancurkan! lantas apa itu cinta dan Tuhan? aku hanya bisa berkata Kasih dan Sayang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3629871439100355406?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3629871439100355406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/11/cinta-yang-meronakan-dan-menghancurkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3629871439100355406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3629871439100355406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/11/cinta-yang-meronakan-dan-menghancurkan.html' title='Cinta yang Meronakan dan Menghancurkan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KM7lhY2W3Rc/Ts7hzC3hchI/AAAAAAAAAPE/kndO3g1l51w/s72-c/gambar.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3694065916003100724</id><published>2011-11-25T07:19:00.001+08:00</published><updated>2011-11-25T07:32:04.652+08:00</updated><title type='text'>Kuasa Uang</title><content type='html'>Nak, kali ini aku akan berceritra lagi tentang satu soal yang selalu menjadi tema dari seluruh tema perbincangan manusia di muka bumi yang kami sebut 'uang'.Hampir seluruh perbincangan manusia di seluruh jagat semesta dari yang matanya biru sampai coklat, dari tukang parkir sampai para pemilik perusahaan mobil yang di parkir,dari petani sampai presiden, dalam satu hari pasti berbicara tentang soal ini. Uang dan uang!Nak, entah apa yang terjadi atas manusia di muka bumi ini, termasuk juga mungkin diriku segalanya seolah terhipnotis untuk terus bergerak mencari jalan untuk mendapatkanya.Ada anak-anak yang mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkanya dijalan-jalan dengan berdagang koran dan barang asongan, para wanita yang menjajakan dirinya untuk dijamah orang yang tak dicintainya,para pejabat yang menipu dirinya dengan mengelapkan uang negara yang beresiko berakhir di penjara. Semuanya demi satu hal uang dan uang!Uang memang bisa bikin gila dan mabuk kepayang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3694065916003100724?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3694065916003100724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/11/kuasa-uang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3694065916003100724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3694065916003100724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/11/kuasa-uang.html' title='Kuasa Uang'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-342294719793923114</id><published>2011-10-03T16:59:00.004+08:00</published><updated>2011-10-03T17:30:45.599+08:00</updated><title type='text'>'kaynat'</title><content type='html'>Nak, aku disini bersamamu. Menatap lekat gerakmu dan tawamu. Semalam setelah tiba dari kota angkuh itu,sesaat setelah pintu rumah kontrakan kita dibuka oleh ibumu, wajahku dan wajahmu saling bertatap.Tak beberapa detik tawa lepas kau berikan kepadaku, manis sungguh manis sekali! Tawa yang menampakan empat gigi susumu. Lelahku berbulan-bulan usai sudah detik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sepanjang perjalanan dari bandara menuju rumah, tak henti-hentinya diriku diliputi rasa khawatir bagaimana jika kau tidak mengenaliku lagi ? Bagaimana jika beberapa bulan kita tak bertemu kau kemudian acuh tak acuh padaku? tapi setelah tawamu, seketika rasa khwatir itu sirna,seketika aku sadar bahwa kau dan aku saling terhubung oleh sebuah ikatan batin misterius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah yang dikatakan almarhum ibuku dahulu'seorang anak dan orang tuanya mereka saling terhubung' .hari ini aku percaya pada ajaranmu itu ma, bahwa sebenarnya aku dan anaku saling terhubung kami selalu dapat saling merasa jika sesuatu terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, kata ibumu khusus malam tadi kau mengubah jadwal tidurmu sepertinya kau tau bahwa aku akan datang. Tentu saja benar saja, saat aku tiba tawamu sudah menjumpaiku dibibir pintu. Nak, entah sampai kapan kita selalu akan berjarak, terpisah ruang aku juga tak paham tentang rencana Tuhan akan keluarga kita. Tapi sebagai manusia aku sebenarnya selalu berharap agar kau selalu berada disisiku, bermain dan tertawa sepanjang malam dan mengeja namanku dengan sebutan pa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Ridha,tapi inilah hidup kita. Hidup yang berjarak tapi kini aku sudah mempelajari satu hal bahwa jarak tak akan mampu memisahkan 'sebuah hubungan batin'orang tua dan anaknya. Kita saling terhubung ada ataupun tanpa berbagai jejaring sosial,pesan kotak BB ataupun jaringan telepon. Kita terhubung oleh sesuatu yang mungkin kesebut 'kaynat (kontak ayah anak)yang tak butuh tower penguat,jaringan wifi ataupun Bis BlacBerry kini bisa saling terhubung,tak peduli jarak dan waktu. karena kita adalah satu.I love my son...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-342294719793923114?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/342294719793923114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/10/kaynat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/342294719793923114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/342294719793923114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/10/kaynat.html' title='&apos;kaynat&apos;'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8089007549287080057</id><published>2011-09-22T16:24:00.002+08:00</published><updated>2011-09-22T16:54:16.158+08:00</updated><title type='text'>Hujan dan September Tahun ini</title><content type='html'>Entah kenapa aku selalu senang akan hujan. Bagiku hujan adalah curahan nikmat dan perlambang dari cinta Tuhan di muka bumi.Aku selalu saja merindukan aroma tanah yang basah setelah hujan pamit, mencintai permainan air dari balik jendela dan memperhatikan daun-daun yang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kuliah dulu saat hujan turun, aku selalu menghabiskan waktu berjam-jam duduk di 'warung mace'sambil menikmati kopi hitam buatanya, berdiskusi dengan teman-temanku termasuk kekasihku yang kini jadi istriku. Hujan bagiku adalah sebuah berkah dimasa itu. Hujan dibulan september juga menjadi pertanda masa akhir tawuran mahasiswa dikampusku yang biasanya dimulai diawal bulan september dan berakhir pada pertengahan bulan. Jika malam beranjak dan hujan juga masih turun maka bersama beberapa sahabat kami akan melanjutkan perbincangan kami di sebuah warung 'saraba' pondokan mahasiswa sambil melanjutkan berbagai ocehan kami tentang dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan dan september tahun ini juga berbeda dengan tahun lalu. September tahun lalu dibulan seperti ini, aku menghabiskan waktu bersama istriku yang sedang hamil tujuh bulan. Saat itu bukan saat yang mudah bagi kami berdua, saat istriku sedang hamil tua, saat hujan yang datang kadang berlebih membuat rumah kertas kami basah disana sini, saat kepalaku mesti dipaksa berpikir keras menyelesaikan tesis saat harapan agar lagit tidak runtuh sedang dipancangkan bagi sepasang suami istri yang baru setahun melalui pernikahan mereka.Saat september tahun lalu, tak henti-hentinya dari rumah kertas kami terdengar lirik;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here comes the rain again&lt;br /&gt;Falling from the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drenched in my pain again&lt;br /&gt;Becoming who we are&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, betapa indahnya september tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini saat september hampir usai kami berpisah, tak ada lagi rumah kertas, juga tesis yang membuat sibuk. Kami hanya punya kisah sebuah timbunan rindu seperti hujan dan september tahun lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8089007549287080057?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8089007549287080057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/hujan-dan-september-tahun-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8089007549287080057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8089007549287080057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/hujan-dan-september-tahun-ini.html' title='Hujan dan September Tahun ini'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-596985237832964863</id><published>2011-09-20T20:41:00.004+08:00</published><updated>2011-09-20T21:32:23.174+08:00</updated><title type='text'>'rindu rumah pengetahuan'</title><content type='html'>Sebelumnya saya tidak pernah merasakan teriakan nurani sekuat hari-hari ini.Kali ini teriakanya semakin keras dan semakin lama semakin deras.Tariakanya masih itu-itu saja, tentang mimpi yang sempat aku tunda tahun ini'. Bulan sudah september, sebentar lagi oktober, waktunya berbenah dan melihat resolusi beberapa tahun lalu', katanya membuatku terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada dua resolusi yang belum sepat terselesaikan tahun ini, pertama sekolah dan kedua,memiliki rumah impian sendiri. Untuk rumah, sepertinya mesti dilakukan revisi kembali. Pasalnya istriku dan kini diriku sedang dilanda demam, 'rindu rumah pengetahuan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sama-sama dilanda bara untuk kembali menempa, belajar, memperluas cakrawala diri melalui jejang pendidikan. Kini istriku tersayang sedang melanjutkan kuliah megisternya sementara diriku menunda pendidikan untuk sementara guna menikmati tempaan universitas kehidupan. Tapi setahun bukan waktu yang pendek bagiku untuk kembali rindu dengan atmosfir kampus, bergelut dalam dealektika pengetahuan dan berdebat akan cita-cita universal kemanusian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin banyak yang akan berkata 'apakah aku tidak bosan dengan sekolah'?&lt;br /&gt;ketika ditanya seperti ini, aku akan berkata dengan tegas, Tidak! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena entah kenapa sekolah bagaikan candu dalam diriku, aku seseorang yang selalu merindukan hidup dalam atmosfir kampus. Mungkin reaksi kawan-kawan sejawat pekerjaanku akan sangat berbeda, bahkan salah seorang kawan kantorku berkata;'bos mapan dulu baru sekolah lagi.untuk karir tinggal menanti waktu, bagi kita yang pegawai negeri sipil magister sudah cukup bagi tangga jabatan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya tersenyum satir mendengarkan jawaban kawanku itu, dalam hati aku berucap; 'bung andaikan demi karir saya sekolah, maka saya tinggal membeli ijazah'. Tapi begitulah logika hidup sebahagian besar kawan-kawan sekitarku. Bagiku ini semacam penyakit orang dewasa, selalu ingin cepat merasakan mapan dialam material. Mungkin aku akan memilih jalan berbeda dengan kehidupan seperti itu. kuliah, kerja,menikah, karir bagus, kaya, mati masuk surga, adalah idiom yang terlalu biasa bahkan kadang menjebak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku dengan sekolah kita diajarkan kesederhanaan, mengasah daya pikir, serta merumuskan variabel yang tepat bagi peradaban umat manusia. Dengan sekolah jiwa kita diasah,gagasan-gagasan berlompatan kesana kemari, dan akhirnya sampai kita siap menerjemahkanya dalam universitas kehidupan. Jujur saja seperti kata nurani yang berteriak semalam; bung kau mesti sekolah lagi  karena ilmu yang kau miliki, belum cukup menjankau universitas kehidupan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah ada sebuah universitas ternama di negeri ini yang sedang membuka gelombang kedua bagi program doktornya, setidaknya ini sebuah tiket yang mesti segera aku pesan di bulan oktober nanti.Semoga kali ini, Tuhan masih berbaik hati untuk menyisakan  satu kursi untukku, agar demam 'rindu rumah pengetahuan'lekas sembuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;palu,20 september 2011&lt;br /&gt;saat pikiran untuk sekolah sedang membara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-596985237832964863?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/596985237832964863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/rindu-rumah-pengetahuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/596985237832964863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/596985237832964863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/rindu-rumah-pengetahuan.html' title='&apos;rindu rumah pengetahuan&apos;'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7403592698048019568</id><published>2011-09-09T19:07:00.003+08:00</published><updated>2011-09-09T19:23:54.858+08:00</updated><title type='text'>Membaca Astrojo, membaca realitas zaman…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-u81hBVIZglU/Tmn0dFq64_I/AAAAAAAAAOE/xp26lZoZBfE/s1600/blogger_vs_wp.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-u81hBVIZglU/Tmn0dFq64_I/AAAAAAAAAOE/xp26lZoZBfE/s320/blogger_vs_wp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5650315988088579058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 oktober 2005, adalah tahun pertama saya mengenal dunia blogger (walau sampai saat ini saya belum merasa pantas menjadi blogger).  Ditanggal tersebut bersamaan dengan hari ulang tahunku yang ke 21 tahun adalah kali pertama saya memposting tulisan di sebuah ruang virtual yang bernama blog, waktu itu alamat blogku www.cahayabulan.blogspot.com (hebat ka di hehehe) Tapi yang jelas, kalah hebatka sama Mark Zuckerberg yang umurnya baru 24 tahun, tetapi ia bisa menghasilkan 1,5 miliar dollar AS sekarang umurku sudah 27 tahun tapi belum pernah ka liat uang sebanyak 1,5 milyar dolar (hehehehe)...&lt;br /&gt;Nah awalnya blog cahaya bulan diniatkan untuk menjadi catatan harian bagi seseorang emmm huk…huk....&amp;**#Q .. maluka deh.. ‘pokoknya ada deh buat seseorang yang selalu rindu akan tulisan dan puisi picisanku’, suit…suit  (ali tenang, macemuji…!) nah di tahun 2005, anak-anak kosmik yang ngeblog bisa dihitung dengan jari, jari tangan dan jari kaki (hehehe kamase,kawang). Semenjak tiga tahun terakhir keadaan berbalik, rata-rata ngeblogmi anak kosmik, mungkin ini sudah pengaruhnya menjamurnya kebudayaan virtual ( dua istilah yang aneh,,,anak komunikasi sama anak pertanian jamur dan virtual supaya kerenji ini dek..) sudah memiliki akun blog sendiri. Apalagi tahun lalu saya diperkenalkan dan disarankan oleh salah seorang adik dikosmik ‘cokke’ untuk membaca blog seorang yunior kami  yang beralamat http://alstrojobaru.blogspot.com/. Coke bilang begini ‘bang bacaki nah, lucu-lucu juniorta satu ini’. Akhirnya berkat promo ‘cokke’ saya menjadi rajin membaca blog adik tersebut .Tapi benar kata coke, ‘lucu ki memang tawwa, pilihan katanya unik, kacau dan rada gila’.Tapi yang menarik bagi saya, benarkah ekspresi kata-katanya sebenarnya mengambarkan ekspresi diri sang pemilik blog?&lt;br /&gt; Dalam hatiku, pasti orangnya cerewet dan calleda huahahahhaa. Tapi akhirnya dalam suatu kesempatan kalau tidak salah saya sedang bersama beberapa teman-teman yanmg salah satu suhu menulisnya anak kosmik ‘k ochan’ lagi nongkrong di lapangan basket PKM unhas, nah sang pemilik blog lewat coke bilang itumi’alstrojo’. Tanpa diperintah coke berteriak ‘wei…wei… ‘dan yang dipanggil menoleh mendekat sebenarnya HARUS MENDEKAT, dalam hati saya berujar RESIKO DEK, JADI ANAK KOSMIK, SENIOR SELALU HARUS DI PATUHI ! hahahaha. …&lt;br /&gt;Begitu coke memperkenalkan yunior kami itu, saya cuman bilang ‘bagus blogta’, eh sang pemilih blog malah justru malu-malu dan sangat jauh dari sosok ‘calleda’ yang kupikir sebelumnya. Saya lantas bilang ‘Kalem ji coke’&lt;br /&gt;coke bilang “heheheh sambil ketawa manyun.. bang kita pernah ajarika jangan pernah percaya pangung depan “ ..&lt;br /&gt;sayapun tertawa.&lt;br /&gt;Dari kejadian itu, saya kemudian berpikir benar kata ‘coke’ kita sedang berada disebuah zaman dimana antara realitas virtual dan realitas nyata kadang sulit dipersatukan. Misalnya saja ketika kita berjumpa dengan seseorang di dunia nyata begitu pendiam dan kalem, tapi didunia virtual dalam setiap detik memperbaharui statusnya di jejaring social baik facebook dan tweeter. Mereka berubah menjadi sosok yang selalu berkicau dialam virtual, hiperaktif dan semoga tidak hiperbola (heheheh). Sedangkan di dunia nyata mereka tampil dengan citra yang berbeda. &lt;br /&gt;Akhirnya saya menarik kesimpulan itulah penanda zaman, astrojo adalah bagian dari penanda zaman generasinya sendiri. Kalau kata senior-senior dikosmik dulu “BUAT WARNAMU SENDIRI, KARENA SETIAP ZAMAN PUNYA WARNANYA SENDIRI”! inilah warna generasi baru, generasi yang punya cara sendiri dalam merefleksikan dirinya, gagasanya dan arenanya sendiri. &lt;br /&gt;Kalau dulu generasi kami merasa jadul dengan lagu-lagu Broery Pesolima, pambers dan koes plus, maka kami juga mesti siap menerima ketika mereka tidak lagi suka SO7 atau linking park (wkwwkwkw supaya keren) karena generasi ini mungkin lebih senang sama gaya para boy band (hahahaha) yang bicara cenat..cenut bikin pusingggg.   &lt;br /&gt;Akhirnya saya cumin bisa bilang membaca astrojo membaca realitas zaman, KOSMIK dari masa ke masa….selamat ulang tahun semoga dapatka hadiah kaosnya, panjangmi ceramahku disini, hehehehe…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7403592698048019568?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7403592698048019568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/membaca-astrojo-membaca-realitas-zaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7403592698048019568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7403592698048019568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/membaca-astrojo-membaca-realitas-zaman.html' title='Membaca Astrojo, membaca realitas zaman…'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-u81hBVIZglU/Tmn0dFq64_I/AAAAAAAAAOE/xp26lZoZBfE/s72-c/blogger_vs_wp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8849725330984784758</id><published>2011-09-04T13:26:00.000+08:00</published><updated>2011-09-04T13:27:09.270+08:00</updated><title type='text'>Nyayian si Burung Nazar</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Sahabat-sahabatnya, memangilnya Nazar .Padahal nama sebenarnya adalah Muhamad Nazaruddin. Mungkin akibat  sapaan kawan-kawanya itu, Nazaruddin benar-benar bermetamorfosis menjadi sosok seperti burung Nazar. Nazar bendahara demokrat, tiba-tiba menjadi terkenal. Tapi sedikit yang tau siapa sebenarnya si Burung Nazar. &lt;br /&gt;Baru-baru ini saya menonton seri Animal Planet yang mengisahkan burung Condor di Amerika yang menjadi nama lain si Nazar. Saya sungguh terkagum-kagum akan kisah si Nazar yang hebat dengan sensor aroma daging (busuk) sangat tajam, daya jelajah yang luas, kemampuan inflitrasi yang tinggi, membuat burung Nazar dan kelompoknya menjadi salah satu predator yang tangguh.&lt;br /&gt;Dibalik kehebatanya, kisah tentang burung kondor juga diliputi banyak kegagalan. Januari 2011, seekor Nazar ditangkap oleh  Pemerintah Arab Saudi  karena diduga merupakan mata-mata untuk Israel. Burung nazar tersebut membawa alat transmisi GPS atas nama Universitas Tel Aviv. Tak urung Nazar menjadi pemicu kemarahan Negara-negara liga arab.&lt;br /&gt;Segerombolan Nazar juga pernah menjadi perlambang dari sebuah gerakan kampanye pembunuhan politik dan pengumpulan intelijen yang dinamai kontra-terorisme, yang dilakukan bersama oleh badan intelijen dan keamanan Argentina, Bolivia, Brazil, Chili, Paraguay, dan Uruguay pada pertengahan 1970-an.&lt;br /&gt;Masih pada paruh tahun yang sama Rendra  membuat sebuah pementasan yang diberinya judul Mastodon dan Burung Kondor  yang berlatar sebuah negara di Amerika Selatan. Memang Amerika saat itu tak jauh berbeda dengan Indonesia yang dilanda pembangunan yang melambat.Untuk ukuran dekade 1970-an, di mana Soeharto sedang gencar mencapai stabilitas politik, cerita Mastodon dan Burung Kondor bisa dikatakan sangat keras dan berani. Secara garis besar, pertunjukan ini berkisah tentang sebuah negeri yang dipimpin diktator bernama Kolonel Max Carlos. Max Carlos bisa jadi adalah representasi dari Soeharto: keras, militeristik, dan menghalalkan segala cara demi tercapainya “tujuan pembangunan”. Dalam pentas ini, simbol mastodon—gajah purba berukuran raksasa—mengacu pada Carlos.&lt;br /&gt;Sementara, burung kondor yang juga nazar hidup di pegunungan benua Amerika—merupakan simbol rakyat tertindas, dan terutama merupakan simbol Jose Karosta, penyair melankolis yang mengkritik cara Carlos memimpin melalui puisi-puisinya. Selain Carlos dan Karosta, tokoh sentral pentas ini adalah Juan Frederico, seorang ekstrimis yang berniat menumbangkan Carlos melalui revolusi bersenjata. Renda mampu mengolah pentasnya tentang sosok Nazar yang kali itu jadi sebuah penanda dari perlawanan pada zamanya.&lt;br /&gt;Sekarang dari banyak kisah Nazar itu, bagaimana kita melihat Nazar yang kini sedang dipentaskan dilayar Televisi kita setiap hari? Maka sebagaimana juga sebuah pentas teater, interpretasi akan diserahkan kepada penontonya karena setiap kepala punya cara pandang sendiri melihat Nazar.&lt;br /&gt; Ada yang memilih memandang Nazar hanyalah mata-mata yang sial tertangkap membawa GPS  yang bermerek kekuasaan.Karena itulah Nazar mereka lekatkan dengan penanda yang melekat padanya. Merek dari perlambang partai politik yang kini berkuasa. Sedangkan dari segi penguasa melihat Nazar adalah sebuah upaya kempanye pembunuhan politik dari para oposisi yang berniat menjatuhkan kekuasaan.Tentu saja adapula yang melihat Nazar seperti pentas rendra bahwa Nazar adalah kaki tangan dari Max Carlos yang kejam, otoriter dan penuh kamuflase atas nama pembangunan dan pertumbuhan.&lt;br /&gt;Kini setiap nyanyian Nazar selalu riuh rendah akan komentar. Ada yang bertepuk tangan, ada yang miris adapula yang meringis. Banyak yang berharap Nazar segera akan bersuara dan menyelesaikan lagunya, agar pentasnya segera usai, karena sudah terlalu panjang dan sering pentasnya di bahas, didiskusikan dan jadi bahan perdebatan.Tapi ada juga yang tetap berharap agar Nazar tak beryanyi. Biarlah Nazar bungkam dan lupa ingatan, karena nyanyian Nazar akan menjadi alamat buruk bagi mereka, seperti pentas ‘Mastodon dan Burung Kondor’ Rendra yang diangap supersif bagi  Rezim militer saat itu. Kita berharap Nyayian si Nazar tak bernasip sama yang akan berakhir sunyi setelah pentas, karena kita perlu tau siapa sebenarnya sang Max Carlos atau juga kita perlu tau siapa yang menjadi sutradara hebat si Nazar seperti juga almarhum Rendra yang luar biasa itu!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8849725330984784758?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8849725330984784758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/nyayian-si-burung-nazar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8849725330984784758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8849725330984784758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/09/nyayian-si-burung-nazar.html' title='Nyayian si Burung Nazar'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1270448817538596999</id><published>2011-08-10T23:01:00.000+08:00</published><updated>2011-08-10T23:02:19.841+08:00</updated><title type='text'>'Indonesia bangkit dari Sulawesi Tengah'</title><content type='html'>&lt;br /&gt;	Bilangan tahun, bulan dan tanggal sedang menunjuk pada masa istimewa.Enam puluh enam tahun lalu dibulan agustus yang juga bertepatan dengan bulan suci Ramadhan setelah masa perjuangan yang panjang, tiga setengah abad dijajah oleh belanda dan tiga setengah tahun ditindas oleh jepang, akhirnya sebuah negara dideklarasikan.Indonesia merdeka, indonesia berdaulat, Indonesia bangsa mandiri.&lt;br /&gt;Sembilan belas tahun kemudian di tahun 1964 sebuah propinsi yang awalnya terdiri atas tujuh Kerajaan di Timur dan Delapan Kerajaan di Barat,  yang selama tiga setengah abad dibagi dalam beberapa lanscap  Pemerintahan Hindia Belanda kemudian mendeklarasikan dirinya  sebagai propinsi Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;	Ada banyak darah yang tumpah dan ribuah air mata yang jatuh tak terhitung, belum lagi  korban materil yang mesti hilang, demi sebuah gagasan kemerdekaan ataupun menjadi sebuah propinsi yang mandiri.Itulah konsekuensi dari sebuah mimpi dan gagasan selalu saja mesti ada martir dan resiko sebuah perjuangan.sebuah pilihan, atau sebuah keyakinan selalu saja membutuhkan korban. &lt;br /&gt;	Kini setelah 66 tahun sebagai bangsa merdeka dan empat puluh tujuh tahun setelah menjadi propinsi yang mandiri, masihkah kita mengenang dan mau merasakan semangat pengorbanan yang menyala-nyala enam puluh enam tahun yang lalu. Ataukah kita akan memilih menjadi pesimistis melihat indonesia yang semakin jauh dari cita-cita awal, dari tujan kemerdekaan yang diperjuangkan dengan berdarah-darah itu.&lt;br /&gt;	Kita mesti berhenti mengutuki kegelapan ini, karena bangsa dan anak-anak kandung republik indonesia tidak lahir dari dinamika  yang biasa-biasa saja. Kita lahir dari sebuah parade panjang, optimisme yang membara, buktinya setelah tiga setengah abad dijajah harusnya pendahuluu kita lupa akan kemerdekaan, namun para pendiri bangsa ini justru mewariskan semangat yang sama dari generasi ke generasi sampai pada momentum proklamasi 66 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai Kemerdekaan Untuk Rakyat Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu dalam berbagai diskusi, sebagai mahasiswa yang terlibat dalam banyak wacana pergerakan saya sering berusaha mempertanyakan sebuah pertanyaan sederhana, sudahkah kita benar-benar merdeka? Bukankah merdeka berarti sejahtera atau dalam terminologi kebangsaan berarti sehat jiwanya,sehat badanya ? mengapa di era kemerdekaan sekian puluh tahun masih ada ratusan pemuda yang tak kerja,petani beras yang meranggas karena mesti bersaing dengan beras impor. Nelayan yang tak bisa melaut dan anak-anak desa tak bisa sekolah?&lt;br /&gt;Jawaban saya saat itu, kita mesti melakukan perubahan bagi bangsa, maka jalan satu-satunya mari hancurkan kekuasaan! Hari-hari ini pandangan itu sepertinya perlu saya tinjau kembali, pergantian kekuasaan bukan berarti kita bisa merdeka atau juga sejahtera. Persoalanya justru terletak pada apa kontribusi kita bagi kemerdekaan? Menepatkan tokoh politik yang memiliki komitmen moral saja tidak pernah cukup tanpa diringi dengan sistim yang jelas, mental yang baik dari para pemimpin dan segenap rakyatnya.&lt;br /&gt;Setelah kembali ke kampung halaman di Sulawesi Tengah, penulis kemudian bertanya apa makna kemerdekaan bagi daerah tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Makna merdeka bagi Sulawesi Tengah kemudian saya rumuskan dalam beberapa hal pokok yang mestinya setelah 66 tahun bangsa ini berdiri dan 47 tahun propinsi ini hadir telah lenyap.&lt;br /&gt;Pertama harusnya kita sudah merdeka dari mental sebagai daerah terkebelakang inferiority. Berbagai dogma dan jargon pemerintahan yang selalu digembar-gemborkan harusnya berubah dari mental pengemis dengan mengantungkan hajat kehidupan dari berebut kue pembangunan pusat dengan alasan kemiskinan dan ketertinggalan mesti kita ubah dengan sprit yang lebih terhoramat dengan memacu potensi yang utama yang dimiliki daerah ini yakni manusia-manusia yang hidup didalamnya yang mampu bekerja dan memaksimalkan potensi sumber daya alam yang kita miliki. Karena tidak ada alasan yang membuat kita bisa rendah diri, Potensi penangkapan  ikan di laut lepas dan budidaya pantai daerah kita dapat menghasilkan 213.774 ton ikan setiap tahun, di darat kita merupakan penyumbang eksport kakao terbesar di indonesia, daerah kita punya tambang emas, nikel, galena sampai granit.Parawisata kita beragam mulai dari pantai, teluk yang indah sampai agro wisata belum terkelola secara maksmial. Terus apalagi yang membuat kita tidak berani berkata Negeri kami subur dan makmur Tuhan!&lt;br /&gt;Kedua, setelah perbaikan mental, maka selanjutnya secara pribadi-pribadi kita bertanya apa kontribusi saya bagi kemerdekaan dan perbaikan bangsa dan negara ini? Tidak mesti dilakukan dengan hal-hal yang besar cukup sekedar hal-hal kecil yang berarti. Misalnya saja dengan tidak membuang sampah sembarangan kita sebenarnya telah mengurangi pekerjaan para pengangkut sampah, menghemat anggaran pemerintah untuk oprasional pembersihan titik sampah liar. Dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, sebenarnya telah menjadi duta kesehatan bagi daerah dan negeri kita. Saat menjaga kebersihan lingkungan sebenarnya telah juga memberikan efesiensi bagi subsidi kesehatan karena mencegah hadirnya berbagai penyakit endemik sepeti demam berdarah dan virus lainya.&lt;br /&gt;Ketiga, mempersiapkan menjadi pribadi yang tangguh. Pribadi yang tangguh berarti belajar menjadi seseorang yang bertangung jawab atas dirinya sendiri. Kita hendaknya menghindari menjadi beban bagi orang lain. Kita mesti memberdayakan kapasitas pribadi yang kita miliki,mengangkat drajat potensi ekonomi keluarga kita dengan berbagai kegiatan wirausaha. Jika hal ini mampu kita lakukan, tak perlu adalagi berbagai program proyek kemasyarakatan yang berdalih pemberdayaan. Sadarkah kita begitu banyaknya program bantuan sosial yang ada dimasyarakat yang justru dalam hemat kami telah merusak kapasitas dan tatanan sosial masyarakat itu sendiri.&lt;br /&gt;Berani Bermimpi &lt;br /&gt;Saat masih kecil dilingkungan bermain saya, selalu saja saya mendengar kalimat seperti ini, yang terus membayang dikepala saya. Kalimat dengan bahasa daerah kaili kira-kira begini, domo masikola najadi nuapa iko, prisiden ? Masya Allah kalau ingat lagi kalimat ini, betapa hati saya menjadi begitu terpukul betapa pesimisme akan masa depan dan keberanian bermimpi ratusan ribu atau minimal puluhan kawan bermain saya telah dihancurkan sejak masih kecil. Tidak semua orang memang yang bersekolah akan menjadi presiden, namun itu bukan berarti anak-anak daerah ini tidak bisa menjadi apa-apa selain presiden. Buktinya beberapa menteri pernah lahir dari daerah ini, pengusaha sukses dijakarta juga makan nasi jangung dan kelor khas kota ini. &lt;br /&gt;Berbagai jargon pesimisme ini mesti hilang dari benak kita agar masa depan anak-anak kita lebih baik. Dari sebuah diskusi beberapa hari lalu, ada seorang kawan yang menyadarkan saya akan hal ini, kata kawan saya itu ‘kadang-kadang penderitaan dan kesengsaraan yang kita alami dalam kehidupan kita adalah hal yang kita nikmati’!Kita menikmati, ketika banyak orang yang prihatin atas hidp kita, menikmati banyak yang menghibur kemelaratan yang kita alami sehingga kita lupa untuk menjadikan diri kita lebih bernilai. &lt;br /&gt;Sudah waktunya kita bermimpi, akan hal-hal besar. Bermimpi suatu saat ibu kota propinsi sulawesi tengah akan menjadi pusat pertemuan litas dunia, lintas kawasan bahkan litas peradaban. Itu bukan hal yang tidak mungkin, andaikan saja para pendiri republik ini tidak pernah berani untuk bermimpi akan kemerdekaan mungkin kita tidak pernah benar-benar merdeka. Para pendiri republik ini dengan mimpinya berani menjaga mimpi itu selama tiga setengah abad lebih, para peletak fondasi dasar propinsi ini juga berani bermimpi untuk membangun daerah yang kita cintai dengan gegap gempita 47 tahun yang lalu. Untuk itu tak ada yang tidak mungkin bukan, termasuk memproklamasikan tentang kebangkitan Indonesia dari Propinsi Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;Bersambung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1270448817538596999?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1270448817538596999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/08/indonesia-bangkit-dari-sulawesi-tengah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1270448817538596999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1270448817538596999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/08/indonesia-bangkit-dari-sulawesi-tengah.html' title='&apos;Indonesia bangkit dari Sulawesi Tengah&apos;'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1524193986990465493</id><published>2011-07-01T23:35:00.001+08:00</published><updated>2011-07-01T23:36:55.625+08:00</updated><title type='text'>Sudah Lama Rasanya Rumah ini Kosong</title><content type='html'>sudah lama rasanya rumah ini kubiarkan kosong, tanpa jejak dan sedikit coretan. Kali ini aku hanya ingin mencoretnya agar tak kosong lagi, sedikit meningalkan jejak sebagai bukti Rumah ini tetap berpenghuni...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1524193986990465493?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1524193986990465493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/07/sudah-lama-rasanya-rumah-ini-kosong.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1524193986990465493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1524193986990465493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/07/sudah-lama-rasanya-rumah-ini-kosong.html' title='Sudah Lama Rasanya Rumah ini Kosong'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8707742137682873064</id><published>2011-06-14T15:04:00.003+08:00</published><updated>2011-06-14T15:57:19.136+08:00</updated><title type='text'>Para Ayah dan Impian Imperium</title><content type='html'>Apa yang menjadi motif abadi di balik sebuah kekuasaan? Jawabanya hanya satu, Imperium. Pada seluruh aspek kehidupan manusia, ketika kekuasaan telah diraih,maka menjadi kemestian penaklukan dilakukan dan bendera imperium dipancangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai penjelasan ilmiah Imperium mengacu pada sekelompok negara dan kelompok etnik yang menempati wilayah geografis sangat luas, yang dipimpin atau dikuasai oleh satu kekuatan politik. Imperium yang dipimpin oleh seorang kaisar disebut sebagai kekaisaran. Kata ini berasal dari bahasa Latin. Dalam bahasa Latin sendiri, kaisar(dari bahasa Yunani: kaisar dan dipakai luas dalam bahasa Jerman sebagai Kaiser) disebut imperator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi untuk menjadi Imperatorlah yang kini melanda seluruh sendi kehidupan kita. Banyak yang berujar kita sedang berada disebuah arena pertaruangan politik dinasti yang terus mereproduksi dirinya. Pada sisi bisnis reinkarnasi juga terjadi, pada sisi kebudayaan bahkan legitimasi para santis juga membangun imperium pemikiranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imperium adalah motif abadi yang masih melekat dalam alam berpikir kita. Seorang ayah yang pengguasa akan mewariskan imperiumnya bagi anaknya, seorang pebisnis sukses juga akan mewarisi kerajaan bisnisnya, seorang guru besar akan berusaha mewarisi imperium pengetahuanya. Mungkin itulah hukum sejarah, hukum dimana kekuasaan seantiasa membutuhkan ketunggalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Alexander Agung adalah contoh sempurna dari hasrat imperium yang dititipkan ayahnya Raja Makedonia, Fillipus II. Sejak Ketika kecil, ia menyaksikan bagaimana ayahnya memperkuat pasukan Makedonia dan memenangkan berbagai pertempuran di wilayah Balkan. &lt;br /&gt;Selanjutnya setelah memerintah selama 13 tahun, semasa kepemimpinannya Alaxander mampu membangun sebuah imperium yang lebih besar dari setiap imperium yang pernah ada sebelumnya. Pada saat ia meninggal, luas wilayah yang diperintah Alexander berukuran 50 kali lebih besar daripada yang diwariskan kepadanya serta mencakup tiga benua (Eropa, Afrika, dan Asia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar The Great atau Agung di belakang namanya diberikan karena kehebatannya sebagai seorang raja dan pemimpin perang lain serta keberhasilanya menaklukkan wilayah yang sangat luas hanya dalam waktu 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia moderen Imperium dalam wujud kekuasaan atas bisnis juga dapat kita lihat dalam sosok Li Ka-Shing (79) sebagai orang kesembilan terkaya di dunia dengan harta senilai USD32 miliar atau setara Rp302 triliun.Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang terkaya, sudah pasti pengaruh Li begitu mengakar di Hong Kong. Li mengaku tidak terbiasa menghabiskan waktu seharian tanpa memperkaya keluarganya yang kini menjalankan perusahaan properti, energi, telekomunikasi, dan bisnis ritel.Anak-anak Li kini mewarisi imperium Li yang semakin hari semakin luas. Di indonesia siapa yang tidak kenal Imperium Bakrie.Sepeninggal Achmad Bakrie pada 1988, imperium bisnis yang di-rintis pada 1942 ini beralih ke tangan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si sulung, Aburizal Bakrie, memegang kendali utama lewat PT Bakrie Investindo, payung perusahaan-perusahaan yang mayoritas sahamnya dikuasai keluarga. Sedangkan dua adiknya, Nirwan Bakrie dan Indra Bakrie, menakhodai PT Bakrie Capi-tal Indonesia dan PT Bakrie &amp; Bro-thers (B&amp;B). Total kekayaan abu rizal pada tahun 2007 US$ 5,4 miliar dengan kerajaan bisnis yang menggurita diberbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ayah dan Impian Imperium&lt;br /&gt;Salahkah ketika setiap Ayah memimpikan mendirikan imperium bagi anak-anak mereka? Bagi saya jawabanya, tidak! Tak ada yang salah dari motif imperium, karena pada dasarnya imperium dibutuhkan untuk memperpanjang sejarah peradaban. Imperium dan semua dinamika kekuasaan adalah hal yang selalu menarik untuk dikaji, dilihat dan bisa jadi memotivasi untuk membangkitkan sprit zaman.&lt;br /&gt;Imperium membuat dunia menjadi bergairah. Imperium tidak selamanya akan berubah menjadi imperalisme karena sejarah penaklukan bukan hanya berarti penjajahan bisa jadi sejarah penaklukan akan melahirkan para pemimpi yang akan memulai pertaruangan membangun imperium baru melawan imperium sebelumnya. Sejarah imperium adalah sejarah panjang yang membuat dunia semakin bermakna, selama imperium dibangun secara konsisten bukan soal apakah imperium bermotif baik atau jahat yang terpenting apakah imperium itu bisa bertahan panjang atau tidak....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8707742137682873064?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8707742137682873064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/06/para-ayah-dan-impian-imperium.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8707742137682873064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8707742137682873064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/06/para-ayah-dan-impian-imperium.html' title='Para Ayah dan Impian Imperium'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8219015838630097386</id><published>2011-03-22T16:32:00.000+08:00</published><updated>2011-03-22T16:33:17.545+08:00</updated><title type='text'>Pengakuan Kader PKS !</title><content type='html'>Kabar buruk kembali terdengar di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).Ini bukan kali pertama, saat kader saling serang dan saling gugat. Sebagai orang yang pernah terlibat dalam berbagai kaderisasi PKS, saya sadar betul suatu saat seperti bola salju ledakan ini akan terjadi. Pengakuan salah seorang murabbi (guru/pembina)  PKS Yusuf Supendi tentang berbagai keboborokan elit  partai hanyalah salah satu bias dari berbagai persoalan yang secara internal terjadi.&lt;br /&gt;Ini bukan kali pertama? sepengetahuan saya pada tingkatan lokal di Sulawesi Selatan Ali Arifin mantan anggota DPR Makassar juga pernah 'berkhotbah bagi para pengkhotbah', tentang kebenaran. Mengapa kita “tak berbeda dengan yang lain”! itu tegasnya, dan hasilnya Ali Arifin yang mengugat beberapa elit PKS yang berada di kursi dewan juga mesti tertendang, bahkan pernah terdengar isu bahwa Ali Arifin  dituduh mengalami ganguan kesehatan!Tragis bukan ? &lt;br /&gt;Apa yang terjadi ? &lt;br /&gt;secara subjektif saya menilai ada beberapa alasan mengapa PKS yang saya pernah begitu idolakan itu, kini semakin hari semakin jauh dari cita-cita idealnya. Pertama, ketidak sabaran meniti apa yang menjadi tahap-tahapan grand sterategy partai dalam rujukan empat mihwar yang dimulai dari Tanhzhimi, sya'biy,muassasi dan daulah. Ini disebabkan kehendak berkuasa yang sudah begitu besar dari sekelompok orang yang berada di PKS.Lompatan yang terlalu cepat tanpa mempersiapkan prakondisi menghadapi setiap medan membuat cultur shock pada tingkatan kader sampai pada lapis bawah.&lt;br /&gt;Kondisi ini diperparah masuknya para 'penumpang liar' yang sebenarnya  jumlahnya kecil, namun karena pada tataran kader PKS saat itu (2004)  belum bisa memunculkan publik figur yang bisa dijual sebagai cara mendapatkan suara dan diterima oleh publik maka pilihan kompromistis ini kemudian diambil. Hasilnya kelompok ini secara perlahan mulai berpengaruh yang pada akhirnya bukan hanya mengambil keuntungan dari partai, mereka bahkan berhasil mengubah cara hidup,tindak tanduk dan arah perjuangan dakwah yang dirumuskan.&lt;br /&gt;Kedua, perbedaan pandangan sesunguhnya selalu saja terjadi di partai manapun.Tapi   berbagai pertimbangan rasional,logis dan tidak merugikan secara internal harusnya dihitung secara baik.Ada sebuah pola komunikasi yang menjadi kekuatan sekaligus kelemahan dalam tubuh PKS. Berbagai keputusan sterategis yang diambil harus berdasarkan keputusan sekelompok orang yang disebut sebagai majelis  'syuro'. coba  dibayangkan dari level himpunan mahasiswa jurusan dikampus sampai di tingkatan Dewan Pimpinan Pusat Partai, ada majelis syuro yang selalu menjadi pengambil keputusan tertinggi akan berbagai hal!&lt;br /&gt;Pada satu sisi, untuk menguji loyalitas kader ini penting. Namun pada titik tertentu ketika curah aspirasi tidak terjadi, maka ini bisa menjadi bola liar yang berujung konflik. Tidak semua keputusan bisa di putuskan oleh majelis syuro perlu ruang yang lebih dialogis untuk melihat aspirasi yang berkembang dari setiap individu kader.Kalau dalam pandangan saya saat menjadi mahasiswa dulu,  perlu rekonstruksi “samina watana”!Inilah kondisi yang terkadang tidak termediasi dengan baik yang pada ujungnya melahirkan rekonsiliasi setengah hati. &lt;br /&gt;Ketiga, kegagalan mempertahankan ciri khas sebagai partai kader. Sebuah partai kader adalah partai yang  mengandalkan kualitas anggota serta ketaatan pada sistim dan arah ideologi partai. Setelah tahun 2004 PKS mulai cair akan berbagai kondisi, tidak lagi bertumpu pada peningkatan kualitas kadernya sendiri untuk menduduki parlemen maupun eksekutif, kalaupun ada rata-rata tidak memiliki kualitas diri yang siap untuk mengemban  amanah da’wah (syakhsiyyah da’iyyah) sehingga mampu berperan aktif dalam melakukan transformasi sosial.&lt;br /&gt;Mereka pada umumnya lugu, karena banyak kader-kader potensialnya yang sebenarnya bisa tampil namun karena selalu berbenturan dengan para  penumpang gelap didalam tubuh partai yang tidak melalui tahapan jejang kaderisasi dan hanya mengandalkan uang dan popularitas membuat para kader ini mesti layu sebelum berkembang. Sedangkan yang taat dan memilih melakukan rekonsiliasi para penumpang gelap yang pupuler itu secara perlahan berada pada lingkaran kekuasaan. &lt;br /&gt;Siapa yang dirugikan dari kondisi PKS saat ini ? &lt;br /&gt;siapa yang dirugikan dari berbagai kerusakan yang terjadi di PKS saat ini adalah para kader dilapisan bawah. Para mahasiswa yang kirimanya tidak tetap, dan masih harus berbagi dengan berbagai kebutuhan partai dan jamaah. Mereka menyumbangkan tenaga, pikiran bahkan uang kiriman  yang sangat terbatas  untuk melakukan rekrutmen, kegiatan daurah secara terus menerus.&lt;br /&gt;Merekalah para pejuang yang selalu saja menjadi martir bagi berbagai keputusan elit yang katanya syuro. &lt;br /&gt;Saya menjadi ingat beberapa sahabat yang mesti merelakan apapun yang dimilikinya dalam sebuah munasarah Partai untuk mengumpulkan dana bagi pemenangan.Luar biasa! mereka yang sudah bersusah payah meningalkan kuliah untuk melakukan kampanye dari rumah ke rumah, para ikhwan dan akhwat dengan semangat membara mengkampanyekan seseorang yang kualitas pribadi dan agama yang juga mereka tidak ketahui dengan pasti, mereka yakinkan pada sejumlah pemilih dengan alasan pribadi didalam dada  ' ini taklimat' (keputusan yang tidak boleh tidak, mesti dijalankan) dari majelis syuro yang saya yakin banyak dari mereka sendiri tidak tau bahkan tidak mengenal siapa yang mengeluarkan taklimat itu!&lt;br /&gt;Belum lagi saat berbenturan dengan dinamika lingkungan mereka,misalnya saja seorang aktivis lembaga kemahasiswaan yang juga kader PKS,  ketika  banyak aktifis lembaga yang bukan partisan  bertanya mengapa PKS justru menyepakati berbagai kebijakan yang tidak populer bagi kalangan mahasiswa ? (seperti memberikan dukungan bagi SBY-Budiono, pendukung koalisi yang berbusa-busa setelah diancam) maka jawaban apa yang akan mereka berikan ? mereka hanya bisa frustasi dan mendapatkan jawaban retoris yang seragam dari murabbinya 'sudahlah itu sudah keputusan syuro'. &lt;br /&gt;mereka inilah para pejuang sesuguhnya yang mengorbankan semua yang dimilikinya bagi PKS dan belum tentu semua yang dimiliki oleh elit PKS dapat di korbankan bagi mereka!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8219015838630097386?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8219015838630097386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/03/pengakuan-kader-pks.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8219015838630097386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8219015838630097386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/03/pengakuan-kader-pks.html' title='Pengakuan Kader PKS !'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7846770390633765037</id><published>2011-03-11T22:50:00.003+08:00</published><updated>2011-03-11T23:01:27.817+08:00</updated><title type='text'>Sebuah catatan dari pengantar "Surat untuk Presiden"!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-KKRSy8D6stk/TXo4v-aKKNI/AAAAAAAAAN4/Fx18stBKKzY/s1600/180725_1732983336333_1591021990_31609185_4452969_a.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KKRSy8D6stk/TXo4v-aKKNI/AAAAAAAAAN4/Fx18stBKKzY/s320/180725_1732983336333_1591021990_31609185_4452969_a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5582837084936874194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tetap butuh Hero, Pahlawan, Ratu Adil atau apapun namanya. Karena dunia akan terasa kering tanpa mereka. Berbagai konsep kepercayaan baik agama maupun perlambang kultural tetap saja menghadirkan para Hero sebagai bahan pelajaran untuk direnungkan,ditelaah dan diikuti.&lt;br /&gt;Dunia tetap butuh Hero ditengah zaman yang be-gitu pesimistik. Krisis keteladanan menjamur diberbagai bidang kehidupan, semua saling curiga, sinis yang beru-jung krisis. Ketika para Hero telah disimpan di lemari perpustakaan-perpustakaan, mereka hanya ada dalam buku yang sampulnya mulai usang dan berdebu. Kadang mereka dijamah tapi hanya sesekali saja. Mereka tinggal menjadi altar sejarah yang dilupakan bahkan dicampak-kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang sedang anda pegang tentu saja ini bu-kan buku sejarah, ini adalah buku tentang para Hero yang ada dalam kepala seorang Rusdy Mastura. Dalam menuliskanya saya tidak pernah berpikir buku ini akanmenjadi buku yang serius, buku ini cukup menjadi buku renungan bagi siapapun dalam melihat kembali tokoh-tokoh yang terekam dalam kepala seorang walikota Palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencampuran mimpi, imajinasi dan fakta pasti akan anda temukan dalam buku ini, karena jujur saja buku ini berangkat dari ingatan-ingatan dan cara ber- pikir yang kadang melompat dan senantiasa bergerak di-namis. Inilah dialog imajiner yang bergerak bebas, tidak terikat pada ruang sejarah,fakta atau diskursus ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tetap butuh sosok pahlawan yang akan mem- bawa bangsa ini bergerak kearah yang lebih baik, entah siapa dan dimana ia kini, itu urusan berbeda, anggaplah kita sedang menyalakan obor mencari jati diri pahla-wan dari setiap sampul-sampul rekaman kehidupan dari tokoh-tokoh penting negeri ini mereka adalah Soeka-rno, Hatta, Syahrir, Natsir, Soeharto, Gusdur, Jenderal Sudirman dan terakhir Presiden Susilo Bambang Yud-hoyono. &lt;br /&gt;Kami sepenuhnya sadar mereka tidaklah sem-purna, mereka punya celah , dosa, kecuali satu sosok te-ladan Muhammad S.A.W. Sosok manusia agung, teladan sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rekaman pemikiran, dialog yang ingin disampaikan oleh Bung Cudi melalui surat-surat ima-jiner ini untuk membuat kita menatap kembali Indone-sia, menerawangnya merasakan alam berpikir masa lalu,masa kini, dan beberapa petikan harapan masa depan.Itulah sosok walikota kami, seorang yang memiliki ima-jinasi besar dan mimpi yang begitu banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah zaman saat ketika banyak orang di negeri ini tidak berani lagi berharap, seorang walikota Palu datang membawa obor keyakinan bahwa kita masih perlu mem-bangun optimisme, mimpi dan harapan untuk senantia-sa yakin bahwa revolusi belum selesai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7846770390633765037?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7846770390633765037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/03/sebuah-catatan-dari-pengantar-surat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7846770390633765037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7846770390633765037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/03/sebuah-catatan-dari-pengantar-surat.html' title='Sebuah catatan dari pengantar &quot;Surat untuk Presiden&quot;!'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KKRSy8D6stk/TXo4v-aKKNI/AAAAAAAAAN4/Fx18stBKKzY/s72-c/180725_1732983336333_1591021990_31609185_4452969_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-305848623981117378</id><published>2011-01-24T02:08:00.000+08:00</published><updated>2011-01-24T02:09:03.763+08:00</updated><title type='text'>Cerita Ayahku tentang 23 Januari 1942</title><content type='html'>'koe mesti tau, 23 januari 1942 kampung papa di Gorontalo Sudah Merdeka'....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Januari 1942, jam menunjukan pukul 10.00 pagi. Disebuah kantor pos kota gorontalo, ratusan orang sedang berkumpul, mereka datang dari kota Gorontalo,Suwawa, Kabila hingga Tamalate. Dua orang diantaranya dengan langkah pasti menuju tiang bendera membawa sang saka merah putih. Semua mata memandang kepada kedua orang itu, ada air mata yang mengucur tanpa sadar dari para hadirin  yang hadir. Suasana haru tak lagi bisa tertahan ketika lagu karya Wage Rudolf Soepratman indonesia raya dikumandangkan, tua, muda, yang lelaki dan perempuan, semuanya merasakan haru yang sama. Merah putih berkibar, dan diujung lagu  'hiduplah indonesia raya' hampir selesai, secara bersamaan seluruh hadirin meneriakan satu pekik, Merdekaaaa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang diantara para hadirin itu mengambil beberapa langkah menuju tengah kerumunan itu, dia kemudian berpidato dengan tenang, begini kira-kira pidatonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Kepada seluruhnya Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah pidato yang singkat namun berani ditengah kekejaman bangsa kolonial. Sebuah proklamasi yang lebih cepat tiga tahun dari keberanian Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Proklamator itu, Nani Wartabone. Mungkin tak banyak yang mengenal lelaki itu selain warga Gorontalo. Demikian pula pula kemerdekaan yang diperjuangkanya bersama rakyat dalam pengepungan Pukul lima subuh yang memaksa Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah tanpa syarat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nani wartabone adalah aktivis jong Gorontalo dan Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo. Setelah proklamasi di sore harinya, Nani Wartabone memimpin rapat pembentukan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG) yang berfungsi sebagai Badan Perwakilan Rakyat (BPR) dan Nani dipilih sebagai ketuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hari kemudian, Nani Wartabone yang berani itu, memobilisasi rakyat dalam sebuah rapat raksasa di Tanah Lapang Besar Gorontalo. Tujuannya adalah mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan itu dengan risiko apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tragis nasib sang proklamator 30 November 1945 saat kemerdekaan indonesia sudah sebulan diproklamasikan dan sekutu kembali lagi setelah jepang kalah,Nani Wartabone justru dibiarkan ditangkap oleh belanda dan baru dibebaskan pada 23 Januari 1949. Setelah tahun 1949 Nani Wartabone tidak bersepakat dengan konsep Republik Indonesia Serikat (RIS) yang baginya hanyalah boneka dan ketidak beranian para pemimpin Nasional. Nani kemudian memilih untuk menolak RIS bersama Rakyat Gorontalo dan menggelar rapat raksasa pada tanggal 6 April 1950.  Akhirnya Gonjang-ganjing pusat berujung dengan dikembalikanya NKRI dalam bingkai yang utuh, Nani menjadi kepala pemerintahan Gorontalo dan Sulawesi Utara, namun tidak berlangsung lama. Nani akhirnya memilih pulang kekampungnya di suwawa, melepaskan hinggar bingar politik, benturan kepentingan tentang  indonesia dan para tokoh yang mencoba menjadi pahlawan. Di kampungnya yang  terpencil itu Proklamator itu memilih turun kesawah dan berternak menjadi petani dan warga biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                            ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, itulah cerita ayahku (kakekmu) tentang peristiwa 23 Januari 1942 yang begitu heroik. Biasanya  wajahnya akan berubah menjadi merah dan suaranya akan bergetar dan dengan sedikit polesan senyum rasa bangga. Selanjutnya cerita itu Akan ditutup  dengan kata-kata sedikit jumawa 'gorontalo lebih dulu merdeka dari indonesia, maka banggalah koe jadi orang gorontalo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Ridha anakku sayang, bagi rakyat Gorontalo kampung kakekmu itu kisah tentang perjuangan Nani Wartabone dan Proklamasi Kemerdekaan Gorontalo adalah kisah wajib yang mesti diturunkan secara turun temurun. Walau tentunya perlu dikaji secara historis tentang fakta sejarah yang terjadi (termasuk studi Ahistoris dalam prespektif sejarah yang berbeda menyangkut geneologi kekuasaan), tapi ini soal nilai yang membangun sprit kakekmu dan jutaan saudara-saudaramu dari Gorontalo tentang kebanggaan mereka atas kampung halamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, Ar-Ridha walau sudah dua jam lewat dari 23 Januari aku tetap menyampaikan cerita ini untukmu sebagai sebuah kewajibanku untuk melanjutkan sebuah tradisi generasi yang mungkin sudah dilupakan. Agar kau tau, Indonesia bukan hanya Jakarta dan Proklamasi bukan sekedar Soekarno-Hatta dihari 17 Agustus 1945.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-305848623981117378?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/305848623981117378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/01/cerita-ayahku-tentang-23-januari-1942.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/305848623981117378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/305848623981117378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2011/01/cerita-ayahku-tentang-23-januari-1942.html' title='Cerita Ayahku tentang 23 Januari 1942'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7805800266626700398</id><published>2010-12-31T17:37:00.001+08:00</published><updated>2010-12-31T17:39:11.341+08:00</updated><title type='text'>Kaleidoskop 2010</title><content type='html'>Nak, setiap tahun jika tahun akan berganti aku  selalu berusaha membuat resolusi dengan harapan semua yang ayahmu ini rencanakan bisa berjalan dengan baik. Namun karena terlalu asik dengan resolusi, terkadang lupa bahwa sebelum membuat resolusi maka kita harus berefleksi dulu.﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, tadi tak sengaja melihat status facebook dwie darmawan '30 Desember 2010' . Penanda tanggal itu menjadi seperti alaram yang mengirimkan sebuah pesan tentang dua hal yang terlupa. Niat untuk menuliskan Kaleidoskop 2010 dan resolusi 2011.Sudah beberapa hari aku meniatkan menuliskan keduanya, namun karena berbagai kesibukan yang tak terencana hampir saja aku melupakan dua hal penting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku Muhamad Ali Ridha, aku selalu percaya kata seorang 'guruku' hidup sedangkan direncanakan masih kacau, apalagi tidak direncanakan. Anggapalah keleidoskop ini sebagai evaluasi dari perjalanan waktu yang coba kita atur dan rencanakan dan resolusi adalah bagian dari perencanaan waktu bagi 2011 nanti.Nak aku selalu percaya bahwa waktu dan perjalanan hidup kita diikat oleh dua hal pertama, waktu yang berlangsung secara determinis dan diikat oleh garis lurus berbagai hukum causalitas dan waktu yang berlangsung acak bahkan kadang melopat dalam logika hukum kuantum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah Anakku sayang, aku tidak akan membahas kedua teori diatas karena aku percaya mungkin saja kelak dimasamu akan banyak gugatan terhadap narasi pengetahuan yang kami pahami hari ini. Aku hanya ingin berkisah saja sesuai dengan judul tulisan ini, kaleidoskop 2010. Ada banyak kisah haru biru dalam perjalanan tahun ini yang sempat terekam dalam kepalaku: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie Rebus Terlezat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, setelah empat bulan menikah dan tiga bulan tidak masuk kuliah maka kuputuskan untuk melanjutkan kuliah s2ku. Kata-kata ibumu menyulut semangatku lagi, seperti biasa wanita tercantik itu hanya menggucapkan beberapa kalimat pendek yang selalu saja membuatku bangkit dari segala kemalasanku. sayang bukankah kau pernah bermimpi menjadi doktor diumur 30 Tahun'. Selalu saja begitu, cukup kata kunci, maka aku tak berdaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realisasi dari kalimat itu segera berwujud 10 januari 2010 dengan uang 300 ribu rupiah kami berdua memutuskan untuk berangkat menempuh jalur Palu- Makassar. 280 ribu kami pakai untuk membayar Bus Patas yang kami numpangi dan 20 ribu digunakan sebagai modal jalan. Bayangkan untuk menempuh jarak yang menghabiskan waktu satu malam dua hari yang berarti kami mesti makan sebanyak lima kali dan kami hanya punya uang 20 ribu nak. Itu berarti aku tak boleh membeli rokok, dan hanya bisa makan sekali. Setelah berpuasa 16 jam kami akhirnya singah makan juga di sebuah warung di perbatasan daerah 'pasang kayu ',cukup sepiring indomie dan satu botol air mineral'akhirnya perut kami berdua terisi pula.Itulah Indomie terlezat yang pernah aku dan Ibumu makan nak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Kemenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nak taukah kau arti kemenangan ? Indah sekali demikian pula aku ketika menghadapi sebuah proses yang mungkin menurutku menjadi begitu berharga memenangkan apa yang kuyakini menang. sebuah proses memperjuangkan mereka yang layak untuk memimpin kita pada tanggal  empat agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibumu Gagal Menjadi Anggota KPID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemenangan kami mesti belajar arti kekalahan ? Itulah yang kurasakan setelah ibu teryata tidak lulus seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) sulsel. Kau tau makna kekalahan bagi kami berdua nak ? Kekalahan berarti kami mesti bangkit dan bertarung lagi...manis khan ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya Megister Juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak telalu banyak hal yang kami lalui dalam perjalanan menempuh s2 yang kulalui dengan ibumu. Hari itu di bulan Ramadhan ketika ayahmu ini berdiri mempertahankan thesisnya yang berjudul "Revolusi Jejaring Sosial" didepan dua profesor dan tiga doktor segala kelelahan itu selesai sudah, resolusi besar 2009 untuk mendapatkan gelar megister di usia 26 bisa kuraih. Ufffff Rahmad M.Arsyad S.sos, M.ikom bersandang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terusir dari Kontrakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak kami pernah terusir dari kontrakan rumah kertas kami (baca rumah kertas) yang membuatku begitu cemas saat itu ibu sedang mengandungmu sembilan bulan. Hampir semua perumahan di makassar aku jelajahi untuk mencari tempat berteduh buatmu dan ibumu. Tapi Allah selalu bekerja dengan tangannya yang miseterius, akhirnya setelah mendekati hari barang-barang kami akan dibuang keluar rumah oleh sang pemilik , akhirnya kami dapatkan juga di Griya Mulya Asri tempatmu tidur saat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dilantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak beberapa minggu sebelum kelahiranmu, Allah setelah memberikan ujian atas terusirnya kami dari kontrakan dia kembali memberikan nikmat bagi keluarga kecil kita dengan dilantiknya ayahmu menjadi pejabat kecil dari sebuah kota kecil. Tapi itulah Nikmat Tuhan Nak, setelah penderitaan ada saja rezki yang akan diberikanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiranmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nak tak ada keajabian yang lebih luar biasa selain kehadiranmu (baca Nadhiyin Ali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah penggalan beberapa hari yang kami lalui selama 2010,satu  resolusi 2009 yang belum sempat kulaksanakan dari lima resolusi adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENERBITKAN BUKU KARYAKU ( sebenarnya sudah pernah kontak dengan penerbit dan sudah tahap fainalisasi namun sang penerbit teryata memiliki masalah finansial hahahhaha penerbit meragukan...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi 2010 yang lalu yang sudah selesai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memperbanyak menulis di Media (Syukur pada Allah beberapa tulisanku akhirnya diterbitkan di beberapa media di Sulsel)&lt;br /&gt;    * Menyelesaikan Megister ( akhirnya)&lt;br /&gt;    * Memiliki anak (ali kau terencana nak ...hehehe)&lt;br /&gt;    * Memiliki Tabungan Pribadi ( hemmm adalah tapi dikit hehehehehe)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7805800266626700398?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7805800266626700398/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/kaleidoskop-2010.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7805800266626700398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7805800266626700398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/kaleidoskop-2010.html' title='Kaleidoskop 2010'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8399809870744814634</id><published>2010-12-31T13:51:00.001+08:00</published><updated>2010-12-31T13:52:19.731+08:00</updated><title type='text'>Surat untuk Sang Nabi</title><content type='html'>Renungan Bung Rusdy ……&lt;br /&gt;Surat Untuk Sang Nabi….&lt;br /&gt;Wahai Nabi akhir zaman.Engkau yang segala kemuliaan disatukan pada dirimu.Sosok agung yang menjadi tauladan sepanjang masa, ingin  rasanya untuk melihat dirimu, duduk bersila diantara para sahabatmu mendapatkan cahaya pengetahuanmu. Merasapi arti kesederhanaan hidupmu.Belajar  mencintai keluarga sepertimu.&lt;br /&gt;Ya, Nabi Mulia betapa jauh jarakmu dan jarakku, sejauh jarak cahaya atas bumi. Betapa kami manusia zaman ini yang selalu berbicara tentang islam tak pernah benar-benar mengerti arti islam yang kau bawa. Betapa kami semakin kehilangan kepekaan, cinta dan kepedulian, betapa kami telah melupakan Tauhid yang benar. Kami telah mengganti Tauhid kami bukan lagi kepada zat Allah. Tauhid kami adalah uang dan kekuasaan.  &lt;br /&gt;Wahai sang Nabi, Muhamad Al-Mustafa aku bersalawat kepadamu, memuliakan keluarga dan sahabat setiamu. Ya, Rasullulah ingin aku bertanya kepadamu  bagaimana caranya kau menjadi pemimpin ditengah umatmu yang jahiliyah itu ?menghapuskan sejarah penyembahan berhala yang dipimpin  Amr bin Luhay Al-Khuza’iy. Ia yang meletakkan berhala di dalam Ka’bah dan menyeru penduduk Makkah utuk menjadikan sebagai sekutu bagi Allah. Aku pernah membaca Akibat perbuataan amar masyarakat Hijaz Makkah dan  Madinah kemudian menjadikan Tuhan-Tuhan berhala disetiap kabilah. Maka muncullah Tuhan yang bernama Latta dan Uzza. Maka semenjak itu umat kakekmu Ibrahim, melupakan Allah yang satu dan agama yang satu. Bagaimana caranya Ya Rasull? mengubah keadaan itu dan membawanya kepada monoteisme tanpa darah dan kekerasan ? Apa yang kau serukan wahai Nabi ? Andainya kau masih hidup, ingin rasanya aku memintamu datang ke negeriku menjelaskan kepada mereka yang atas nama tentara Allah memperjuangkan agama dengan cara tercela dan Jahiliyah. Mereka tidak melawan para penyembah berhala, mereka berseteru sesama muslim karena ijtihad yang berbeda.&lt;br /&gt;Wahai Ayah Fatimmah Azzahrah yang mulia. Apa yang kau buat sehingga para wanita kembali kemuliaanya yang sebelumnya sudah menjadi hal yg biasa seorang anak menikahi bekas istri ayahnya degan mahar semaunya. Jika perempuan itu tidak mau maka para laki-laki jahiliyah itu akan memaksa para wanita untuk menikah degan siapa yg diizinkan olehnya. Sehingga dalam banyak hal wanita terdzalimi. Sampai yang tidak berdosapun merasakan kedzaliman itu, yaitu bayi-bayi wanita yg ditanam hidup-hidup karena takut miskin dan hina.&lt;br /&gt;Ya Nabi, bagaimana pula caramu mengubah penindasan para budak dimasa itu? Mereka yang dirampas hak-haknya oleh para tuanya. Para budak itu hidup mati bergantung kepada sikap dan ucapan majikannya. Bagaimana kau menghapuskan watak Firaun dalam diri masyarakat jahiliyah itu yang menjadikan budak-budak mereka seperti binatang, bahkan mungkin lebih rendah dari binatang. Mereka digelari sebagai hamba sahaya sesuatu yang cenderung merendahkan. Manusia-manusia yang disebut budak itu diperjual belikan sesuai kemauan manusia lain yang memiliki uang dan kekuasaan.Wahai sang pencerah ingin rasanya aku bercerita kepadamu tentang kondisi negeriku yang sampai saat ini masih terjebak jual beli Tenaga Kerja yang harusnya bisa professional, namun diperlakukan ibarat budak di negeri orang. Penyiksaan seperti sebelum kedatanganmu masih pula kami saksikan, ada wajahnya yang disayat, dibakar atau diperkosa! Ya, Nabi..aku tak habis pikir bagaimana itu bisa terjadi sementara kau ribuaan Tahun yang lalu sudah menyerukan Ayat Allah : “Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kelebihan para mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta yang telah dikaruniakan ALLAH kepadamu.” (QS an-Nur(24):33). &lt;br /&gt;Rasull bukankah kau telah mencontohkan bahwa sesama manusia adalah setara sekalipun berhadapan dengan budak.Bukakah kau telah mengahapuskan rasisme dan sikap feodalisme itu dengan persahabatanmu dengan seorang budak Bilal bin Rabah.&lt;br /&gt;Aku pernah menyimak bilal sejak kecil dipanggil dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam)kemudian menjadi budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayahnya  mereka meinggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir.Betapa rendahnya nilai bilal saat itu tapi kau dengan kasihmu mengubah bilal menjadi tokoh penting agama yang kau bawa. Sahabatmu  Bilal yang mulia tak pernah rela melepaskan keyakinan yang kau ajarkan kepadanya. Ia berTauhid dengan sepenuhnya walau siksa mesti diterima. Termasuk ketika  orang-orang Quraisy itu menyiksa dirinya dengan memakaikan baju besi dibawah sengatan matahari, mencambuk tubuhnya  demi satu tujuan agar Bilal Mencacimu wahai Muhamad.Tapi Bilal yang cintanya padamu begitu besar tak lagi merasakan siksa apapun. Baginya, penderitaan itu masih terasa terlalu ringan jika dibandingkan dengan kecintaannya kepada Allah dan perjuangan dibawah didikanmu.Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”Muhamad Rasullulah…&lt;br /&gt;Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!” Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras. Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, para  tiran dibawah komando Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.Inilah bukti Cinta Wahai Muhamad, cinta seorang sahabat bagi sahabatnya yang lain, cinta seorang murid pada gurunya, cinta seorang rakyat pada pimpinanya. Didikan apakah yang kau lakukan ya Rasull ? sementara dinegeri kami, begitu banyak sahabat yang menipu sahabatnya, begitu banyak bawahan yang tunduk didepan atasanya namun mencaci maki dibelakang mereka !duhai kau utusan Allah, bagaimana caranya menjadi pemimpin yang begitu dicintai sepertimu, seperti cinta bilal yang mustadafin kepadamu dan ajaranmu ? Cinta apakah ini Ya Nabi ?Sementara aku wahai Muhamad belum dapat menjangkau seorang bilal pun.&lt;br /&gt;Wahai Nabi, Aku disini, di negeriku yang bernama Indonesia yang jaraknya ribuan kilo dari negeri yang kau diturunkan dan entah berapa ratus kilo dari kota kau dilahirkan hanya bisa merenung tentang sebuah peradaban yang kau bangun dahulu.12 Rabiul Awal Tahun Gajah atau tanggal 20 April 571 M adalah tanggal yang disepakati para ulama akan kelahiranmu,Aku pernah berkunjung ke-kotamu,melakukan napak Tilas perjalananmu dan datukmu Ibrahim dan ismail, semuanya membuatku tersadar bahwa dirimu adalah pribadi luar biasa yang Maha Agung. Negerimu begitu  tandus. dikelilingi gurun-gurun pasir dan pegunungan batu yang keras membuatku merenung. Betapa dari tempat itu sebuah peradaban besar dunia kau bangun, peradaban yang kau mulai dari madinah.Sementara negeriku yang samudranya kaya raya, tanahnya subur dan rakyatnya begitu banyak menganut spirit agama yang kau bawa belum juga dapat mengikuti jejak langkahmu. Kami belum bisa sepertimu ya Nabi. Kau dan para keluarga dan sahabatmu yang jumlahnya belasan kini telah membuat agama ini diikuti oleh dua milyar orang yang tersebar keseluruh penjuru dunia. &lt;br /&gt;Duhai Al-mustafa, aku disini hanya bisa melihat dirimu dalam teropong masa yang panjang. Kau adalah pemimpin sejati sementara aku hanyalah seorang pemimpin disebuah kota kecil yang bernama Palu sebuah propinsi di Sulawesi Tengah Indonesia. Menjadi walikota tak pernah ada dalam bayangan diriku yang jauh dari bangku akademik.Tapi aku percaya segalanya tidak ditentukan oleh gelar yang kita bawa, pendidikan yang aku lalui, adalah jalanan kehidupan. Tapi bukankah kau juga seorang yang tidak bisa baca tulis ya  Rasull ? Bukankah ketika jibril datang menghampirimu dan memaksamu untuk membaca kau berkata lirih “Aku tak bisa membaca”, katamu memohon kepada Jibril. &lt;br /&gt;Wahai Nabi yang dalam dirimu terdapat pribadi mulia,betapa kau adalah seorang yang senantiasa menyediakan waktu untuk menyepi, bertanya kepada dirimu dan mencari wajah Tuhan. Bukankah gua di gunung Hira di luar kota Mekah itu menjadi tempat terbaik bagi dirimu untuk melakukan perenungan menemukan arti kesepian,kesedihan bahkan penderitaan. Wahai suami khadijah aku sering melakukan penyepian di Gunung-gunung kotaku, menemukan makna kesendirian dan mencari wajah dirimu dalam kesepian itu.Aku merenungi sebuah penggalan ayat yang membahagiakan diriku dalam penyepian itu, wa laqad yassarnal quran lidzikri fahal mim mudzakkir"&lt;br /&gt;" dan sungguh telah Kami mudahkan Quran bagi orang yang suka mengingat Tujan (belajar),maka manakah orang orang yang mau mengambil pelajaran?" Ya, Rasull betapa kami senantiasa ingakar untuk belajar dari ayat-ayat Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8399809870744814634?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8399809870744814634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/surat-untuk-sang-nabi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8399809870744814634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8399809870744814634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/surat-untuk-sang-nabi.html' title='Surat untuk Sang Nabi'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-4695763831090727418</id><published>2010-12-14T23:26:00.000+08:00</published><updated>2010-12-14T23:27:09.786+08:00</updated><title type='text'>Apa kabar City For All?</title><content type='html'>Apa kabar City For All? pertanyaan itu dalam beberapa hari ini terus bermain di kepalaku. Serebrum otakku yang sehari-hari berpetualang mengantarkanku untuk menjawab dan merespon berbagai hal,  dalam beberapa waktu ini terus  mengirimkan berbagai implus dan kode tentang pertanyaan diatas.'Apa kabar City For All?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang jawaban yang muncul begitu normatif dan birokratis, 'semuanya sedang dalam tahap perencanaan dan agenda rekonsiliasi, termasuk berbagai tahap penyusunan dokumen strategis baik Rencana Program Jangka Menengah Daerah, Renstra dinas , atau berbagai  kondisi yang menceritakan  bahwa keadaanya sedang baik-baik saja. Tak ada yang perlu digelisahkan dari perjalanan impian 2010-2015 itu. City For All adalah gagasan yang akan mengejawantah dengan sendirinya ketika kita bersabar dan terus bekerja melalui berbagai etape sterategis yang telah menjadi bagian dari tugas birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prekteknya kalau ada warga yang sakit dan  mau berobat cukup menunjukan kartu jamkesmas atau Jamkesda,kalaupun keduanya tidak dimiliki (jamkesmas-jamkesda) cukup melapor ke RT dan Lurah setelah itu meminta rekomendasi, mereka langsung  dapat dilayani dirumah sakit pemerintah. Terus jika tidak mampu bersekolah ada saja kebijakan selama warga itu benar-benar ingin sekolah atau menyekolahkan anaknya, oleh pihak sekolah pastilah menunjukan kebijaksanaan, kalau ingin urus KTP,Kartu keluarga,izin usaha, cukup datang kekelurahan dan dinas terkait maka Insya Allah akan selesai. Di kota ini, PKL juga bebas berusaha tidak seperti dikota lain dimana Satpol PP begitu garang!  Bukankah semuanya berjalan, bukankah semuanya sedang baik-baik saja ? So, City For All there's nothing to fear...hahahahaaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan lain tiba-tiba saja Selebrum menjelaskan hal lain, 'bung semuanya sedang tidak baik-baik saja'!Tanyakan kabar tiga ratus ribu lebih rakyat kota itu, apakah mereka sedang baik-baik saja ? Bagaimana nasib mereka yang mesti berpanas ria ketika mesti antri diloket yang begitu kecil untuk mengurus KTP ? Berapa waktu yang mereka mesti buang hanya untuk mengikuti mekanisme pengurusan KTP dari RT sampai kantor catatan sipil? Berapa pula biaya-nya?Apakah hati mereka baik-baik saja, ketika wajah masam kadang kala menyambut mereka dari loket ke loket. Belum lagi tradisi lama  'upeti' untuk petugas yang memang tugasnya untuk melayani, mungkin saja masih terjadi dengan dalih adimistrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabarnya city for all yang dulu kau teriakan dengan derai air mata keharuan dan keyakinan ? Apakah kota ini telah menjadi milik semua, milik para buruh bangunan dari para kontraktor nakal yang membawa lari uang proyek disaat keringat mereka hampir habis dibakar panasnya bumi equatormu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabarnya tetanga sebelah rumahmu  yang anaknya sepuluh, cucunya entah berapa banyak yang mesti hidup dari ibu-ibu yang bekerja sebagai  buruh cucian dari tuan-tuan kaya ? Apa kabarnya teman-teman bermain bolamu saat kecil yang putus sekolah? bukankah  kini menjadi bagian dari penganguran kota ini!  mereka sudah beranak pianak pula, dan apakah anak-anak mereka juga akan putus sekolah. Mereka minder untuk sekolah, okelah mereka bisa bersekolah karena biaya pendidikan semakin murah dan mungkin saja gratis, tapi apakah mereka mesti bertelanjang kaki datang ke sekolah? karena toko yang menjual sepatu tidak pernah peduli dengan pendidikan gratis dan murah. Sementara disekolah anak-anak kaya mempertontonkan hendpone baru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah tak cukup menimpaku dengan berbagai tanda tanya dan gugatan, serebrum nakal itu kembali menghampiri,' bung dijalanan dulu kau selalu berteriak Negara mesti kuat dan tidak boleh dikalahkan oleh intervensi modal asing'!  bukankah kau  baru saja beberapa bulan lalu tidur dikasur empuk hotel mewah ibu kota, disebuah acara yang membicarakan kemiskinan yang dimodali oleh bank dunia yang dulu kau kutuk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana marahmu, sementara kau tau banyak orang diluar sana yang berbaju sama denganmu yang telah memiliki kuasa menikmati perjalanan dinas dengan alasan studi banding, sementara mereka cukup memainkan tombol komputer yang terkoneksi dengan internet untuk mengunduh dokumen yang mereka cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bung, bukankah city for all bermakna untuk semua ? siapakah yang menikmati kotamu? apakah si miskin benar-benar menikmati berbagai bantuan langsung dari sekian banyak bantuan yang datang, ataukah hanya segelintir orang yang mengaku misikin yang mendapatkanya? Apakah kau memiliki data yang jelas siapakah si miskin itu ? ataukah kau sedang menggunakan apa yang dulu kau benci menganalisis si miskin dengan angka-angka kosong tak beryawa itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah... bung rahmad, apakah sudah lupa ketika mahasiswa dulu kau selalu tertawa geli melihat mereka yang berseragam yang sama dengan seragam yang kau pakai saat ini, hanya duduk didepan komputer sambil bermain game zuma? seolah mereka digaji oleh negara untuk bermain game? ah sudahlah bung,  kau juga pelan tapi pasti mulai melupakan itu semua...mulai melupakan tugasmu untuk mewujudkan apa yang kau impikan, tentang  sebuah kota untuk semua.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh....Serebrum otakku yang baik... berhentilah mempertanyakan segalanya,aku lelah, butuh istirahat sejenak, besok mesti masuk kantor lagi setidaknya bisa berbuat sesuatu biar tidak memakan gaji buta yang diperas dari keringat rakyat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;palu, 14 desember (jam sepuluh malam,saat serebrum itu semakin liar)....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-4695763831090727418?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/4695763831090727418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/apa-kabar-city-for-all.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4695763831090727418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4695763831090727418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/apa-kabar-city-for-all.html' title='Apa kabar City For All?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7884675346386181897</id><published>2010-12-11T19:46:00.002+08:00</published><updated>2010-12-11T21:52:12.407+08:00</updated><title type='text'>Indonesia yang belum selesai… (sebuah Refleksi bagi peringatan hari Nusantara)</title><content type='html'>Rakyat Yogyakarta marah. Keistimewaan Yogya, sultan, dan keraton diusik oleh gugatan presiden sebagai pemerintah pusat, yang mengangap ada benturan antara model demokrasi dan monarki. Seperti api, konflik menjalar keberbagai ruang kenegaraan dan sosial politik. Sejarah lama kembali diangkat, jasa keraton kembali diungkit dan Indonesia sebagai sebuah institusi Negara kembali dipertanyakan?&lt;br /&gt; Apa yang terjadi di Yogyakarta sebenarnya merupakan gambaran bahwa negeri ini belum pernah selesai dalam melakukan konsolidasi dan itegrasi nasional. Indonesia sebagai sebuah bangsa yang mengintegrasikan entitas nasional yang menyatukan ribuan etnik, pulau, suku, budaya,kerajaan dan ribuan bahasa masih begitu rapuh.Benturan konstitusional antara sistim politik dan pemerintahan yang kini berlaku atas nama Negara di Indonesia dan sejumlah identitas lokal yang kini bermukim dalam payung Indonesia, sebenarnya adalah buah dari kerapuhan tersebut, dimana Indonesia sebagai sebuah Negara belumlah selesai!&lt;br /&gt;  Hari ini Yogyakarta yang berontak dan mempertahankan keistimewaan kultural dan identitas kekuasaan lokal mereka, beberapa tahun lalu Aceh dan papua, demikian pula sudah sewindu lebih timor-timur memisahkan diri, besok atau lusa apakah daerah-daerah lainya tidak akan berbicara hal yang sama ? meminjam pertanyaan  filosof Ernest Renan yang dituliskan kembali Daoed Joesoef di harian kompas  Qu’est qu’une nation?” (apakah yang dimaksudkan dengan bangsa?) Inti jawaban pertanyaan itu adalah La nation c’est la volonte d’etre ensemble (bangsa adalah tekad untuk hidup bersama).&lt;br /&gt; Tekad hidup bersama yang kini terbentuk dan melahirkan anak kandung sejarah yang bernama Indonesia adalah hal yang masih penuh pertanyaan. Apalagi jika dilihat dari babak sejarah Nusantara. Spirit perjuangan mengusir kolonialisme adalah sprit yang terbentuk secara kultural dan saling terpisah dari sebuah ikatan yang bernama Negara Indonesia. Pecahan sejarah inilah yang bisa jadi akan menjadi bom waktu yang pada saatnya nanti akan meledak.&lt;br /&gt; Itegrasi kewilayahan yang kini menjadi dasar berdirinya Indonesia adalah sebuah cacat sejarah jika dilihat dari arah dan orentasi perjuangan kemerdekaan yang begitu parsial. Perjuangan  Sultan Ageng Tirtayasa di banten, Hasanuddin di Gowa atau Thomas Matulessi di ambon dan imam bonjol di minangkabau apakah sedang membicarakan kisah kepahlawanan sebuah Negara yang bernama Indonesia? Ataukah mereka sedang berjuang membebaskan tanah dan alam mereka yang didatangi oleh penjajah ? semuanya masih kabur dalam kacamata historis kebangsaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia vs Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah konsep kekinian sementara nusantara adalah konsep masa lalu, mungkin demikian yang ada dalam benak pemerintah negeri ini sampai berbagai bentuk kebudayaan masa lalu mesti dibenturkan dengan sistim dan regulasi kenegaraan saat ini. Mereka yang menyimpang dari Indonesia yang kata para pengguasa “sudah fainal”, diberi label supersif, ekstrimis maupun sempalan atau bisa jadi teroris.&lt;br /&gt;Padahal jika disandingkan dari sebuah catatan sejarah Indonesia sendiri baru dikenali pada paruh tahun 1847 di majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: “… the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians”&lt;br /&gt;Sementara Nusantara adalah pejabaran dari identitas kebangsaan yang sudah dikenal dalam kitab Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Dalam  Sumpah Palapa dari Gajah Mada 1331 – 1364 sudah jelas tertulis “Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendirian Indonesia yang Belum Tuntas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno,Hatta dan para pendiri Indonesia sesunguhnya belum pernah mencapai titik final menyangkut konsep integrasi Indonesia secara utuh. Ada patahan sejarah yang sangat jarang diangkat menyangkut bagaimana para pemegang kekuasaan di Nusantara dan Jawadwipa, rakyat dari sabang sampai maruke, melakukan itegrasi dalam bingkai Negara kesatuan Republik Indonesia. Catatan yang menceritakan proses integrasi tersebut hanya bisa didapatkan saat pada bulan maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.&lt;br /&gt;Patahan inilah merupakan ruang kosong yang masih penuh berbagai pertanyaan menyangkut Indonesia yang satu dan akan membuka berbagai lembaran gugatan tentang masa depan kita sebagai sebuah Negara. Beberapa studi tentang politik lokal juga menunjukkan bahwa secara geneologis, sebagian elit politik lokal yang muncul bersama proses reformasi adalah para elit politik lama atau aristokrat masa lalu. Fenomena pertemuan raja-raja di Indonesia seperti di Yogyakarta, Tenggarong dan Bali serta berdirinya kembali kerajaan-kerajaan yang telah lama tidak aktif seperti kerajaan Kutai Kertanegara atau Pontianak semakin menguatkan dugaan bahwa elite kerajaan mulai mencoba memainkan perannya dalam pentas politik nasional. Bisa jadi pada titik eskalasi tertentu konsolidasi antara kekuatan kepemimpinan Nusantara ini akan terjadi dan jika bersatu degan gelombang ketidakpuasaan rakyat atas ketidak adilan Batavia maka tinggal menunggu waktu saja Indonesia hanya dikenang sebagai sejarah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7884675346386181897?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7884675346386181897/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/indonesia-yang-belum-selesai-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7884675346386181897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7884675346386181897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/12/indonesia-yang-belum-selesai-sebuah.html' title='Indonesia yang belum selesai… (sebuah Refleksi bagi peringatan hari Nusantara)'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5579059119593397356</id><published>2010-11-09T12:53:00.002+08:00</published><updated>2010-11-09T13:28:05.712+08:00</updated><title type='text'>Suara Rakyat Bukan Suara Tuhan</title><content type='html'>Suara Rakyat adalah suara Tuhan.Vox Populi Vox Dei,demikian kata banyak orang dan sejumlah pakar menilainya. Tapi benarkah itu dalam realitas ketika kita berada diantara barisan massa yang kita sebut Rakyat ? Siapakah rakyat ? atau yang manakah yang kita sebut sebagai rakyat ? Terus Rakyat manakah yang hendak kita percayai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat juga sering atas nama, atas nama rakyat sejumlah orang dengan agama tertentu membakar, membununuh dan menjarah. Atas nama rakyat banyak yang datang memanipulasi sertifikat tanah dan menjualnya berkali-kali.Juga atas nama Rakyat ratusan orang berdemonstrasi menuntut sesuatu yang dia sendiri tidak ketahui titik persoalanya yang mereka tahu, setelah selesai demonstrasi dua puluh ribu diisi dikantong mereka. Sekali lagi atas nama rakyat banyak orang berkampanye menuliskan slogan didukung oleh rakyat dan bekerja demi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini zaman edan ketika semuanya layak untuk dipertanyakan identitasnya. Tentu saja identitas menjadi hal yang begitu penting tanpa identitas kita sulit mengkalkulasi segalanya. Menghitung apakah ini sekedar atas nama atau memang benar-benar rakyat. Pertanyaanya rakyat yang mana ? kalau untuk rakyat kita harus berdebat dengan jutaan definisi bagaimana dengan suara Rakyat suara Tuhan ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5579059119593397356?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5579059119593397356/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/suara-rakyat-bukan-suara-tuhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5579059119593397356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5579059119593397356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/suara-rakyat-bukan-suara-tuhan.html' title='Suara Rakyat Bukan Suara Tuhan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8338399567444838616</id><published>2010-11-03T23:08:00.004+08:00</published><updated>2010-11-04T08:51:20.829+08:00</updated><title type='text'>Korupsi dan Bencana</title><content type='html'>Korupsi dan bencana adalah dua persoalan yang semakin marak di Indonesia semenjak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Uniknya lagi pada masa ini penanganan persoalan Bencana dan Korupsi telah dilembagakan bahkan membentuk komisi dan dinas khusus. Untuk penanganan korupsi selain hakim,jaksa dan polisi dibentuk pula Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang terus menjadi hedline news disetiap media dan selalu menarik jadi bahan obrolan dari kafe mewah sampai warung pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah dengan persoalan korupsi, persoalan bencana semakin akrab saja dengan negeri ini bahkan saking akrabnya setiap pemerintah kabupaten kota/propinsi sampai kementerian dibentuk badan penangulangan bencana. Anehnya semenjak komisi dan lembaga negara itu dibentuk berbagai bencana datang silih berganti demikian pula kasus korupsi yang semakin menjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi dan bencana bahkan pada masa tertentu berubah menjadi satu “korpsi bencana”!Berbagai kasus telah menunjukan kepada kita betapa bencana yang kini terjadi di indonesia oleh pihak-pihak tertentu dijadikan komoditas untuk dijual dan dikorupsi. Ada banyak cerita yang membuka mata kita betapa bencana sekalipul tidak lepas dari tindakan amoral oleh sekelompok manusia bejat. Kasus di Sulawesi Utara Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara sedang merampungkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) kasus dugaan korupsi dana hibah bencana alam di Kabupaten Talaud senilai 6,9 miliar rupiah pada pos bantuan bencana alam tahun anggaran 2007-2008. (www.antara news) Ada juga berita tentang mantan Gubernur Banten Djoko Munandar yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi penyelewengan bencana alam senilai Rp 14 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih soal korupsi bencana, Mantan Kabag Kesra Pemkab Probolinggo H Sudarmin beserta empat tersangka dugaan korupsi dana bantuan bencana alam puting beliung juga telah disidangkan karena menyelewangkan dana bantuan senilai dua ratus juta lebih. Berbagai kasus lainya tentu saja masih ada dibelakang berbagai bencana. Inilah Indonesia, bencana alam seperti menjadi berkah bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi dana bencana telah membuktikan bahwa pada dasarnya negara telah gagal melakukan berbagai upaya pendekatan struktural dalam penanganganya. Para pelaku korupsi sebahagian besar adalah aparat birokrasi yang harusnya menjadi pelayan bagi korban bencana bukan justru menjadi koruptor baru ditengah penderitaan rakyat yang sedang menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya lagi sekarang pemerintah berinisiatif akan mengadakan asuransi penanggulangan bencana nasional yang diharapkan bisa dikelola oleh industri asuransi. Selain dapat meringankan beban biaya untuk pembangunan kembali pasca bencana, pengelolaan tersebut juga diyakini pemerintah dapat meningkatkan permodalan industri asuransi nasional. Semakin gawat saja logika petinggi negeri ini persoalan bencana didepan mata malah dijadikan komoditas baru bagi industry asuransi swasta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8338399567444838616?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8338399567444838616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/korupsi-dan-bencana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8338399567444838616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8338399567444838616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/korupsi-dan-bencana.html' title='Korupsi dan Bencana'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-6252701773800704508</id><published>2010-11-02T22:27:00.006+08:00</published><updated>2010-11-02T23:24:33.503+08:00</updated><title type='text'>Selamat Tinggal Rumah Kertas</title><content type='html'>Anakku Ali untuk pertama kalinya aku "Takut"setelah kata itu enam tahun lalu aku buang jauh dari kehidupanku.Bagaimana tidak, disaat segenting ini ketika persalinanmu sudah semakin dekat dan dapat dihitung dengan jari tangan, pemilik rumah kertas yang aku dan ibumu gunakan berlindung meminta kami untuk segera angkat kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada alasan yang pasti selain pemiliknya ingin memperbaiki rumah kertasnya yang ketika musim hujan datang akan berubah menjadi kolam renang yang luas seperti kolam renang dalam sinetron. Tapi kolam renang rumah kertas kontrakan kita adalah ruang tamu,kamar tidur sampai dapur yang pernah memaksa kami tidak bisa terlelap semalaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kertas ini bagi aku dan ibumu begitu berjasa dan akan selalu kami kenangkan.Setidaknya menjadi tempat berteduh walau tak mampu menahan air hujan, rumah kertas ini mampu melindungi kami dari panasnya matahari. Di rumah kertas ini pula sekolah magisterku selesai, sekaligus tempat dimana kau ditakdirkan bersatu dalam tubuh ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali anakku, tinggal menghitung hari kau akan lahir  sementara aku masih bingung hendak kemana mencarikan tempat berteduh yang aman bagi dirimu dan ibumu untuk sementara, sampai persalinanmu selesai dan kau bisa tidur dengan tenang dibalik selimut kecilmu yang beberapa hari lalu telah dibelikan oleh ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, maafkan aku atas masalah ini. Aku mungkin terlalu sibuk mengejar mimpi dan lupa mempersiapkan hal yang penting bagimu. Maafkan atas ketidaknyamanan ini, aku dan ibumu juga sudah meminta waktu pada sang pemilik tapi ia tetap kokoh pada pendirianya ingin merenovasi rumah kertas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali kali ini aku benar-benar 'takut'membayangkan waktu yang berjalan. Aku mesti berlomba mempersiapkan segalanya. Aku tak ingin kalah dan tak boleh kalah dengan takdir ini, karena aku lelaki.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat rumah kertas kami yang sebentar lagi harus berpisah kami akan mengenangmu dalam takdir hidup kami...&lt;br /&gt;keluarga kecil rahmad&lt;br /&gt;BTP Blok L.347&lt;br /&gt;makassar sulawesi selatan...&lt;br /&gt;makassar,2/11/2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-6252701773800704508?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/6252701773800704508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/selamat-tinggal-rumah-kertas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6252701773800704508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6252701773800704508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/selamat-tinggal-rumah-kertas.html' title='Selamat Tinggal Rumah Kertas'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5665906756959576705</id><published>2010-11-01T11:18:00.003+08:00</published><updated>2010-11-01T11:56:09.638+08:00</updated><title type='text'>Internet sehat ?</title><content type='html'>Beberapa hari lalu sebagai pegawai negeri sipil yang bertugas sebagai Humas Pemerintah, saya menghadiri Rapat Kordinasi Nasional (rakornas) Komunikasi dan Informatika di hotel bidakara jakarta.Pada Rakor tersebut didiskusikan berbagai tema seputar arah dan kinerja kementerian KOMINFO pada masa mendatang. Salah satu tema yang mengemuka adalah gerakan INTERNET SEHAT.Berbagai pembicara tampil dalam acara rakor tersebut.Ada beberapa menteri,sejumlah dirjen di KOMINFO,Awari sampai unsur masyarakat. Pada intinya semua membicarakan satu topik mendeklarasikan sebuah Gerakan Nasional Internet Sehat!&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kemudian muncul dalam kepala saya apakah yang dimaksud gerakan internet sehat ? Apakah internet sehat adalah upaya untuk tidak mengunakan internet untuk tidak mengakses konten pornografi? Menahan laju kejahatan internet ? atau apa ?&lt;br /&gt;Bagi saya teknologi adalah pisau bermata dua yang memiliki sisi positif dan negatif. Anomi atau penciptaan kondisi ketakutan akan dampak dari sebuah teknologi saya rasa terlalu berlebihan. Seharusnya kita lebih fokus mengarahkan energi pada penciptaaan kreatifitas dan kreasi baru dalam jejaring dunia maya ketimbang membincangkan berbagai isu seputar dampak buruk sebuah teknologi.&lt;br /&gt;Harusnya kita lebih fokus membicarakan bagimana internet dapat diakses secara masal, murah dan mudah oleh warga serta mendorong berebagai kreasi konten yang mendukung kebutuhan informasi masyarakat. Misalnya saja mengapa pemerintah tidak membuat sebuah website tentang informasi harga komoditi pertanian/perkebunan bagi para petani agar mereka tidak dipermaikan oleh para tekulak, membuat berbagai game online yang mendukung proses belajar anak-anak, mendorong penciptaan berbagai web educasi bagi para guru atau membuat sistim informasi yang terintegrasi secara nasional tentang databesse kependudukan mulai dari KTP online secara nasional sampai data pemilih yang selalu jadi masalah. &lt;br /&gt;bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5665906756959576705?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5665906756959576705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/internet-sehat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5665906756959576705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5665906756959576705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/11/internet-sehat.html' title='Internet sehat ?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7726567673619121770</id><published>2010-10-01T23:33:00.000+08:00</published><updated>2010-10-01T23:37:40.562+08:00</updated><title type='text'>“Kritik atas Kekerasan”</title><content type='html'>Saya mesti mengutip  Walter Benjamin dalam ‘Critique of Violence’ saat mencoba meneropong fenomena kekerasan yang kini terjadi di negeri ini. Dalam pandangan Benjamin, Kekerasan merupakan “ ekspresi”,  baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan ‘agresi’ dan penyerangan. &lt;br /&gt;Berbagai ‘ekspresi agresor’ kini menjadi santapan harian di berbagai ruang sosial masyarakat.  Beberapa hari lalu di Jakarta seorang kakak saya terjebak saat melintas di depan Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan yang kebetulan sedang menggelar persidangan perkara bentrokan di klub malam, Blowfish. Syukurlah hanya kaca mobilnya yang menjadi korban. Akan tetapi itu sudah membuat trauma di dalam kepalanya, setidaknya dari kalimat short messege (SMS) yang dikirimkannya kepada saya ,”Dek, kejadiannya seperti film-film mafia holywood,  ketika dua geng saling tembak dan polisi hanya diam antara kebingungan atau ketakutan!  &lt;br /&gt; Ekspresi kekerasan juga terjadi di Tarakan. Menurut sebuah media harian lokal sekitar tiga puluh ribu orang langsung mengungsi akibat konflik komunal tersebut. Sebelum Tarakan, ada cerita dari Buol, Sulawesi Tengah, tentang polisi dan masyarakat yang saling beradu dan terlibat kekerasan, ada juga kejadian perampokan bank di Medan yang disinyalir dilakukan kelompok teroris yang berujung adu tembakan antara polisi dan teroris. Kemarin pada 1 Oktober, kita juga sedang merayakan hari  ‘kekerasan’ ketika sekelompok orang yang menganut sebuah ideologI dianggap melakukan upaya kudeta kepada enam pejabat tinggi militer, mesti  menangung beban sejarah dan darah. Tentu saja ada banyak kejadian kekerasan baik antara polisi dan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat atau negara melawan terorisme yang kini marak menjadi tontonan publik.&lt;br /&gt;Akar Kekerasan&lt;br /&gt; Kekerasan yang kini tampak di permukaan sebenarnya bermuara pada gambaran gagalnya institusi-institusi dalam negara sebagai penyelenggara kekerasan yang sah. Dalam perspektif Weber didefinisikan bahwa legitimasi untuk melakukan kekerasan secara “sah" yakni dengan alasan untuk melaksanakan putusan pengadilan dan menjaga ketertiban umum. Kekerasan sah dalam bentuk hukuman  dapat dilakukan oleh institusi negara seperti kepolisian, pengadilan, dan berbagai alat negara lainya yang memiliki fungsi secara legal. &lt;br /&gt; Gagalnya institusi negara dengan pranata hukumnya seperti kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman telah memaksa masyarakat untuk cenderung menyelesaikan masalahnya sendiri. Kegagalan ini disebabkan ketidakpercayaan masyarakat atas institusi-institusi hukum yang secara telanjang cenderung korup. Tentunya kita masih ingat berbagai kasus korupsi di tubuh aparat penegak hukum. Di kepolisian ada kasus Gayus yang menyeret Kompol Arafat dan Sisno Duaji. Sementara di kejaksaan ada kasus Jaksa Ester sampai tututan bagi Cyrus Sinaga.&lt;br /&gt; Prilaku korup ini telah menjadikan masyarakat lebih memilih melindungi dirinya sendiri. Maka bermunculanlah berbagai laskar yang memiliki potensi sebagai pemicu berbagai prilaku kekerasan di tengah masyarakat. Hal ini diperparah dengan aparat kepolisian yang cenderung terlibat menjadi aktor kekerasan ilegal seperti di Buol yang  telah memacu resistensi antara masyarakat dan pranata penegakan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar kekerasan juga bisa muncul akibat menjamurnya kemiskinan. Faktor ekonomi menjadi pendorong utama untuk melakukan pelanggaran terhadap aturan hukum yang ada. Menjamurnya premanisme hanyalah merupakan bias dari tidak meratanya distribusi ekonomi di tengah masyarakat. Kesenjangan sosial adalah pemacu bagi tumbuhnya gesekan sosial di tengah kelompok-kelompok masyarakat yang melihat adanya ketidakadilan distributif.&lt;br /&gt;Kemiskinan di balik berbagai gedung-gedung mewah yang melahirkan gang-gang tikus menjadi lahan subur menyatunya rasa solidaritas dan sepenangungan. Ketika ada bagian dari komunitas ini dicederai maka pembentukan solidaritas komunal menjadi hal yang tak dapat dibendung lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperkuat Negara ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi terorisme, perang sipil, dan konflik atas nama agama tidak boleh dilihat sebagai hal-ikhwal yang berdiri sendiri. Peristiwa-peristiwa yang terjadi merupakan gejala politik dimana negara sebagai institusi telah gagal memberikan perlindungan di tengah masyarakat. Untuk itu pembenahan yang harusnya dilakukan oleh pemerintah adalah pembangunan proses institusionalisasi dalam tubuh lembaga negara termasuk mengembalikan kewibawaan aparat penegak hukum.&lt;br /&gt;Kedua, sudah menjadi tangung jawab para pengelola negara untuk mencengah semakin melebarnya potensi kekerasan dengan meminimalisir  jurang kemiskinan ditengah masyarakat. kesenjangan sosial yang berujung pada kecemburuan sosial mesti dibenahi dengan serangkain kepastian ekonomi dan hukum yang berkeadilan. &lt;br /&gt;Ketiga, sudah waktunya negara berhenti menjadi terror bagi masyarakat, penebar ancaman, paksaan, dan kecemasan berlebihan. Berbagai pasukan khusus anti terror, pidato presiden sebagai kepala negara yang merasa terancam oleh sekelompok teroris telah membuat masyarakat cenderung mengalami terror atas nama negara. Bahkan sebahagian kalangan berpendapat,  semenjak pembentukan detasemen khusus 88 anti terror justru terror dan kekerasan semakin menjamur di tengah masyarakat, demikian pula adanya penangkapan sejumlah orang yang dituduh teroris dan pelaku kekerasan justru terjadi setelah pidato presiden tentang ancaman dirinya.&lt;br /&gt;Keempat, Negara yang kuat adalah negara yang ditopang oleh semangat kebersamaan dan ke-kitaan. Indonesia dengan beragam etnik,suku,agama, warna kulit, kebudayaaan dan ideology harus direkatkan kembali sebagai sebuah kesatuan yang berbeda namun saling melengkapi.Kebinekaaan mesti dilihat sebagai sebuah rahmat, bukan menjadi bagian dari potensi disintegrasi. Tentunya kita tidak berharap kelak anak-anak kita hanya bisa diceritakan tentang “dahulu Indonesia itu adalah sebuah negara besar dari sabang- maruke yang dihuni berbagai suku,agama dan budaya dan kini Indonesia tinggal sejarah, karena nenek moyang kalian suka saling membunuh atas nama keyakinan,kesukuan ataupun atas nama agama”! Torang samua basudara!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7726567673619121770?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7726567673619121770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/10/kritik-atas-kekerasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7726567673619121770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7726567673619121770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/10/kritik-atas-kekerasan.html' title='“Kritik atas Kekerasan”'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3121338127102651320</id><published>2010-09-29T23:11:00.000+08:00</published><updated>2010-09-29T23:12:50.956+08:00</updated><title type='text'>Wake Me Up When September Ends</title><content type='html'>Summer has come and passed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The innocent can never last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;like my fathers come to pass&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seven years has gone so fast&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;here comes the rain again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;falling from the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;drenched in my pain again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;becoming who we are&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as my memory rests&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but never forgets what I lost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;summer has come and passed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the innocent can never last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ring out the bells again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;like we did when spring began&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;here comes the rain again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;falling from the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;drenched in my pain again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;becoming who we are&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;as my memory rests&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but never forgets what I lost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Summer has come and passed&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The innocent can never last&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;like my father's come to pass&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;twenty years has gone so fast&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green Day –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak kejadian September  yang bermain dikepalaku. Seperti juga kata Green Day Wake Me Up When September Ends ! Aku merenung  tentang almarhum Ayah,  like my fathers come to pass, seven years has gone so fast, wake me up when september ends! Tujuh tahun sudah saya menyelesaikan sekolah s1 dan s2 ini secara beruntutan menyelesaikan cita-cita itu, seperti apa yang  aku bincangkan denganmu ayah. Seperti juga tentang katamu dan harapanmu untuk menjadi..ah…! summer has come and passed, the innocent can never last wake me up when september ends…Pa, musim panas itu telah berlalu dan pergi dan kini anakmu sebentar lagi akan menjadi ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir September ini harusnya memaksaku untuk bangkit dan bangkit lagi, tapi entah kenapa saya kehabisan energy untuk itu. Oh maaf, saya tidak bermaksud menerjemahkan lagu ini… saya hanya ingin membuatnya sesuai dengan hatiku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September selalu saja menyimpan banyak luka di kepalaku. Sewaktu kuliah dulu saya selalu ingat ada tragedy tahunan yang entah disengaja atau tidak di Universitas Hasanuddin yang bernama black September dimana mahasiswa saling melempar, berteriak bahkan saling busur ! Sekali lagi entah untuk kesombongan fakultatif, ego, atau apapun namanya,  dan hari ini  telah membangunkan saya saat September hampir berakhir  dan saya semakin tua untuk mengenang jejak-jejak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hei… here comes the rain again, falling from the stars drenched in my pain again becoming who we are…ya tepat hujan datang lagi, jatuh dari bintang-bintang itu… dan saya juga tidak tau hendak melakukan apa-apa bung, siapakah saya kini !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;twenty years has gone so fast…..! ya, dua puluh tahun masa untuk sekolah, sejak aku di umur 6 tahun dan kini aku lelah, bosan dan tidak punya daya  untuk bermimpi banyak hal! ring out the bells again, like we did when spring began wake me up when september ends!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya terbangun pada september kali ini, saat lonceng kerusuhan yang berbunyi dimana-mana, di buol Sulawesi tengah, tarakan dan Jakarta dimana kita dibangunkan  akan akhir September yang penuh dengan pesimistik tentang bangsa ini! Seperti pula hitamnya 5 September 1972 ketika se kelompok teroris  membantai para atlet di munchen, dan juga hal yang sama berulang pada   September kali ini, ketika atas dasar fa’i banyak orang menjadi halal untuk merampok dan membunuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;like my father's come to pass&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;twenty years has gone so fast&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wake me up when september ends&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3121338127102651320?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3121338127102651320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/wake-me-up-when-september-ends.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3121338127102651320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3121338127102651320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/wake-me-up-when-september-ends.html' title='Wake Me Up When September Ends'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8875151682306986098</id><published>2010-09-13T20:47:00.001+08:00</published><updated>2010-09-13T21:52:59.282+08:00</updated><title type='text'>Diskursus Kritis  Ulang Tahun Kota Palu ke 32</title><content type='html'>Sebagai seorang putra daerah yang belajar ilmu komunikasi hati saya sedikit tersayat ketika sebuah halaman facebook dikirimkan kepada saya  dengan alamat Hari Ulang Tahun Kota Palu  yang menampilkan sebuah iklan  ‘perayaan ulang tahun kota ke 32’. Pasalnya, diatas iklan ‘Hut Kota Palu with kotak’ di cantumkan sponsorship sebuah iklan rokok.&lt;br /&gt;Belum usai keterkejutan saya, ketika berkeliling disekitar kota begitu banyak liflet dan selebaran yang memuat iklan yang sama. Hal yang sama juga terjadi ketika saya menuliskan ‘keywords’ulang Tahun kota palu di situs pencari nomor satu dunia google yang mengantarkan saya “pada halaman Baranding rokok yang  memuat ulang tahun kota palu” menjadi halaman nomor 1.&lt;br /&gt;Mengapa saya berani  mengatakan ‘Branding rokok yang memuat sebuah acara dalam rangkaian ulang Tahun Kota Palu ?’  karena secara denotative penampilan iklan rokok tersebut lebih menampilkan pesan dominan rokok ketimbang pesan ulang tahun kota palu. Namun bukan itu titik masalahnya, persoalanya adalah bahwa ditengah berbagai gugataan pemerintah tentang konten iklan rokok justru pemerintah kota palu seolah didikte oleh iklan rokok tersebut. Padahal diluar negeri sebuah kemasan rokok disertai berbagai gambaran menyeramkan tentang dampak rokok bagi organ tubuh.&lt;br /&gt;Sebuah branding  bertujuan untuk membangun sebuah reputasi yang panjang. Marie Germain dalam bukunya “BRAND OF THE WEEK, Cause Marketing” menyatakan bahwa penciptaan sebuah branding memiliki sebuah tujuan “Pay Less is the Target mantra”! Ungkapan Germain sangat benar dengan apa yang terjadi pada kasus branding iklan rokok ulang tahun kota palu. Mungkin dari sisi pemerintah beranggapan telah mendapatkan keuntungan dari disosialisasikan berbagai rangkaian kegiatan ulang tahun kota palu pada 19 september nanti oleh pengiklan yang mungkin juga menangung acara konser yang mendatangkan band anak muda KOTAK. Namun anggapan tersebut  sebenarnya tidak tepat, yang ada jika dikontekstualisasikan dengan kata Marie “pemerintah kota palu sebenarnya sedang dibayar murah, sedangkan rakyat se-kota palu sedang dijadikan sasaran mantra oleh perusahaan rokok tersebut”!&lt;br /&gt; Satu hal yang perlu dicatat bahwa branding memiliki konsekuensi jangka panjang ketika branding tersebut berhasil dilekatkan didalam benak alam bawah sadar konsumen. Sebuah analogi sederhana dan sudah menjadi rahasia umum menyangkut  betapa ampuhnya mantra dari sebuah branding kembali saya contohkan secara sederhana seperti ini ; ketika anda ingin membeli air mineral apa yang anda sebutkan ? sebahagian besar kita akan menyebut merek ‘Aqua’, padahal mungkin saja yang ada diwarung dan yang pas dengan uang dikantong adalah merek air kemasan lainya. Atau ketika kita ke warung untuk membeli mie biasanya ibu-ibu dan para mahasiswa akan berujar ‘beli..beli …indomie’ yang mungkin saja yang hendak kita beli adalah mie dengan merek lain. Dari analogi ini saya hanya takut, jika kita menyebut ulang tahun kota palu maka akan diikuti dengan kalimat enjoy aja! merujuk pada rokok yang menjadi sponsornya. &lt;br /&gt; Selain dari segi keuntungan produsen rokok yang juga perlu diperhatikan oleh pemerintah kota palu bahwa saat ini Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)larangan iklan rokok sedang menjadi wacana pemerintah. Menjadi sangat miris jika pemerintah pusat sedang giat-giatnya melakukan proteksi terhadap iklan rokok justru pemerintah kota palu menjadikan sebuah produsen rokok sebagai sponsor kegiatanya.&lt;br /&gt; Terus terang saja saya perokok yang sedang berusaha untuk berhenti, atau setidaknya tidak merokok saat dirumah semenjak istri saya sedang hamil. Namun secara pribadi meninjau diskursus kapitalisasi prodak melalui iklan apalagi iklan rokok dalam acara pemerintah, saya rasa hal tersebut perlu digugat. Pasalnya pemerintah adalah patron dari sebuah masyarakat, sehingga menjadi aneh ketika disaat kita semua sedang menyambut ulang tahun kota yang kita cintai  justru dikomodifikasi oleh sebuah prodak rokok, apalagi kita semua berharap kedepan palu sesuai impian walikotanya dapat menjadi kota untuk semua termasuk kota bagi mereka yang tidak merokok,  bukan hanya menjadi kota seperti diiklan tersebut, dimana logo kota palu lebih kecil dibandingkan logo perusahaan rokok tersebut atau tulisan ulang tahun kota palu menjadi  terabaikan digantingkan dengan gambaran para artis band KOTAK dan komunitas rokok tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8875151682306986098?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8875151682306986098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/diskursus-kritis-ulang-tahun-kota-palu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8875151682306986098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8875151682306986098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/diskursus-kritis-ulang-tahun-kota-palu.html' title='Diskursus Kritis  Ulang Tahun Kota Palu ke 32'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8168659733895711337</id><published>2010-09-08T23:23:00.001+08:00</published><updated>2010-09-08T23:25:16.004+08:00</updated><title type='text'>idulfitri kali ini....</title><content type='html'>Nak, ini  lebaran kedua aku dan ibumu menjadi kami. Sudah dua lebaran dimana aku memiliki daftar tujuan mesti mudik kekampung ibumu. Sebelumnya semenjak ayah dan ibuku tiada dan aku mesti hijrah kuliah di Makassar tak ada jadwal pasti apakah aku mesti pulang atau tidak. &lt;br /&gt; Semasa kuliah dulu, disaat semua orang bergegas untuk pulang berlebaran kekampung masing-masing, biasanya aku hanya bisa termenung sembari mengenang sebaris pusi kawanku dedy hermansyah “kemana aku mesti pulang ? Bukankah aku tak pernah membangun rumah dihatimu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat seperti saat ini adalah masa yang paling kubenci selama menjadi mahasiswa. Aku benci membayangkan saat kawan-kawanku mendapatkan pesan baik lewat sms atau telpon dari orang tua dan keluarga mereka yang meminta untuk pulang. Sementara aku hanya dapat terpaku disalah satu bilik Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) sembari bepikir betapa senangnya para mahasiswa itu, ketika sampai didepan pintu rumahnya akan disambut oleh ibu dan sanak saudara  yang memeluk dengan kerinduan seolah mereka baru pulang dari medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah ada kawan-kawanku yang kadang berbaik hati yang mengajak pulang kekampung mereka.  Ada kawan yang sudah kuanggap keluargaku  seperti Adam yang selalu membuka pintu rumahnya untukku. Dirumah kawanku itu di jeneponto, aku sudah seperti anak bahkan aku membayangkan ibu, almarhum ayahnya dan saudara-saudaranya seperti saudaraku sendiri dan aku menjadi salah satu bagian dari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula seorang juniorku dikampus, namanya Asri Abdullah atau biasa dipanggil Aco yang telah kujadikan adik semenjak aku menggenalnya. Aco akan gelisah dan mencariku ketika malam takbiran tiba dan akan memaksa untuk berlebaran dirumahnya. Kalau tidak salah, dua lebaran kuhabiskan bersama keluarganya. Bersama Aco aku merasakan makna ketulusan dan perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, semenjak menjadi Yatim-Piatu aku hanya punya dua orang kakak di kampung. Mungkin kau bertanya mengapa tak pulang saja di rumah kenangan itu bersama mereka ? Katahuilah Nak, aku tak mau menjadikan beban kepulanganku menjadi beban meraka. Sudah cukuplah aku terkadang dibantu uang bulanan itu sudah menjadi beban dan aku tak mau adalagi beban hanya untuk sebuah waktu yang disebut sebagai silaturahmi. &lt;br /&gt;Ah….sudahlah kuhentikan saja tulisan ini sebelum menjadi sebuah keluh kesah, bukankah aku telah memiliki kau dan ibumu yang membuatku dapat menjawab baris pusi dedy, setidaknya aku tau kemana aku mesti pulang , karena aku telah membangun rumah dihati kalian…..!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8168659733895711337?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8168659733895711337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/idulfitri-kali-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8168659733895711337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8168659733895711337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/idulfitri-kali-ini.html' title='idulfitri kali ini....'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8685751059253771090</id><published>2010-09-05T00:10:00.000+08:00</published><updated>2010-09-05T00:11:25.772+08:00</updated><title type='text'>sabarlah istriku</title><content type='html'>Istriku, maafkan suamimu ini yang  mungkin akan membuatmu kecewa. Sekali lagi aku gagal membawa yang  menjadi hakmu tepat waktunya pulang ke-rumah. Sayang ketahuilah inilah diriku apa adanya ? kali ini hanya kata 'maaf' yang bisa kuucapkan sembari berbisik "de inilah resiko kau menikah denganku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangku dapat kubayangkan garis wajahmu pasti berubah namun kau istriku yang akan selalu setia mendengarkan penjelasanku, walau ku tau dalam batinmu kau layak menuntut hakmu. Tapi sayangku, tak bisa ku bayangkan seorang wanita lain yang juga seorang istri sepertimu dengan seorang anak kecil berusia empat tahun menanti di bibir pintu rumahnya menunggu kedatangan sang Ayah pulang, setelah seminggu pergi tanpa bekal apa-apa dengan berjuta harapan di penghujung Ramadhan menanti oleh-oleh lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis membayangkanya istriku, tak bisa ku bayangkan betapa hancurnya sebuah harapan ketika harapan itu baru akan bersemi. Aku telah berjanji pada lelaki yang menjadi Ayah dan  juga memiliki istri sepertimu itu untuk memberikan yang menjadi haknya tepat dimalam ini. Aku tak mau ingkar wahai istriku ﻿﻿﻿﻿﻿﻿﻿.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku yang kusayang dan kucintai, maafkan aku yang mungkin tak pernah adil untuk dirimu dan Ali dikandunganmu. Tapi inilah aku wahai istriku, kali ini aku memohon kesabaranmu atas hakmu yang kembali lagi untuk sementara dipakai untuk menyelesaikan hak orang lain.istriku sabarlah pasti rezeki akan segera datang membalas segala kesabaranmu.....!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8685751059253771090?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8685751059253771090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/sabarlah-istriku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8685751059253771090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8685751059253771090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/09/sabarlah-istriku.html' title='sabarlah istriku'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7597121360665222463</id><published>2010-08-14T14:45:00.002+08:00</published><updated>2010-08-14T15:34:34.505+08:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun Pernikahan</title><content type='html'>Nak, ketahuilah tentang arti dari angka yang begitu penting bagi aku dan ibumu.080809 adalah deretan angka yang menyatukan hati dan jiwa kami dalam sebuah ritus suci janji pernikahan.Tepat di tanggal 8 bulan 8 tahun 2009 aku berikrar di jam delapan pagi untuk menikahi wanita yang teduh wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, beberapa hari lalu pernikahan kami genap setahun.Sebuah sms dikirimkan ibumu untuk memintaku segera pulang dan merayakan saat bahagia itu bersama dirinya.Tak ada kue tar yang dihiasi lilin dengan angka satu, atau paduan suara yang berdendang lagu selamat ulang tahun.Di ulang tahun pernikahan itu hanya ada kami berdua, dihiasi dua buah pizza dengan tangan terangkat sembari mengucap syukur atas nikmat setahun pernikahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, setahun pernikahan telah begitu banyak memberikan pelajaran bagi aku dan ibumu. Sebuah pelajaran tentang arti dari kata "kita" yang menghilangkan kau dan aku. Kita yang melebur tanpa jarak dan sekat.Kita yang sehati dan se-jiwa.Kita yang saling tertawa dan bersedih bersama.Sebentar lagi "kita"mungkin akan berubah menjadi "kami"atas nama keluarga seiring dengan hadirnya dirimu. mungkin nama keluarga kita akan berubah menjadi keluarga "rahmat". Tapi terserahlah apa nama yang kau dan ibumu akan pilih bagi keluarga kita nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih wahai wanita yang teduh wajahnya, yang telah memberikan hati yang lapang bagi diri ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7597121360665222463?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7597121360665222463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/08/ulang-tahun-pernikahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7597121360665222463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7597121360665222463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/08/ulang-tahun-pernikahan.html' title='Ulang Tahun Pernikahan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8326523084482717880</id><published>2010-07-12T15:16:00.003+08:00</published><updated>2010-07-12T15:54:12.087+08:00</updated><title type='text'>Musim Kawin</title><content type='html'>Beberapa pekan terakhir saya mendapatkan banyak sekali undangan pernikahan. Ada kabar teman sewaktu SMU dulu menikah di kampung,kisah sang aktivis mahasiswa ekonomi yang beberapa hari lalu juga menutup masa lajangnya, undangan sahabatku dari KAMMI Sulsel, saudara istriku yang juga memiliki hajatan yang sama tanggal 17 nanti, sampai seorang adik dan seniorku dari komunikasi yang juga menutup masa pacaran mereka dengan pernikahan ditanggal 31 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa yang terjadi pada orang-orang disekitarku, tiba-tiba seolah berlomba untuk segera menikah dibulan ini ? Mungkinkah beberapa sahabat pria ini berpikir sama dengan pikiranku setahun lalu? "Memilih menikah sebelum bulan Ramadhan"! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku berpikir betapa nikmatnya ketika solat malam tiba di bulan yang penuh berkah Ramadhan yang suci, ada yang menjawab lirih "amin"! ketika di penghujung surat Alfatiha yang kubaca.Demikian pula ketika sahur ada yang  membangunkan dengan kecupan sambil berbisik, "Sayang sahur yuk"! demikian pula saat hendak berbuka sambil menegadahkan tangan kami saling berbalas doa tentang puasa yang baru saja kami lalui dan mensyukuri nikmat berbuka yang diperoleh. Ya Rabb, akhirnya aku bisa mewujudkannya waktu itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setahun kemudian aku membaca beberapa sahabat juga memillih menikah, betapa gembiranya mendengar kabar mereka. Ada iwan sahabat SMA yang akhirnya juga menikah setelah melalui masa petualangan dengan beberapa gadis yang juga teman sewaktu sekolah dulu, Iqbal Sandira sang mantan jenderal KAMMI yang kini berprofesi ganda sebagai dokter gigi dan pelaku bisnis online,senior Gerakan mahasiswa Unhas k wawan ekonomi yang telah melangsungkan pernikahan satu minggu lalu, demikian pula dwi juniorku di komunikasi yang akhirnya menikah dengan tokoh idola anak komunikasi bung Yusran Darmawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bulan kawin ini, membawa berkah bagi kita semua dan semoga ada yang berbisik "amin" ketika diakhir doa malam kita semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8326523084482717880?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8326523084482717880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/07/musim-kawin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8326523084482717880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8326523084482717880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/07/musim-kawin.html' title='Musim Kawin'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3710926744703585557</id><published>2010-07-09T20:14:00.003+08:00</published><updated>2010-07-09T20:32:52.064+08:00</updated><title type='text'>Ali atau Fatimah Kami kami Bersyukur...</title><content type='html'>Nak, semalam setelah negosiasi yang cukup panjang dengan ibumu akhirnya dia  bersedia ke dokter untuk memeriksakan dirimu yang masih satu bersama tubuhnya . Sekedar informasi, ibumu selalu saja takut mendengar kata dokter karena selalu dilekatkan dengan dua hal;  Suntik dan alat Tensi darah (khusus alat ini , kata ibumu dari pelajaran biologi yang diketahuinya bisa menyebabkan pecah pembuluh darah entah benar atau tidak kelak bisa kau tanyakan langsung padanya) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah solat maghrib kamipun berangkat menuju dokter kandungan yang kebetulan masih satu perumahan dengan kontrakan kita di Bumi Tamalan Rea Permai (BTP). Tak butuh lama untuk sampai ke dokter spesialis itu, cukup 10 menit dan satu kali naik pete-pete (angkot). Setelah tiba di klinik bersama &lt;br /&gt;(ini trend praktek dokter dalam satu tempat dan biasanya dilengkapi apotik) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku  langsung menanyakan;"dokter kandungan dimana?" kataku menunjukan sikap sempurna sebagai seorang suami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perawat langsung memberikan kami nomor antrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika baru saja diantara antrian yang ada. seorang perawat dengan jilbab besar keluar dari ruangan dokter kandungan itu, dengan mengumumkan angka secara berturut-turut seperti sedangkan menghafal angka-angka 5,6,7,8..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" oh maaf mbak, ini enam atau sembilan tanyaku sembari memperlihatkan nomor antrian kami ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ini enam silahkan masuk bapak &amp; ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada kesan sopan dan dihargai dari kunjunganku kedokter spesialis kali ini, berbeda dengan saat beberapa kali  ketika mengunjugi rumah sakit milik pemerintah atau puskesmas, aku sering melihat mereka yang tidak memperhatikan nomor antrianya atau terlambat , bisa kena semprot dan muka masam sang suster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan ibu bapak, sapa seorang wanita dengan balutan jilbab yang rapi dari sebuah meja di ruang dokter tersebut. Wanita itu kira-kira berumur antara tiga puluh lima atau empat puluh tahun. lagi-lagi kami disambut  dengan aksentuasi yang ramah, sama seperti suster yang tadi mempersilahkan kami masuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami duduk di dua kursi yang memang disediakan untuk berdua, sepertinya dokter wanita tersebut telah mempersiapkan kursi dihadapanya untuk sepasang suami istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oke, bunda memiliki kartu pemeriksaan? Tanya sang dokter dengan tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum dok, aku membaca kesan tegang dari ibumu nak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau begitu sebelumnya sudah beberapa kali memeriksakan kehamilan ? atau ini urusanya bukan kehamilan? sambung sang dokter bercanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "iyah urusan kehamilan" kataku menimpali sambil tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"karena kalau urusanya sakit gigi pasti keseblah ki".kata dokter itu sambil tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku melihat ibumu juga tersenyum tanda ia tak sepanik ketika waktu pertama datang tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi sudah beberapa bulan ?..#@%^&amp;&amp;&amp;**((((()&amp; ...berbagai pertanyaan dan jawaban antara dokter waita itu dengan ibumu   beredar ditelingaku yang membuatku tidak terlalu mengerti (maklum urusan wanita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke, kalau begitu kita lihat bayinya yah ? &lt;br /&gt;aku terkejut, memangnya sudah bisa dok ? tanyaku dengan wajah yang pasti nampak bego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahlah pak, bayinya sudah berumur tujuh belas minggu lebih empat hari. &lt;br /&gt;Ya Rabb, nak aku terkejut ketika dia mengatakan bahwa kau sudah bisa nampak dan menyebutkan umurmu. Aku baru sadar bahwa kami tak lagi hanya berdua, teryata kau mulai berbentuk dan dapat terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah alat yang bernama USG  atau  Ultrasonography yang bentuknya mirib  Sheldon J. Karen sebuah komputer yang dipunyai Plankton musuh tuan creb di film Sponge Bob di dekatkan pada ibumu dan seperti juga keren sang komputer, tiba-tiba saja alat itu memunculkan gambar. dan... Ya Allah, ada dirmu disana sedang bergerak-gerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lututku serasa lemas antara haru dan takjub aku bisa melihatmu nak...dokter itu berujar,&lt;br /&gt; itu dia anaknya pak ini kepalanya ...dan ini pungungnya.... Bayinya alhamudullilah sehat, dia bergerak terus, lihat kaki-kakinya tak berhenti menendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kagum pada dunia medis moderen yang bisa menghubungkanmu yang berada dalam tubuh ibumu dengan kami yang berada disini. Nak, belum cukup sampai disitu dokter itu melanjutkan, apa fotonya mau di cetak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Iyah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam hitungan menit, fotomu telah jadi  yang kelak dapat kau lihat betapa kuasanya Tuhan yang telah menitibkan roh dan jasadmu dalam tubuh ibumu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat sebuah Firman Tuhan nak; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kemudian Kami menjadikan air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpaldaging, lalu segumpal daging itu Kami  jadikan tulang-tulang, maka kami liputi tulang-tulang itu dengan daging,  kemudian Kami menjadikannya satu bentuk yang lain. Maha suci Allah, sebaik-baik pencipta.” (QS 23:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah atas pelajaran yang kami terima hari ini. Aku merenung sembari menatap wajah ibumu. kini Tuhan memberikan satu nikmatnya lagi bagi kita. Kata dokter itu, Insya Allah kalau tidak ada halangan  pertengahan bulan desember kau akan hadir bersama-sama kami. Artinya desember nanti kita bisa berkumpul bersama, aku dapat menyentuhmu serta membelaimu. Rasanya tidak sabar nak, namun ini juga merupakan waktu yang tepat bagiku untuk mempersiapkan segalanya bagimu, baik lahir maupun batinmu. &lt;br /&gt;Nak,ketahuilah ayamu ini mungkin belum  siap menjadi ayah. Solatnya terkadang masih bolong, doanya belum seperti nabi Zakaria ketika meminta keturunan kepada Allah. Atau sesabar Ibrahim bagi Ismail. Tapi nak kehadaranmu mengigatkanku pada kuasa Ilahi Rabbi. Terima kasih atas tarbiyah ini ya Tuhan..Nak,    kami menantikanmu baik-baik sajalah dialam rahim sana, semoga dunia juga sedang baik-baik kelak ketika kau hadir...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                            Makassar 9 juli 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3710926744703585557?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3710926744703585557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/07/nak-semalam-setelah-negosiasi-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3710926744703585557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3710926744703585557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/07/nak-semalam-setelah-negosiasi-yang.html' title='Ali atau Fatimah Kami kami Bersyukur...'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7251019645524275501</id><published>2010-06-06T15:56:00.001+08:00</published><updated>2010-06-06T16:04:04.365+08:00</updated><title type='text'>“Rachel Corrie ”</title><content type='html'>Seorang gadis berusia enam tahun dengan rambut berkepang dua. Matanya  biru. Ia  sedang berpidato dihadapan anak-anak lainya. Rachel Corrie begitu namanya. Begini kira-kira pidatonya; “Orang-orang tanpa hak istimewa telah melakukan pembantaian kepada manusia lain di banyak belahan dunia.Untuk itu kita mesti terus bekerja untuk menghalau apa yang dilakukan mereka atas manusia lainya. Kita tidak bisa meninggalkan mereka untuk melakukan pekerjaan sendiri dan hanya bisa mengutuk, bahwa negara  kita tanpa sadar memiliki keterlibatan  dalam membunuh mereka. Rakyat Palestina bekerja untuk hidup mereka, kita mesti membantu dengan apa yang kita punya. Karena dengan begitu kita ikut memberikan sumbangsih bagi dunia”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun kemudian Corrie membuktikan ucapanya. Ia menjadi sosok perempuan yang selalu berbicara tentang misi perdamian. Dibesarkan di Olympia, Washington, menghadiri Modal High School dan The Evergreen State College. Ketika kuliah, Corrie Olympia bergabung dengan Gerakan Keadilan dan Perdamaian, dan kemudian, International Solidarity Movement, atau ISM. &lt;br /&gt;ISM, yang didirikan pada tahun 2001,  bertujuan untuk membantu dengan protes mereka terhadap kekerasan militer Israel di Tepi Barat. organisasi ini menekan Israel dan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) untuk menghentikan pendudukan atas tanah Palestina, dengan menggunakan sejumlah taktik perlawanan tanpa kekerasan. &lt;br /&gt;Corrie bersama kawan-kawanya melanggar jam malam yang diberlakukan Israel di wilayah Palestina, memindahkan penghalang jalan yang ditempatkan oleh IDF untuk mengisolasi satu desa dari yang lain, dan memblokir kendaraan militer seperti tank dan buldozer adalah cara yang digunakan untuk memprotes pendudukan. &lt;br /&gt;Rachel Corrie pergi ke Rafah di Jalur Gaza pada bulan Januari 2003. Dia merasa ngeri jumlah kerusakan dia ditemukan di sana. Rumah hancur dan orang-orang ditahan dan dibunuh setiap hari. Rachel mencatat apa yang diamati dan dirasakan dalam surat dan email ke rumah keluarganya.&lt;br /&gt; Dalam satu email dia menulis, "Sekarang tentara Israel telah benar-benar menggali jalan ke Gaza, dan kedua dari pos-pos pemeriksaan utama ditutup. Ini berarti bahwa anak-anak Palestina yang ingin masuk dan mendaftar di universitas tidak bisa. Orang tidak bisa mendapatkan pekerjaan mereka dan orang-orang yang terjebak di sisi lain tidak bisa mendapatkan rumah sementara dukungan internasional tak juga kunjung datang”.&lt;br /&gt;Dalam email lainya Corrie menulis ; “banyak kebaikan disini yang saya dapatkan dari warga palestina, disini mereka menghadapi azab penghancuran yang disengaja oleh orang lain bagi kehidupan mereka. Tapi mereka menghadapinya dengan manis dan mengerjakan berbagai kebaikan dalam kehidupan”.&lt;br /&gt;Itulah Corrie yang akhirnya juga memilih mati muda diarena perjuangan yang diyakninya. Entah Corrie pernah tau tentang jihad atau islam. Corrie berbicara tentang iman semesta yang bernama“kemanusiaan”. Pada tanggal 16 Maret 2003  dia telah menempatkan dirinya antara buldoser Caterpillar dan rumah warga yang menjadi akhir dari hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corrie dan Jihad Kemanusian&lt;br /&gt;Corrie yang bermata biru, dibesarkan di negara Amerika yang menjadi sekutu utama israel telah menunjukan sebuah misi suci dan  jihad yang bermakna Universal.  Kemanusian, keadilan dan cinta adalah sebuah iman yang setiap manusia memilikinya. Setiap orang sesunguhnya memiliki keyakinan yang sama atas prinsip dasar tersebut.  Nafsu, ambisi, arogansi menjadikan manusia melupakan prinsip suci yang ada dalam diri.&lt;br /&gt;Jihad kemanusian yang dilakukan corrie telah mengajarkan sebuah makna akan pengabdian bagi sesama. Bahwa sesunguhnya setiap orang terlahir untuk “berbagi”tanpa perlu mengenal batasan agama, suku wilayah atau berbagai ruang simbolistik lainya.  Corrie berani mengorbankan dirinya sebagai sebuah simbol akan universalisasi kemanusian.&lt;br /&gt;Sebuah kapal bantuan kemanusian bagi palestina disematkan atas namanya untuk memperingati hidupnya yang didedikasikan bagi kemanusiaan. Lembaga donor The Rachel Corrie Foundation untuk Perdamaian dan Keadilan juga telah berdiri. Beberapa seniman musik tak ketinggalan memberikan penghormatan kepada Corrie dan mengabdikanya lewat lagu mereka. Aktor Alan Rickman dan penulis Katherine Viner mengumpulkan surat Corrie, jurnal, dan email dan menjadikanya  sebuah film berjudul "Nama saya Rachel Corrie". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi Kemanusian Racehel Corrie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya ajakan untuk solidaritas terhadap masyarakat Palestina tentu saja bagian dari nilai universalitas kemanusian. Karena fithrahnya itu manusia memiliki sifat dasar kesucian, yang kemudian harus dinyatakan dalam sikap-sikap yang suci dan baik kepada sesamanya. Sifat dasar kesucian itu disebut dalam islam dengan kata hanif. Sebagai makhluk yang hanif itu manusia memiliki dorongan naluri ke arah kebaikan dan kebenaran atau kesucian.&lt;br /&gt;Pada dimensi ini, Rachel Corrie telah membuktikan sifat dasar kemanusiaanya sebagai sosok yang hanif dengan menggunakan nurani sebagai jalanya.Nurani sebagai sesama manusia yang merasa merupakan bagian dari mahluk semesta yang memiliki kepentingan untuk melakukan kebaikan bagi manusia lain. Rachel melakukan Transformasi  kemanusian dengan menggali  Pusat dorongan  hanifiyah itu terdapat dalam dirinya yang paling mendalam dan paling murni,  yang disebut (hati) nurani, artinya "bersifat nur atau cahaya (luminous)". Kesucian manusia dapat ditafsirkan sebagai kelanjutan perjanjian  primordial antara manusia dan Tuhan dan Raehel mampu menembus lapisan tersebut dengan menunaikan jihad kemanusiaan. &lt;br /&gt; Kini tujuh tahun sudah peristiwa jihad yang melepas kepergian Rachel Corrie dibawah bulldozer israel. Sifat hanif Rachel diikuti oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan dan awak kapal yang diabadikan atas namanya Rachel Corrie. Tentara israel masih juga belum puas dengan menahan para aktivis tersebut di Bandar Udara Internasional Ashdod, termasuk Mairead Corrigan, peraih Nobel Perdamaian 1976. Transformasi nilai kemanusian Rachel terus kini terus hidup dibenak banyak orang. Namun akankah ada yang kembali berani menunaikan misi suci jihad kemanusian seperti yang ditunjukan Corrie ? Kita tunggu saja !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7251019645524275501?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7251019645524275501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/06/rachel-corrie.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7251019645524275501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7251019645524275501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/06/rachel-corrie.html' title='“Rachel Corrie ”'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2065233412940850020</id><published>2010-05-25T16:31:00.000+08:00</published><updated>2010-05-25T16:34:30.462+08:00</updated><title type='text'>“Revolusi Senyap Cak Anas”</title><content type='html'>Anas Urbaningrum akhirnya tampil sebagai pemenang pada kongres ke II partai Demokrat. Banyak komentar dan pendapat dibalik kemenangan mantan ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa islam (HMI) tersebut. Ada yang mengaitkan kemenangan Anas sebagai kemenangan melawan politik pencitraan ala Andi Malarangeng, kemenagan kekuatan akar rumput Demokrat, sampai pada runtuhnya Patronase Susilo Bambang Yudhoyono di Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelum kongres berlangsung, Kompas menampilkan sebuah resensi buku karya Anas Urbaningrum yang berjudul “Revolusi senyap”. Inilah bagian dari revolusi yang dilakukan Anas yakni Revolusi Institusionalisasi  di dalam diri partai demokrat. Revolusi bagi sistim regenerasi kepemimpinan politik parpol di indonesia yang sebahagian besar dihuni oleh generasi tua, revolusi atas aras patronase politik  di indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Anas Urbaningrum suka atau tidak telah menjadikan demokrat sebagai partai yang layak diacungi jempol. Saat semua partai politik terjerat pada sosok masa lalu yang tak pernah ikhlas melepaskan kekuatan politiknya dan sibuk membangun dinasti politik, demokrat justru dengan berani melakukan restrukturisasi dalam diri kadernya dengan memilih sosok Anas Urbaningrum yang bisa jadi justru menjadi pendulum balik bagi dinasti politik susilo bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme kaum Muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir Anas Urbaningrum memang terbilang cemerlang. Dimulai dari menjadi Ketua PB HMI, anggota KPU termuda, salah satu ketua DPP partai Demokrat dan ketua fraksi Demokrat di DPR. Dalam usianya yang masih terbilang muda yakni 40 tahun, Anas berhasil memecah kebuntuan regenerasi politik indonesia pasca orde baru.&lt;br /&gt;Dengan jalan revolusi sunyi, Anas berhasil membuktikan bahwa anak muda layak dipercaya menjadi pemimpin parpol pemenang pemilu sekelas demokrat. Sebelum Anas, Yudi Crisnandi coba membongkar kemapanan politik di tubuh partai Golkar, walhasil Yudi terpental! Anas memang memilih jalan berbeda dengan Yudi yang berani secara frontal mengusung wacana regenerasi politik bagi kaum muda. Anas memilih jalan revolusi sunyi yang tidak melakukan politik dikotomi kaum muda vs kaum tua. Anas justru memilih untuk bekerja dengan kesabaran, menampilkan kapasitas pribadi dan menampilkan praktek politik santun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosoknya yang tenang, peryataan politik yang terjaga, menyejukan dan jauh dari kontroversi berhasil menyatukan sikap politik kader partai demokrat. Pada titik inilah Anas sedang mendobrak pola komunikasi para politisi muda negri ini yang banyak  mengadopsi Sukarno muda yang meledak-ledak dan mungkin hanya cocok dimasa revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas belajar dengan baik pada dua guru politiknya yakni Akbar Tanjung dan Susilo Bambang Yudhoyono. Kedua sosok tersebut telah teruji menghadapi berbagai krisis politik. Akbar Tanjung Sukses membawa Golkar yang dihujat pasca lengsernya Soeharto, demikian pula berbagai kritik tajam bagi SBY diakhir kepemimpinanya bersama Jusuf Kalla. Dua sosok inilah yang secara sadar menjadi Guru Politik Anas baik semasa menjadi aktifis maupun saat menjadi politisi.&lt;br /&gt;Kemenangan Anas sebenarnya bisa mendorong optimisme bagi para pemimpin muda negri ini. Bahwa dengan memperbaiki kapasitas serta intelektualitas pribadi, serta mengedepankan komunikasi politik yang santun mereka bisa tampil di pangung yang lebih besar. Sekali lagi dengan catatan penting tidak perlu membangun dikotomi namun mari tunjukan karya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senjata balik bagi Cikeas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Anas, memenangkan pemilihan ketua umum demokrat memiliki catatan tersendiri bagi dinasti politik Cikeas. Diantara dua kandidat lainya Andi Malarangeng dan Marzuki Ali, sosok Anas Urbaningrum merupakan kandidat yang paling mampu melakukan institusionalisasi dirinya dengan demokrat.&lt;br /&gt;Secara kapasitas Cak Anas dapat menjadi representasi baru dari SBY.  Sosoknya mampu menjadi karakter ideal bagi regenerasi gaya politik SBY yang merupakan nilai lebih, sekaligus ancaman bagi dinasti politik Cikeas di partai demokrat. Nilai lebih dari Anas adalah gaya kepemimpinannya yang cenderung dapat diterima karena memiliki kesamaan dengan SBY. Para penggurus partai demokrat cenderung merasa nyaman dengan karakter Anas dan SBY yang kalem, akomodatif dan lebih senang merangkul dari pada terlibat konflik.&lt;br /&gt;Pada satu sisi dengan kemampuan dan representasi politik yang dimiliki oleh Anas Urbaningrum juga merupakan Ancaman bagi dinasti politik Cikeas yang baru saja mekar. Dengan umur anas yang masih terbilang muda, tentu saja akan membuat usia berpartai akan semakin panjang yang akan ikut mempengaruhi peran bagi putra mahkota Cikeas Edi Baskoro. &lt;br /&gt; Tidak menutup kemungkinan pasca 2014 ketika SBY turun dari pangung politik Anas Urbaningrum telah melangkah lebih jauh kepentas capres atau Cawapres, ketika hal itu terjadi figuritas SBY mungkin saja tidak lagi sekuat saat ini dan apakah saat itu tiba Edi Baskoro atau keluarga Cikeas lainya  telah siap mengambil alih regenerasi politik ditubuh partai demokrat ? Seperti pendulum balik, tidak menutup kemungkinan Anas telah mempersiapkan struktur politik bayangan yang akan menjauhkan Partai Demokrat dari gurita kekuasaan Cikeas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pudarnya Politik Pencitraan ?&lt;br /&gt;Banyak pengamat politik yang menyatakan dengan kemenangan Anas sekaligus menjadi petanda bagi pudarnya politik pencitraan. Hal ini mungkin ada benarnya, namun belum tentu benar secara keseluruhan. Saya lebih senang melihat yang terjadi, bukan pudarnya politik pencitraan tapi lebih pada kesalahan membaca kecenderungan pemilih internal di partai demokrat.&lt;br /&gt;Kesalahan ini terjadi dikarenakan Konsultan Politik keluarga Malarangeng ingin membangun pencitraan secara instan dan berusaha mempengaruhi alam bawah sadar pemilih untuk terpukau pada sosok Malarangeng. Inti pencitraan dalam ajang politik adalah membangun kesadaran palsu bagi khalayak yang menjadikan sosok yang dimunculkan nampak sempurna. Hal itu mungkin bisa dikenakan pada khalayak yang memiliki kesadaran pasif namun tidak bagi khalayak aktif seperti anggota internal partai.&lt;br /&gt;Mungkin saja Tim Malarangeng ingin melakukan model pencitraan seperti yang terjadi di tubuh Partai Amanat Nasional ketika Hattarajasa tampil menjadi pemenang. Namun tentunya apa yang terjadi pada kemenangan Hatta berbeda dengan Andi. Sosok Hatta mampu  menggeser poros Sutrisno Bahir yang saat itu menjadi ketua PAN,  belum lagi Hatta memang sudah lama berkecimpung sebagai Sekjen.&lt;br /&gt;Selain itu secara jujur mesti diakui model politik identitas masih berlaku. Tanpa bermaksud untuk rasis, dikotomis sosok jawa dan non jawa sebenarnya masih berlaku di negri ini. Sosok Anas yang kalem sebenarnya merupakan representasi dari kesantunan  dan karakter defensif jawa, sedangkan Andi dengan karakter yang terbuka, cenderung ofensif dalam melihat setiap pergolakan yang ada masih sulit diterima. &lt;br /&gt;Mungkin pada akhirnya kita harus menerima bahwa kemenangan Anas adalah angin segar yang akan membawa optimisme pada alih generasi politik di negri ini. Sekaligus menyadarkan bahwa politik Figuritas dan pencitraan mestinya mesti juga dibarengi dengan pembangunan karakter pribadi pelopor dalam diri kaum muda! Ketika semua hal itu dimiliki semoga pada saat yang tepat pula kaum muda kita tidak lagi terjerat pada dikotomi politik identitas yang kini masih bercokol di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga indonesia lebih baik !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2065233412940850020?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2065233412940850020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/05/revolusi-senyap-cak-anas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2065233412940850020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2065233412940850020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/05/revolusi-senyap-cak-anas.html' title='“Revolusi Senyap Cak Anas”'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-9011084644532841221</id><published>2010-05-18T20:34:00.002+08:00</published><updated>2010-05-18T20:43:22.595+08:00</updated><title type='text'>Sekertariat Gabungan dan Soeharto</title><content type='html'>Mendengar kata “Sekertariat Gabungan” akan mengigatkan pada dua hal, yakni Golkar dan Soeharto! Tentu saja sebahagian dari masyarakat masih mengenang sejarah kelahiran partai Golkar pada paruh tahun 1964 yang bercikal bakal dari “sekertariat bersama”yang dibentuk oleh Angkatan darat yang dipelopori oleh Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pembentukan “sekber” pada masa itu adalah sebuah upaya untuk melawan kekuatan politik dari Partai Komunis Indonesia dan untuk menjatuhkan Soekarno. Benar saja, Soekarno akhirnya jatuh dari tampuk kekuasaanya dan pada pemilu 1971 Golkar tampil menjadi pemenang dan mengantarkan Soeharto menjadi presiden.&lt;br /&gt;Kini dibawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pengistilahan sekertariat bersama mengalami modifikasi dengan istilah sekertariat gabungan. Namun secara esensial sekertariat gabungan tidaklah jauh berbeda dengan apa yang menjadi tujuan sekertariat bersama yakni mengumpulkan semua kekuatan politik dalam satu payung bersama. Tentu saja stabiliasi politik adalah alasan utama dibalik keputusan Yudhoyono tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah yang Berulang&lt;br /&gt;Kalau dahulu Soeharto bersama Golkar berusaha melawan kekuatan politik Sokarno dan PKI, kini reinkarnasi pertarungan tersebut dimainkan oleh SBY bersama Golkar, melawan kekuatan poros oposisi yang dipimpin Megawati.  Namun SBY tidaklah seberani Soeharto dalam menekan laju kekuatan politik  putri bung karno tersebut, SBY membutuhkan Aburizzal Bakrie yang merupakan reinkarnasi ideologis dari partai Golkar.&lt;br /&gt;Pepatah Perancis, l’histoire se répète, yang berarti sejarah akan berulang, kembali membuktikan kebenarannya di saat ini, dimana watak dan corak kekuasaan akan terus mereproduksi dirinya untuk mempertahankan kekuasaan Rezimnya. Langkah Politik SBY dengan adanya sekertariat gabungan adalah bentuk dan corak langkah “soehartoisasi” model baru kekuasaan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya dari sisi langkah politik tekstur kepemimpinan SBY adalah kepemimpinan sepola Soeharto. Terlebih, kedua-duanya juga dibesarkan dengan cara pikir dan gaya hidup militer, sama-sama bibitan Angkatan Darat. Dengan demikian, sedikit banyak kepemimpinan bergenre Soeharto akan gampang tertransformasi ke diri SBY.&lt;br /&gt;Perulangan Soharto juga nampak dari cara  Kepemimpinan SBY yakni mengedepankan stabilitas; pencitraan yang kuat dan kalem, tidak suka bergerak menabrak resiko, prototype Jawa yang organik. Artinya, simbol kejawaan masih menjadi bagian penting sebagai bentuk dari keseluruhan diri dan representasi SBY maka tak heran pola kebijakan politik yang sama dengan soharto juga dimainkan oleh SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekertariat Gabungan dan Rekonsiliasi Politik&lt;br /&gt;Susilo Bambang Yudhoyono dan Soeharto sadar betul bahwa stabilitas adalah hal yang terpenting dalam mengelola kekuasaan. Maka segala bentuk langkah akan diambil untuk mempertahankan kekuasaan yang dimiliki. Motivasi SBY  sangat Jelas bagaimana caranya pemerintahannya lancar lima tahun tanpa diganggu. &lt;br /&gt;Kekuatan Partai Demokrat didukung partai-partai koalisi yang berhimpun sebagai mitra koalisi yang sudah membentuk Sekretariat Bersama mencapai hampir 80% kursi di parlemen. Mirip Partai Golkar di masa Orba, segab tentu saja merupakan jamin bagi stabilitas politik ataupun efektivitas pemerintahan asalkan bisa bertahan selama lima tahun.&lt;br /&gt;Tapi tak ada rekonsiliasi yang gartis dalam pangung politik. Oleh sebab itu SBY sadar ia harus berbagi kekuasaan dengan partai Golkar dan Aburizal bakrie. Itulah alasan mengapa Abu Rizal mesti menjadi ketua harian dari sekertariat bersama. Selain itu SBY  juga paham bahwa bahwa partai yang dipimpinya sangat tergantung pada citra pribadinya. Dengan adanya pembatasan masa kepemimpinan presiden selama dua priode, maka kandidat yang paling berpeluang untuk tampil menjadi presiden 2014 adalah sosok Aburizal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartelisasi Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam telaah kajian ekonomi, sebutan kartel adalah memusatnya kekuasaan pasar hanya pada beberapa pelaku usaha yang kemudian menguntungkan pelaku kartel secara berlipat ganda sehingga berbagai pelaku industri lainya mengalami kerugian. Istilah kartelisasi politik yang dipopulerkan oleh Ganjar Pranowo mungkin saja menemukan kebenaranya dengan sikap politik SBY yang membangun sekertariat gabungan.&lt;br /&gt;Hal yang paling berbahaya dari gaya seperti ini adalah kuatnya dukungan politik pemerintah sehingga akan selalu aman di parlemen yang mengakibatkan melemahnya kontrol terhadap kekuasaan atau tidak berjalannya mekanisme check and balance yang menjadi prasyarat pokok demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi SBY, secara kalkulatif memang hal ini menguntungkan. Belajar dari Soharto yang menguasai parlemen dan menjadikan dirinya sebagai otoritas tunggal kekuasaan adalah sesuatu yang penting dalam mempertahankan diri dan kekuasaannya utamanya dalam membangun stabilisasi ekonomi dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini , para pemimpin parpol dan SBY yang akan mendapatkan keuntungan e melalui jabatan-jabatan politik yang tersedia, baik di pemerintahan maupun di parlemen. Mereka yang memilih oposisi akan semakin dijauhkan dari pembagian kue kekuasaan. Begitulah Golkar dan Soeharto bekerja!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-9011084644532841221?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/9011084644532841221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/05/sekertariat-gabungan-dan-soeharto.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/9011084644532841221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/9011084644532841221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/05/sekertariat-gabungan-dan-soeharto.html' title='Sekertariat Gabungan dan Soeharto'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2146431293755887495</id><published>2010-05-06T16:59:00.001+08:00</published><updated>2010-05-06T17:04:51.945+08:00</updated><title type='text'>Mau dibawa kemana pendidikan kita ?</title><content type='html'>Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dengan jelas diungkapkan bahwa salah satu tujuan dan tangung jawab Negara adalah “Mencerdaskan kehidupan bangsa”. Saat ini pada pekan hari Pendidikan Nasional, kita layak untuk bertanya apakah cita-cita itu sudah tercapai ? atau justru kita mengalami disorentasi pendidikan bahkan kekacauan pradigmatik tentang orentasi pendidikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus miris yang selalu saja membuat kita mesti geleng-geleng kepala menyaksikan dunia pendidikan kita saat ini. Beberapa waktu yang lalu saya sempat melakukan perjalanan ke-sebuah kota dan menyempatkan diri berkunjung ke Dinas Pendidikan Kota yang saya kunjungi. Betapa terkejutnya saya ketika mendengar materi percakapan para kepala sekolah dengan pajabat Dinas kota tersebut. Seluruh materi pembicaraan menyangkut pembangian hasil proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sekolah mereka.  Masalahnya bukan pada pembangunan atau rehabilitasi sekolah namun pada pembagian hasil dana antara oknum dinas pendidikan, kepala sekolah, kontraktor/konsultan dan para pejabat yang mesti mendapatkan setoran upeti dari hasil pembangunan atau rehabilitasi masing-masing sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum puas untuk mengetahui permasalahan tersebut, saya kemudian menjumpai seorang sahabat yang kebetulan berprofesi sebagai konsultan. Kata sahabat saya itu, sekarang semenjak anggaran pembangunan sekolah diserahkan ke masing-masing kepala sekolah yang terjadi para kepala sekolah lebih sibuk mengurusi proyek daripada berpikir untuk meningkatkan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya bisa menarik nafas panjang, inikah hasil dari semangat swakelola yang digembar-gemborkan oleh pemerintah ? Pada sebuah perbincangan lain,seorang kawan saya bercerita tentang istrinya yang baru saja mendapatkan sertifikasi.Dengan bangga kawan saya itu bertutur bahwa semenjak mendapatkan sertifikasi maka tunjangan istri dan kehidupan keluarga mereka semakin baik. Terus terang saya senang dengan berita tersebut, artinya kehidupan para guru tidak lagi seperti kisah omar bakrie yang didendangkan Iwan Fals. Kemudian saya bertanya dengan kawan tersebut, apakah ada perbedaan yang dirasakan istrinya setelah menjalani proses sertifikasi sebagaimana disebutkan pada pasal 2 undang-undang guru dan dosen bahwa guru berkedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai peraturan perundang-undangan (ayat1)dan pengakuan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidikan(ayat 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan saya tersebut hanya diam saja, mungkin tidak mengerti apa yang saya maksudkan. Inilah persoalan besar yang menimpa para guru kita. Banyak Guru mengikuti proses sertifikasi hanya untuk mengejar tunjangan profesi sehinga segala cara mereka tempuh. Tanpa pernah berpikir bahwa tunjangan yang layak mesti diikuti dengan semangat perbaikan dan kualitas mengajar yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jenjang  Perguruan Tinggi kita juga dapat melihat batapa kecilnya kesempatan bagi akses menuju universitas. Dari Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk jejang universitas hanya 17,25 persen pada tahun 2007-2008.Lulusan SMU yang melanjutkan keperguruan tinggi pada tahun tersebut sebahagian besar tidak melanjutkan kuliah di Universitas Negri. Ada banyak persolan yang sebenarnya melatar belakangi persolan tersebut. Tingginya biaya masuk perguruan tinggi dan keterbatasan prosentase melalui jalur formal seperti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) ikut mempengaruhi kesempatan masuk di Universitas. Beragamnya jalur masuk PTN tidak terlepas dari minimnya dana dari pemerintah untuk perguruan tinggi. Dengan dalih itulah perguruan tinggi kemudian mesti melakukan berbagai cara untuk membiayai oprasional pendidikan. Misalnya dengan membuka berbagai jalur kemitraan, bahkan salah satunya melalui pembukaan kelas internasional bagi program studi unggulan yang merekrut mahasiswa asing untuk belajar diperguruan tinggi tentunya dengan dana besar. Hal ini tentu saja semakin membuat kesempatan mengenyam pendidikan di Universitas Negeri semakin sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalih yang sama yakni kekurangan dana dan  kekakuaan penggunaan anggaran maka pemerintah mendorong lahirnya undang-undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang meresahkan. Syukurlah MK menolak rancangan Undang-undang tersebut. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Darmaningtyas (kompas/3/mei 2010)  ketika BHP dipaksakan maka yang terjadi adalah kesempatan kaum miskin untuk dapat kuliah semakin kecil. Padahal ketika logika persoalan mengapa BHP mesti dilaksanakan adalah persolan dana dan kekakuaan penggunaan anggaran bukan pajak, pemerintah perlu menambahkan anggaran khusus yang mengatur kebutuhan PTN serta mengubah Undang-undang keuangan khususnya penggunaan anggaran oleh lembaga-lembaga pemerintah yang menjalankan pelayanan umum seperti pendidikan dan kesehatan termasuk PTN. Tidak ada salahnya perguruan tinggi mendapatkan tabahan subsidi oleh negara dan ketika pemerintah berdalih tidak memiliki cadangan dana maka tersebut tidak bisa diterima. Terbukti dalam RAPBN 2011 subsidi khusus untuk energi mencapai Rp148 triliun padalah subsidi tersebut sebahagian besar dinikmati golongan kelas menengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kemauan politik yang kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen politik Negara atas dasar konstitusi pada dasarnya telah tercantum dengan jelas pada Pembukaan Undang-Undang dasar. Hal tersebut sebenarnya sangat bergantung pada komitmen politik para pengambil kebijakan yang ada.Persolan anggaran pendidikan terbukti tidak selamanya menjadi penyelesaian bagi persoalan pendidikan dinegri ini.&lt;br /&gt;Pada kasus sekolah misalnya adanya bantuan baik melalui APBD, APBN, DAK, DAU dan sebagainya teryata tidak lantas menyelesaikan persolan pendidikan. Ini adalah persoalan mentalitas pengambil kebijakan hingga pelaku pendidikan yang cenderung bekerjasama untuk menarik keuntungan dari sebuah kebijakan. Padahal berbagai fasilitas dan tunjangan kinerja sudah diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model politik anggaran terasa kurang relevan bagi perbaikan mutu pendidikan jika tidak diikuti dengan perbaikan mental pelaku pendidikan itu sendiri.Pada dasarnya komitmen ini mesti diikuti dengan pembangunan sistim hukum dan pranata sosial yang tegas bagi para pelaku pendidikan yang menciderai atau bekerjasa melakukan upaya kleptokrasi atas dunia pendidikan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Guru misalnya, ketika telah mendapatkan tunjangan sertifikasi seharusnya diikuti dengan kontrol yang kuat baik dari institusi pendidikan yang berwenang ataupun dari  para siswa sendiri yang menjadi subjek sekaligus objek pendidikan. Para siswa seharusnya diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian atas kinerja guru. Tentunya  dengan berbagai indikator mulai dari persolan kecakapan, kemampuan transformasi bahan ajar sampai pada tingkat kemampuan daya serap siswa atas materi yang disampaikan oleh para guru. Karena jika hal tersebut tidak dilaksanakan, tunjangan sertifikasi untuk profesionalisme guru tidak akan berdampak apa-apa bagi perbaikan mutu pendidikan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi masa depan dan keberlanjutan bangsa ini mesti ditumbukan kembali.Bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang tidak sekedar bagi pemenuhan kebutuhan material dari setiap peserta didik namun menjadi fondasi bagi pembangunan karakter bangsa. Jepang telah menunjukan pada kita ketika mereka hancur lebur oleh pristiwa Hirosima dan Nagasaki mereka dapat bangkit akibat komitmen pendidikan. Demikian pula negara tetanga kita Malaysia yang dahulu belajar dari negri ini kini bangkit karena buah dari pendidikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau dibawa kemana pendidikan kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bertanya hendak kemana pendidikan kita, maka hal ini begitu sulit dijawab karena menyangkut begitu banyak pandangan serta perdebatan tentang tujuan pendidikan itu sendiri. Pada dasarnya tujuan pendidikan Nasional adalah sebagaimana yang termuat dalam undang-udang dasar yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Tentunya istilah cerdas sendiri telah mengalami sekian banyak pemaknaan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah opini yang ditulis oleh Mochtar Buchari mengutip pandangan para pakar pedagogi  bahwa ada tiga hal yang mesti dimiliki untuk setiap mereka yang sedang menjalani pendidikan formal.Yaitu kemampuan untuk menghidupi diri sendiri, kedua kemampuan untuk hidup secara bermakna dan ketiga, kemampuan untuk turut memuliakan kehidupan. Kemampuan menghidupi diri sendiri sebenarnya lebih berorentasi pada peningkatan taraf hidup yang diharapkan masing-masing individu serta daya kreatifitas dan kemampuan bertahan. Namun kemampuan ini lebih bermuara pada kapasitas skill serta pemenuhan kebutuhan dasar sebagai manusia. Ketika pendidikan hanya berorentasi pada taraf hidup maka universitas, sekolah tidak lebih dari sekedar pabrik robot yang mencetak tenaga trampil bagi kebutuhan industri.&lt;br /&gt;Agar pendidikan kita tidak lebih dari sekedar pabrik robot maka yang perlu dipersiapkan adalah kemampuan hidup secara bermakna.Kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang menekankan pada kearifan dalam memandang setiap persoalan. Karena pengetahuan pada esensinya bertujuan untuk memanusiakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan kemampuan untuk memuliakan hidup adalah upaya melakukan Harmonisasi dengan seluruh mahluk di muka bumi. Harmonisasi adalah upaya futuristik untuk saling bersinergi dengan semesta. Memuliakan kehidupan bukan sekedar menjadi cerdas dan dapat saling bekerjasama namun lebih dari pada itu, dapat bersikap mulia bagi diri dan sesama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2146431293755887495?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2146431293755887495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/05/mau-dibawa-kemana-pendidikan-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2146431293755887495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2146431293755887495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/05/mau-dibawa-kemana-pendidikan-kita.html' title='Mau dibawa kemana pendidikan kita ?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3213040032493044648</id><published>2010-03-31T20:38:00.001+08:00</published><updated>2010-03-31T20:43:32.812+08:00</updated><title type='text'>Menonton Aliguka, Menyimak Nurani Mahasiswa Makassar yang Terbelah!</title><content type='html'>Sebagai warga Makassar,saya  memberikan apresiasi yang sangat baik dengan hadirnya sebuah  karya film  besutan anak-anak muda kota ini. Aliguka adalah jawaban dari dominasi ruang kreatif bagi produksi film nasional yang selama ini identik dengan Jakarta, Bandung atau dalam bahasa sederhana dominasi jawa dan sekitarnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar bisa tonji ching! Secara sinematografi film ini tidak kalah dengan berbagai film produksi nasional dengan sederet rumah produksi yang selama ini mendominasi industri perfiliman kita. Dengan mengambil seluruh lokasi shooting di kota makassar dan pemeran yang sebahagian besar anak-anak makassar maka jadilah film ini begitu bernuansa makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang berdurasi sekitar 70 menit ini mampu merekam berbagai gambaran paradoksal kehidupan warga kota. Mulai dari rumah susun yang begitu sumpek, Perjuangan kaum miskin kota dalam potret seorang juru parkir yang menjadi sahabat  Aliguka, hinga kehidupan malam para pelacur di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik sosial juga dapat kita nikmati diberbagai  scene tentang betapa paradoksnya dunia pendidikan di daerah ini, lewat sosok pembimbing skripsi Aliguka yang baru saja berbicara tentang 'kesamaaan dimata hukum ' namun mesti menunduk ketika menerima telephone dari seorang dengan gelar feodal 'puang'! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula konflik yang sengaja dibenturkan secara tajam dalam Film ini antara sosok Aliguka dengan Ayahnya yang seorang anggota DPR.Rencana Proposal Skripsi Aliguka yang bertema Korupsi di Dewan Perwakilan Rakyat adalah jembatan ide yang cukup kuat untuk membangun konflik antara sosok ayah dan anak ini. Sekaligus menjadi penanda pemberontakan orang-orang dalam bacaan Aliguka, terhadap realitas sosial ayahnya yang koruptor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan “menara gading” itupun tak runtuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliguka yang mahasiswa adalah representasi 'menaragading intelektual' (entah siapa yang pertama kali mengunakanya untuk menyebut mahasiswa dan dunia kampus) Kalau benar Film ini hendak meruntuhkan menara gading tersebut lewat beberapa penanda yang dimunculkanya, misalnya saat aliguka menjadi tukang parkir dan hidup di tengah rumah susun dengan berbagai realitas sosial rakyat yang hidup disekitarnya. Demikian pula melalui beberapa kata-kata Aliuguka kurang lebih seperti ini “Ada orang yang menghabiskan uangnya hanya untuk sekali makan ratusan sampai jutaan, sedangkan ada orang yang mesti menjual sampah untuk ditukarkan dengan sampah hanya untuk makan sekali”!(maaf kalau salah kutip).Dari susunan kalimat tersebut sebenarnya hendak menampar kesadaran kaum borjuasi dan para elit negeri ini termasuk juga mahasiswa sebagai bagian dari kelas menengah atau borjuasi imut-imut. Rasanya tamparan Film ini justru tidak kuat pada bagian tersebut. Aliguka dengan segala keperihatinan hidup yang dijalaninya selama lari dari rumah, dan tingal dirumah susun dan menjalani hidup bersama kaum urban kota teryata tidak dapat melepaskan buku dan bacaan-bacaanya. Ini justru sebuah celah ketika menara gading justru tetap terpelihara dalam kepala Aliguka. Hal lainya adalah sosok “aliguka” dan kesombongan intelektualnya tetap konsisten sehingga menyulitkan kita untuk menilai apakah Aliguka telah belajar untuk melihat hidup lebih arif atau aliguka menjalani segala penderitaanya lebih karena keterpakasaan semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada celah yang juga coba dikomunikasikan dari Film ini melalui poster Mahatma Ghandi yang selalu dibawa oleh Aliguka. Ini mungkin juga sebagai gambaran corak Aliguka yang tidak tertarik pada kekerasan dan aksi masa yang terefleksikan saat wanita yang selalu mengikutinya yakni Adil (lagi-lagi semoga tidak salah) , menanyakan mengapa Aliguka tidak ikut demonstrasi bersama mahasiswa fakultasnya menuntut pengusutan kasus korupsi dilembaga pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliguka dan Nurani Mahasiswa yang Terbelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu bagian yang cukup mengangu dalam Film ini bagi saya. Yaitu sosok Aliguka yang terlalu mirip“Soehokgie” atau “Rangga”. Aliguka adalah sosok penyendiri yang selalu larut dalam pikiran-pikiranya sendiri, hoby membaca, senang menulis puisi dan melakukan kritik sosial, membaca karya Pram dan dikejar-kejar oleh seorang cewek. Tentu saja karakter seperti ini tidak ada bedanya dengan sosok Soehokgie dalam Film Gie karya Riri Riza, ataupun Rangga di film ada apa dengan cinta yang selalu memegang buku  'Aku' karya sumanjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin penanda dan petanda yang berbeda adalah Aliguka menjadi Tukang Parkir untuk menyelami kehidupan sosialnya, sementara Gie (dalam Film) senang pada demonstrasi dan diskusi dan akhirnya memilih menjadi dosen. Sedangkan yang berbeda dengan Ranga, Aliguka tidak pernah  mencium cewek seperti Dian Sastro. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lainya yang membuat kening saya berkerut yakni Gambaran Aliguka yang senang melakukan kritik sosial namun tidak senang pada demonstrasi dan hiruk pikuk massa adalah sebuah hal yang sangat jauh dari realitas mahasiswa makassar dengan tipe seperti Aliguka. Ini sebenarnya tidak menjadi soal ketika Aliguka tidak hendak dijadikan sebagai representasi dari mahasiswa makassar, namun menjadi paradoks jika dilekatkan dengan identitas mahasiswa makassar. Bentuk ketidak konsistenan karakter tersebut juga semakin terbentuk dari Aliguka yang senang pada Pram,Chomsky dan pemikir sosial lainya yang pada umumnya juga tokoh gerakan dimasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga melihat  Nurani yang terbelah dari karakter Aliguka yang pada akhir cerita ketika  memilih  untuk masuk rumah sakit jiwa akibat frustasi dengan berbagai persoalan yang dihadapinya. Sahabatnya mati dibunuh dan dibuang kesungai, ayahnya terlibat korupsi, HP miliknya mesti dijual untuk beli beras, uang hasil Hp tersebut juga dicopet. Aliguka kemudian frustasi dan lari dari kenyataan serta memilih berlindung dibalik tembok rumah sakit jiwa karena babak belur dengan berbagai fakta hidup yang ada. Inilah titik sejarah yang paling jauh dari karakter mahasiswa makassar yang senantiasa penuh gairah dalam menantang hidup, dan besar dengan berbagai persoalan yang dihadapinya. Akhir cerita di rumah sakit jiwa mengigatkan saya pada sosok Nietzsche yang juga berakhir dengan nasib yang sama. Ataupun film  dengan judul 'Beth' karya Aria Kusumadewa  yang menceritakan kisah rumah sakit jiwa sebagai refeleksi kesadaran nyata.&lt;br /&gt;Peran yang harusnya menjadi pemanis utama dari film ini teryata tidak disuguhkan secara utuh yakni pada sosok Adil.  Pada bagian awal penonton disuguhkan tentang adil dengan cara bertutur ala Jakarta namun setelah memasuki pertengahan film eksentuasi Adil menjadi begitu sangat Makassar. Adil yang harusnya menjadi representasi modernitas, gaya, trand dan perlambang dari wanita kampus yang 'gaul' yang senang pada film, mesti berakhir dengan Adil yang hanya menjadi pelengkap dari sosok Aliguka dengan Nurani Terbelah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus Film Makassar.... &lt;br /&gt;Bersambung setelah ujian Thesis Besok hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3213040032493044648?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3213040032493044648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/menonton-aliguka-menyimak-nurani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3213040032493044648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3213040032493044648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/menonton-aliguka-menyimak-nurani.html' title='Menonton Aliguka, Menyimak Nurani Mahasiswa Makassar yang Terbelah!'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3642785648154407072</id><published>2010-03-22T22:14:00.003+08:00</published><updated>2010-03-22T23:10:57.608+08:00</updated><title type='text'>Rumah Kami Tanpa TV</title><content type='html'>Ada banyak hal yang berubah di rumah kami ketika kotak itu tak ada. Kotak yang kata orang dahulu adalah 'kotak ajaib' dan kata para teoritikus komunikasi saat ini ngak ngonteks untuk melihat TV sebagai kotak ajaib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya dan istri TV tetaplah kotak ajaib yang kami punya. Bukan karena TV sebuah benda yang Maha luar biasa seperti dalam teori MC.Luhan,  bukan pula karena kemampuanya dalam melakukan proses adopsi dan difusi seperti kata Rogers. Alasanya, tanpa TV kehidupan kami akan begitu senyap dan sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri saya adalah seorang Jurnalis Radio, walau tak pernah belajar jurnalistik secara formal seperti yang saya lalui. Setiap selesai solat subuh, disaat mataku belum juga terbuka dia akan segera ke dapur menyiapkan sarapan pagi sambil memutar sahabatnya yaitu Televisi, sambil memasak dia akan mendengarkan berita dari TV untuk membandingkanya dengan tema siaran yang akan diangkatnya pada pagi hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada siang hari saat saya masih dikampus ketika sampai dirumah untuk menghilangkan kesendiriaanya, maka dia akan menuju depan kotak itu sambil  mencari acara kesayanganya. Oh yah, saya dan istri bukanlah pengemar sinetron ataupun berita TV yang saat ini pada umumnya sangat lebay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam hari, kembali lagi saya bersama istri  duduk di depan kotak itu, kali ini dengan membawa buku yang akan kami baca masing-masing sebelum tidur. Tapi sebelum memulai ritual "senyap beberapa jam" sampai akhirnya tertidur, biasanya kami menyempatkan diri dua atau tiga jam didepan kotak itu, untuk mendiskusikan beberapa hal, saling berkomunikasi dan bercerita tentang berbagai pengalaman tentang hari yang baru saja kami lalui. Walapun apa yang kami ceritakan tidak sama sekali berhubungan dengan tayangan TV itu sendiri, namun lebih disebabkan ada magnet yang dihasilkan oleh kubus bersegi empat itu untuk menarik kami disatu titik yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ajaibnya TV bagi kehidupan kami berdua dirumah kontrakan yang sangat sederhana. TV dan alas karpet seadanya adalah titik untuk saling berbagi dan bercengkama, sesekali kami menjadwalkan untuk bangun atau tidur lebih cepat demi menyaksikan tayangan sepak bola ataupun diskusi yang penting untuk didiskusikan ataupun menjadi materi siaran atau coretan gagasan di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi pada waktu-waktu tertentu saya mesti meningalkan kekasih hati yang sudah saya kenal selama enam tahun itu untuk pulang kampung dalam jangka yang panjang entah sebulan atau lebih. Saya tidak dapat membayangkan jika ia sendirian ditikam kesepian dan kesunyian tanpa sahabat setianya.Seperti yang dikatanya dengan TV saya melupakan bahwa saya sedang sendiri dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sudah empat hari ini TV yang kami beli dengan kantong bersama itu tak mau lagi menyala entah kenapa, padahal baru beberapa bulan sejak menikah kami membelinya. Sunyi begitu terasa, aku coba menghiburnya dengan mengatakan ini masanya kita membaca buku lebih banyak lagi atau menyelesaikan setiap koran yang menjadi langanan kita disetiap pagi. Namun sayapun ragu dengan peryataan itu, teryata buku tak banyak membantu membunuh sepi kami berdua......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3642785648154407072?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3642785648154407072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/rumah-kami-tanpa-tv.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3642785648154407072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3642785648154407072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/rumah-kami-tanpa-tv.html' title='Rumah Kami Tanpa TV'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2905743689527063232</id><published>2010-03-22T08:49:00.001+08:00</published><updated>2010-03-22T09:00:17.640+08:00</updated><title type='text'>NU dalam Telikung Kekuasaan</title><content type='html'>Tinggal menghitung jam untuk menyaksikan perhelatan akbar warga Nahdatul Ulama seluruh Indonesia  di Kota Makassar. Berbagai persiapan telah digelar, beberapa tokoh penting NU juga sudah berdatangan, para petinggi politik seperti ketua DPR RI dan beberapa elit politik lainya dikabarkan sudah tiba di Kota Angin Mamiri, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudohoyono juga sudah dijadwalkan membuka muktamar &lt;br /&gt;organisasi Islam terbesar di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik gegap gempitanya kondisi jelang Muktamar NU, berbagai wacana seputar agenda dan capaian muktamar mulai ramai didiskusikan. Mulai dari persoalan kontribusi NU dalam pemberdayaaan keumatan, kaderisasi, hingga regenerasi kepemimpinan NU di masa kini. Menyangkut hal yang terakhir yakni regenerasi kepemimpinan NU menjadi hal yang selalu saja menarik untuk dikaji karena Nahdatul Ulama sebagai sebuah organisasi massa islam yang besar menjadi ruang strategis bagi kepentingan politik dan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri pula, bahwa selama ini NU senantiasa terjebak pada poros kekuasaan. Walaupun hal ini terus dibantah oleh para elit NU dengan mengembalikan NU sesuai khittah 1926 yaitu jauh dari ruang politik praktis kekuasaan. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Fredric Jameson, "Di dalam negara dunia ketiga para intelektual selalu saja merupakan intelektual politis". Bahwa kesadaran NU sebagai sebuah organisasi massa yang memiliki basis pendukung tradisional pesantren hingga mereka para lulusan universitas luar negeri menjadi sebuah kekuatan potensial tersendiri. Apalagi NU adalah organisasi yang cenderung terbuka dan mampu melakukan transformasi dan dinamisasi kadernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat dinamisasi yang terjadi ditubuh NU dan corak kebangkitan intelektual muda di dalam organisasi tersebut telah melahirkan rasa optimisme tersendiri bagi sebahagian kalangan. Namun juga ikut menghawatirkan ketika NU justru terlalu asyik masuk ke dalam dunia politik praktis dalam melupakan tangung jawab keumatan dan dakwah yang menjadi arah dan perjuangan Nahdatul Ulama dengan basis pesantrennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas dengan Prilaku Minoritas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudi Latif dalam disertasinya yang berjudul “Intelegensia Muslim” dan kuasa mengutip W.F.Wertheim tentang politisasi simbol Islam sebagai sindrom mayoritas dengan mental minoritas. Mayoritas orang indonesia menganut agama Islam. Dari sudut pandang kuantitatif, Indonesia bisa diangap sebagai negara Islam terbesar di dunia. Namun sikap mental dari umat Islam di negeri tersebut menunjukan sikap-sikap yang khas dari sebuah kelompok minoritas. Hal ini terutama disebabkan oleh fakta bahwa dalam medan politik, sepanjang sejarah abad-abad yang lalu, para wakil umat Islam secara konsisten lebih diposisikan orang luar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengunakan logika yang sama, kita dapat melihat NU sebagai sebuah Representasi dari kekuatan politik yang besar dan sterategis selama ini lebih sering dipolitisasi oleh sejumlah kalangan ketimbang memberikan sikap politiknya yang jelas. Hal ini tampak ketika beberapa hari yang lalu salah seorang Calon Ketua Nahdatul Ulama mengelar jumpa persnya yang terkesan datang meminta dukungan kepada Presiden SBY. Politisasi seperti inilah yang kadang membuat NU cenderung mengikuti arus kekuasaan dan tidak berani bersikap dalam menentukan pilihan politiknya sendiri. Mental minoritas selalu saja menjadikan NU dan kader-kadernya terkesan lebih senang untuk ikut pada pusaran kekuasaan dari pada tampil menjadi pengendali dari kekuasaan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih jauh dari arus politik secara organisasional juga tidak banyak memberikan pengaruh yang besar bagi NU, karena toh kader-kader NU dengan kesadaran intelektual dan politiknya mesti tetap terlibat,sebagai tangung jawab sosial yang dimiliki. Paradigma pesantren yang selama ini menjadi identitas dan penanda sosial dari NU adalah hal yang besifat permukaan yang oleh Roland Barthes diungkapkan sebagai denotasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang cenderung tersebunyi di balik penanda yakni konotasi yaitu petanda. Pada level konotasi NU sebaiknya tidak lagi membendung kesadaran politik generasi dan tangung jawab sejarah yang mesti diambil dengan semakin carut-marutnya dimensi politik negeri ini. Fakta bahwa Islam lebih dari sekedar sebagai agama formal tapi juga risalah bagi transformasi sosial juga mesti dilihat sebagai sebuah hal yang esensial. Membumikan ajaran Islam yang mulia tidak hanya cukup dengan membangun gerakan kultural ataupun ibadah namun Islam juga mesti mempengaruhi polarisasi &lt;br /&gt;kekuatan sosial politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan Mustadaafin dan Mustakbirin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan beragam fenomena sosial yang terjadi sebagai buah dari kebijakan politik yang menguasai kepemimpinan negeri ini, begitu menyedihkan jika NU sekedar kembali  merumuskan perbaikan jalan menuju pesantren. Islam sebagai sebuah agama yang berbasis tauhid yang direfleksikan sebagai kesadaran religiusitas yang paling agung adalah perwujudan visi kerakyatan tanpa kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para ulama tidak tercederai rasa keadilannya ketika sejumlah orang tertentu mendapatkan dana yang berlipat atas nama negara, sementara ada bayi yang mesti menemui ajalnya karena orang tuanya tidak dapat membayar ongkos rumah sakit. Apakah umat ini akan menjadi rahib ketika korupsi dan prilaku kolutif dipertontonkan di depan mata oleh para aparat kepolisian yang membuka boroknya masing-masing, ataukah kita sebagai umat islam semakin buta dengan fenomena penjarahan alam negeri ini oleh perusahaan-perusahaan tambang multinasional dengan berbagai paket neolibralismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah masanya NU sebagai sebuah wajah islam mesti kembali pada khittah Islam itu sendiri. Khittah pertarungan antara mustadafin dan kaum mustakbirin yang kini berada di pentas kekuasaan negeri ini. Tentunya bukan atas nama pemaksaan agama seperti prilaku para teroris namun atas nama kaum miskin yang dijarah rasa keadilannya. Para ulama dan intelektual muslim di Nahdatul Ulama mesti mengambil peran politik yang dikusai oleh para mustakbirin yang mengelola Negeri Islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah berfirman didalam Al-Quraan surah al-Qashas 28;5; Dan kami hendak memberikan karunia bagi orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi. &lt;br /&gt;Dari perintah Tuhan tersebut, amat disayangkan jika ulama dan para cendekiawan yang berada dibawah payung NU justru menjadi pendukung utama kemapanan penguasa yang eksploitatif dan senantiasa menjadi pengabdi yang taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2905743689527063232?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2905743689527063232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/nu-dalam-telikung-kekuasaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2905743689527063232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2905743689527063232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/nu-dalam-telikung-kekuasaan.html' title='NU dalam Telikung Kekuasaan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2529431374651483201</id><published>2010-03-22T08:40:00.002+08:00</published><updated>2010-03-22T08:48:27.752+08:00</updated><title type='text'>Negara Kleptokrasi</title><content type='html'>Inilah negara kleptokrastis di mana di setiap sudut ruang birokrasinya dihuni oleh para pencuri, perampok, dan penipu. Beberapa bulan lalu kita semua sibuk mencari siapa pencuri dari Century, belum menemukan jawaban dari drama Century rakyat kini diputarkan drama berseri baru suap kasus pemilihan Gubernur BI Miranda Goeltom pada tahun 2004. Maka terkuaklah beberapa nama anggota dewan yang sebahagian dari partai-partai yang meneriaki maling Sri Mulyani dan menyerang kekuasaan eksekutif di bawah SBY-Boediono dan Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat kemudian bertanya, siapakah sebenarnya yang menjadi maling di negeri ini?  Mungkin kita perlu kembali mengenang kata Iwan Fals maling teriak maling! Inilah realitas yang menyedihkan. Bukan hanya pada institusi politik saja yang bermasalah teryata di aparat kepolisian sebagai penegak hukum juga mulai terjangkiti sifat para politisi yang sedang mengumbar borok masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susno Duaji kembali menjadi tokoh kontroversial di balik saling tuduh aparat kepolisian. Begitu berani Susno membongkar makelar kasus ditubuh Polri dalam indikasi penyelewengan pencairan dana sebesar 25 miliar atas terdakwa Gayus Tumbunan. Reaksi Polri secara serempak melakukan perlawanan atas bola liar dari Susno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Lembaga Yudikatif juga tak kalah serunya, setelah heboh kasus pengelapan barang bukti oleh Jaksa Ester, tekanan kriminalisasi kasus KPK VS Polri yang diselesaikan dengan Surat Pemberhentian Kasus, dan fasilitas khusus bagi Artalita dan tahanan berduit di Lembaga Pemasyarakatan, kini rakyat disuguhkan drama kasus kriminalisasi dua orang nenek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Syukur dan Tragedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kini kita mesti bersyukur atas terbukanya berbagai kasus yang selama ini senyap dan cenderung hanya berakhir sebagai rahasia umum tanpa pernah mengalami perdebatan dan diskursus, apalagi penyelesaian! Untuk kasus Century misalnya, keberanian politik yang ditunjukan oleh para anggota legislatif perlu mendapatkan apresiasi walaupun masih penuh catatan apakah mereka bekerja demi rasa "Keadilan rakyat" untuk membuka kesalahan yang dilakukan pemerintah atau hanya sebagai manuver politik belaka. &lt;br /&gt;Demikian pula atas kasus lainnya seperti fasilitas mewah bagi tahanan berduit, korupsi ditubuh Polri yang berlangsung dari jalan raya sampai istana ataupun penghilangan barang bukti dan suap menyuap di lembaga peradilan. Semuanya tentu sudah menjadi rahasia umum yang biasanya akan berakhir dengan bisik-bisik.   &lt;br /&gt;Untunglah sekarang kita sudah berada pada satu masa "Demokrasi" kata banyak orang. Di mana setiap orang dapat berbicara dan mengajukan pendapatnya secara bebas. Termasuk membuka aib siapa saja yang melakukan pelanggaran. Tidak seperti zaman yang lalu di mana segala yang bernada melawan pemerintah akan berakhir pada tuduhan ‘supersif atau ekstrem’.&lt;br /&gt;Entah mesti bersyukur atau bersedih atas tragedi yang kini dipertontonkan oleh aparat penegak hukum. Bersyukur atas keterbukaan yang kini terjadi di negeri ini atau justru bersedih atas nasib nahas yang masih juga kita alami. Demokrasi teryata tidak cukup kuat menghilangkan penyakit klepto yang diderita para birokrat, politis, jaksa, polisi, hingga para dosen. Fenomena kleptokrasi masih begitu berurat akar disetiap sudut institusi negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amputasi Kleptokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya terapi kleptokrasi mungkin tidak sama dengan penderita kambuhan yang sakit secara medis. Kleptokrasi baru dapat disembuhkan dengan dua hal yakni penghacuran jejaring sistem sosial yang memungkinkan berkembang biaknya penyakit kleptokrasi di Indonesia dan yang kedua adalah pembersihan generasi. Penghancuran jejaring sosial kleptokrasi hanya bisa dilakukan dengan prasyarat munculnya kekuatan penyeimbang di luar birokrasi dan institusi pemerintahan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghancuran ini harusnya bukan lagi bernama reformasi, bisa jadi restorisasi institusional. Karena berbagai cita-cita dan agenda reformasi tidak juga tercapai mulai dari pengadilan bagi Almarhum Soeharto sampai penghapusan budaya koruptif di negeri ini tidak pernah berjalan. Sedangkan pembersihan generasi adalah bagian dari pemutusan rantai kekuasaan politik beserta kebudayaan politik yang kini berurat akar di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kleptokrasi hanyalah bagian kecil dari kejahatan sistem dan rantai manusia dengan mental klepto. Pembersihan generasi adalah hal yang mutlak dilakukan dengan melakukan amputasi bagi generasi yang kini sudah terjangkiti. Ibarat kangker, virus, dan prialaku klepto di negeri ini telah mencapai stadium empat yang tidak bisa lagi diselesaikan secara baik-baik, harus ada pemotongan urat akar generasi yang telah menjadi borok agar tidak menyebar ke bagian tubuh generasi yang lainnya.&lt;br /&gt;Dengan mengharapkan institusi hukum seperti Komisi Pemberantas Korupsi sekalipun bukanlah jawaban yang tepat bagi persoalan kleptokrasi di negeri ini. Karena KPK sekalipun merupakan bagian dari institusi yang dipilih dari kebijakan politik yang ada sehingga penanganan kasus hukum yang akan bersinggungan dengan pembuat kebijakan politik yang memilih dan menetapkan para komisioner KPK sulit untuk di tindak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad Melawan Terorisme Korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya sudah masanya kita melakukan jihad bagi minoritas yang telah melakukan tirani mayoritas. Para minoritas ini adalah  elit yang dengan kecerdikan dan kekuasaan yang mereka miliki telah melakukan teror ekonomi dan hukum atas rakyat miskin negeri ini. Dimanakah keadilan ketika Rusmini dan Suatri dua nenek renta mesti berhadapan dengan kasus hukum karena tuduhan melakukan penyerobotan atas tanah dan akan masuk penjara dengan masa hukuman selama dua tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa lelahnya menjadi dua nenek tersebut yang mungkin hanya berharap bisa menghabiskan sisa usianya dengan tenang. Padahal mereka sedang menunggu keputusan Mahkamah Agung atas gugatan perdata yang mereka ajukan tapi mereka mesti mendapatkan tuntutan hukum pidana. Betapa anomalinya hukum yang berlangsung di negeri ini. Ketika dua orang kecil yang juga telah hampir menghabiskan sisa usianya mesti berjibaku dengan berbagai proses hukum. Sementara di sisi lain Almarhum Soeharto yang pernah berkuasa selama 32 tahun yang entah berapa banyak kesalahan yang pernah dilakukannya dapat diberikan maaf dengan alasan kesehatan dan usia. Melihat berbagai fenomena sosial yang terjadi saat ini, sepertinya telah menjadi tanggung jawab intelektual dan sejarah bagi kita semua dengan kebulatan tekad untuk menjadi mujahidin untuk melawan prilaku keleptokrasi yang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melakukan amputasi sistemik dan pemotongan generasi, dalam keseharian hendaknya kita perlu meningkatkan prilaku mawas diri atas kebiasaan korupsi kecil-kecilan yang kita lakukan. Sebagai pedagang janganlah mengurangi timbangan, dosen janganlah mencuri jam mengajar untuk mengurusi bisnis atau urusan pribadi, para aktivis mahasiswa berhentilah membelanjakan uang lembaga untuk membeli rokok dan kebutuhan saudara-saudara, sebagai suami atau istri janganlah mengorbankan kebutuhan anak-anak demi keperluan penampilan saudara dan tentunya masih banyak hal lainnya yang mesti kita perangi dalam diri kita sendiri. ketika sistem dan individu kita telah bersih dari berbagai prilaku buruk korupsi, maka ketika itupula negara yang kita cinta ini dapat kita banggakan, dan targedi negara kleptokrasi menjadi benar-benar hilang dari muka bumi Indonesia.  Semoga…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2529431374651483201?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2529431374651483201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/negara-kleptokrasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2529431374651483201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2529431374651483201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/negara-kleptokrasi.html' title='Negara Kleptokrasi'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-861789880237748103</id><published>2010-03-18T19:34:00.005+08:00</published><updated>2010-03-18T20:17:39.801+08:00</updated><title type='text'>Kedatangan Obama sebagai dialog Islam dan Barat</title><content type='html'>Kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia menjadi kontroversi. Ada yang menyambut kedatangan presiden yang masa kecilnya dihabiskan di indonesia tersebut dengan suka cita, adapula yang menyambut kedatangan obama dengan kemarahan dan sumpah serapah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bersenang hati akan kedatangan obama beralasan Obama adalah sosok Presiden AS pertama yang memiliki pertalian sejarah dengan Indonesia. Alasan lainya Obama menjadi representasi dari kekuatan Ekonomi  Negara Super Power yang diharapkan dapat membangun kemitraan sterategis dengan Indonesia.Ada pula alasan lain yang lahir dari dukungan Organisasi Islam atas pandangan-pandangan Obama yang katanya cenderung bersifat akomodatif bagi dunia muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kelopok yang menolak kedatangan Obama, lebih disebabkan Obama merupakan Presiden dari negara Agresor yang terlibat secara aktif bagi penghancuran negara-negara muslim utamanya di Timur Tengah. Adapula yang berangapan bahwa kedatangan Obama ke Indonesia tidak lebih dari upaya menjaga aset dan kepentingan ekonomi As atas indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama Antara benci Tapi Rindu&lt;br /&gt;Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar  di dunia tak dapat dipungkiri merupakan sebuah kekuatan penting dan sterategis bagi Obama dalam menjalankan politik luar negerinya "Amerika yang Mendengar".Dalam rangka Amerika yang mendegar itulah Obama datang untuk memberikan kesan bahwa indonesia sebagai sebuah negara yang berpenduduk mulslim terbesar kini sedang berangkulan dengan Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalangan muslim moderat hal tersebut merupakan sebuah sinyal positif yang ditunjukan oleh negara adidaya yang selama ini cenderung berpihak pada dunia barat utamanya Israel yang terus melakukan invasi atas kota suci palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-861789880237748103?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/861789880237748103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/kedatangan-obama-sebagai-dialog-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/861789880237748103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/861789880237748103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/kedatangan-obama-sebagai-dialog-islam.html' title='Kedatangan Obama sebagai dialog Islam dan Barat'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8685741773436023600</id><published>2010-03-14T23:16:00.000+08:00</published><updated>2010-03-14T23:25:16.754+08:00</updated><title type='text'>“Negeri Teror”</title><content type='html'>Saat itu perancis baru saja menyongsong sebuah kemerdekaan. Kemerdekaan yang kemudian melahirkan sebuah istilah yang menjadi abadi selain revolusi. Kata itu adalah Teror dalam bahasa Perancis dieja menjadi La Terreur yang merupakan masa penuh kekerasan selama 11 bulan saat perjuangan Revolusi Perancis terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa ini mereka yang tidak bersepakat mendukung revolusi akan menghadapi kematian dengan hukuman pancung mengunakan “guillotine”. Nama sebuah alat pembunuh yang dirancang oleh Joseph Ignace Guillotin (1738 - 1814). Guillotine adalah sebuah pisau nasional yang menjadi menjadi simbol rentetan eksekusi bagi sejumlah tokoh Tiran Prancis seperti Louis XVI, Marie Antoinette, Girondin, Louis Philippe II dan Madame Roland bahkan beberapa artikel menyebutkan korban saat itu mencapai 18.500 sampai 40.000 jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror sendiri diartikan sebagai suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi. Keadaan ini sering ditandai dengan kebingungan atas tindakan yang harus dilakukan selanjutnya, diikuti oleh kecemasan akan berbagai kejadian yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti juga kejadian prancis di tanggal 5 September 1793 sampai pada bulan Juni dan Juli 1794, kini bangsa kita mengalami nasib yang sama. Sudah hampir tiga bulan kita merasakan teror ketidakpastian atas siapa yang paling bertangung jawab atas kasus Century yang menyebabkan pecahnya kekerasaan jalanan oleh para demonstran dengan aparat kepolisian, kerusuhan sosial yang mulai bermunculan akibat gonjang-ganjing antara Presiden dan DPR, dan yang terbaru adalah ancaman kebangkitan terorisme dan Gerakan Separatis Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ketakutan menyebar di berbagai ruang kehidupan setiap warga. Ancaman teror biasa berlangsung dimana-mana dengan berbagai “guillotine”yang bisa diarahkan di setiap tempat. Entah pisau pancung itu berupa batu para demonstran yang nyasar di saat kita berkenderaan dijalanan, peluru aparat yang salah tembak atau bom dan timah panas para teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sedang berada diarena teror yang mencemaskan tanpa kepastian apa-apa. Bisa jadi kerusuhan antara sekelompok mahasiswa HMI dan aparat kepolisian hanyalah bentuk teror dari aparat bagi gerakan mahasiswa yang terkonsolidasi untuk kasus Century, bisa jadi pula penembakan terorisme di Gang Asem baru-baru ini juga merupakan bahasa penguasa bagi partai politik yang kini sedang terkonsolidasi melawan pemerintah yang berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya hanyalah bentuk prediksi seperti juga kata terorisme yang sedang menjadi perbincangan dimana-mana. Kita sedang berada pada arena ketidakpastian tanpa pernah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan berlangsung di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teror, Instabilitas dan Perubahan Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua paham bahwa perubahan selalu saja berawal dari instabilitas bukan stabilitas. Setiap perubahan akan bermula dari kekacauan dan akan menemukan polanya kembali pada saatnya. Seperti juga ramalan Jaya Baya tentang kedatangan Ratu Adil akan bermula dari huru-hara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mungkin layak untuk dipikirkan dan direnungkan, apakah gonjang-ganjing dan teror yang saat ini terjadi akan mengarah pada perubahan sosial yang lebih baik atau mungkin saja justru menyebabkan teror berkepanjangan yang akan menelan tumbal yang lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan yang melelahkan bagi warga negeri ini menyaksikan prahara politik yang mungkin mereka sendiri tidak mengerti, tiga bulan menyaksikan teror media yang mengantikan sinetron kesayangan ibu-ibu rumah tangga mesti berganti dengan desakan keingintahuan tentang bagaimana kelanjutan kasus Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini membuka pekan awal bulan Maret kita kembali mesti dikejutkan dengan ancaman terorisme yang menyebabkan rasa curiga di berbagai tempat. Kegelisahan menyebar dan membuat warga masyarakat semakin ketakutan akan keselamatan jiwa mereka sendiri. Kiini warga mesti belajar lebih waspada menoleh tetanga kanan dan kiri, mendeteksi setiap orang dengan mata curiga jangan sampai ada teroris di lingkungan mereka. Satiap orang baru akan mendapatkan pengawasan,para tamu mesti terdeteksi jangan-jangan membawa bom atau senjata. Inilah teror sesunguhnya teror yang di mulai oleh pemerintah atas warganya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman terorisme teror bagi parpol yang menjadi koalisi penentang pemerintahan juga sedang terjadi. Sejumlah politisi partai oposisi, kini mulai diisukan terlibat korupsi. Inilah teror baru setelah gonjang-ganjing yang terjadi dari terorisme Dulmatin yang akan melanda warga negri ini. Rakyat akan semakin bingung yang mana yang benar dan siapa yang salah ketika kejadian ini terjadi dan terus berkepanjangan dengan teror berikutnya sampai kita sadar perubahan sosial mesti disegerakan dan pemerintah negeri ini telah gagal memberikan rasa aman bagi kehidupan warganya di berbagai sendi kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik negeri teror ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Ignace Guillotin dan Pemerintah yang Paradoks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Ignace Guillotin (1738 - 1814) adalah tokoh yang menyarankan digunakannya pisau Guillotine yang terdiri dari dua balok kayu di mana di tengah ada lubang tempat jatuhnya pisau tepat di leher terdakwa. Joseph sendiri sebenarnya tidak setuju dengan hukuman mati. Ia berharap bahwa “alatnya” akan menghapuskan hukuman mati itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan zaman, alat Sang Dokter Goilonte teryata telah berubah menjadi serangkaian sejata api, bom, atau gas air mata. Namun, tujuan utamanya tetap sama, kontrol akan ketakutan dan menebar kecemasan. Mungkin saja pemerintah sedang memainkan apa yang diperankan oleh Golentine yang membuat serangkaian teror, dengan tujuan menghapuskan teror itu sendiri. Stabilitas adalah harga mati bagi sebuah kekuasaan untuk menjalankan kekuasaanya dengan aman. Sekali lagi kita semua hanya bisa berasumsi, “mungkin saja” karena kita sedang berada pada masa teror tanpa pernah mengerti apa yang akan terjadi di negeri penuh teror ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8685741773436023600?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8685741773436023600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/negeri-teror.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8685741773436023600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8685741773436023600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/03/negeri-teror.html' title='“Negeri Teror”'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2642011815941128827</id><published>2010-02-20T14:03:00.000+08:00</published><updated>2010-02-20T14:06:27.625+08:00</updated><title type='text'>Budaya Politik Ha..Hi…Hu…Ha!</title><content type='html'>Sudah hampir sebulan saya pulang kampung bergelut dengan rutinitas sebagai mesin dari  birokrasi. Setiap sudut kota mulai marak  foto kandidat walikota dan wakil walikota. Sebahagian saya mengenalnya dengan baik secara pribadi, sebahagian lagi saya mengenalnya dari nama yang mereka pajang di baligho mereka sendiri. Hampir disetiap tempat saya mendengar orang ramai membicarakan seputar kandidat walikota jagoan mereka. Di kantor-kantor pemerintahan semuanya sibuk mengukur kemana kapal kekuasaan akan berlabuh. “Sebagai pegawai negri sipil kalau ingin selamat dan mendapatkan tempat, kau mesti segera mendaftar menjadi penumpang, karena kalau tidak cepat menjadi bagian dari kapal,  hanya akan ada dua kemungkinan; “pertama tidak akan masuk dalam daftar penumbang kapal kekuasaan atau yang kedua, kalau salah naik kapal maka bersiap-siaplah hanyut dan terlempar di buasnya lautan kekuasaan””, begitu kata seorang kawanku yang juga sama sepertiku, staf biasa tanpa posisi apa-apa. &lt;br /&gt;Sementara di warung kopi banyak politisi yang mulai mengkalkulasi posisi  dukungan politik setiap kandidat. . Tentu saja sambil menghitung, harga yang mereka tawarkan dari suara yang mereka peroleh sisa pemilihan umum kemarin. Semakin besar jumlah suara dari parpolnya semakin mahal pula harga yang mesti dibayar oleh seorang kandidat. Di tempat lain, diruang redaksi berbagai media cetak, awak jurnalis sibuk mencari berbagai aktivitas politik para kandidat. Sebahagian lagi sembari menulis ikut pula menekan nomor telefon para tim sukses dengan dalih meminta info aktivitas para kandidat yang biasanya diakhiri dengan kesepakatan faedah dari berita yang akan naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpindah ke rumah-rumah para kandidat, ada berbagai orang berdatangan sembari bercerita tentang dukungan politik yang mereka telah peroleh bagi kandidat yang mereka santroni. Mereka datang dengan berbagai busana, ada yang berkopiah haji dengan gamis panjang sembari membawa tasbih, ada yang berpakaian rapi dengan kemeja yang dikancing di leher dan berbicara tentang dukungan jemaahnya. Ada juga bercelana  robek, dan rokok yang terus mengepul sembari terus berbicara basis politik yang mereka telah bangun. Pada umumnya kalimat yang mereka gunakan seragam; “ Dukungan ke bapak sudah Sip, Pokoknya sudah mantap”! Begitu kata-kata paling sering aku dengar dari mereka, mirip kalimat yang sering kudengar dari para pegawai bank yang terlatih menanyakan hal yang sama ketika ada nasabah yang datang ; Ada yang bisa dibantu ? Lucunya lagi, saya sering bertemu dengan orang-orang yang sama dirumah kandidat yang berbeda dan kata-kata yang mereka yang juga masih sama “Pokoknya Mantap”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan para kandidat Walikota sendiri aktivitasnya semakin bertambah, menghadiri berbagai acara yang sebelum ajang Pemilihan Kepala Daerah malas mereka datangi,menjadi begitu sensitive kalau ada kedukaan, ataupun semakin peduli dengan berbagai kebutuhan masyarakat padahal sebelumnya mereka tidak pernah mengenal atau dikenal oleh orang yang mereka bantu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Politik Ha…Hi…Hu…Ha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gabriel A. Almond dan G. Bingham Powell,  budaya politik berisikan sikap, keyakinan, nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi, juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi. Dari definisi ini, maka apa yang muncul dari gambaran realitas politik lokal atau daerah sebenarnya merupakan cermin pentas politik nasional. &lt;br /&gt;Budaya politik Ha..Hi...Hu...Ha adalah representasi  dari  Budaya politik  Nasional  yang Hiperbola, penuh manipulasi realitas dan dihuni oleh para petualang politik yang memanfaatkan ajang politik sebagai sarana mencari keberuntungan. Demikian pula kalkulasi kepentingan partai politik dari pusat dan daerah sebenarnya tak jauh berbeda , dengan hitung-hitungan yang sama; berapa yang bisa disetorkan kandidat ke kantong para pengurus. Sikap birokrasi juga masih sama, untuk mencapai netralitas politik adalah hal yang mustahil karena kekuasaan politik memiliki kekuatan yang besar dalam menentukan posisi setiap orang yang berada pada jajaran birokrasi. &lt;br /&gt;Para kandidat kepala daerah juga masih jauh dari keyakinan rasionalitas, karena mereka tidak dibekali dengan dasar fakta lapangan dimana mereka terlibat kontak langsung dengan masyarakat. Sebahagian besar dasar keyakinan mereka untuk terlibat pada arus kekuasaan hanya berdasarkan “Narsisme dan jiwa Megalomania Politik” dan akhir berujung pada frustasi karena menuai kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STOP Ha…Hi..Hu…Ha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan kultur politik harus segera menjadi agenda dari pertumbuhan demokrasi di negri ini. Politik kompa (dalam bahasa bugis) atau patende (dalam bahasa kaili) sudah mesti ditinggalkan didalam perjalanan demokrasi lokal dan nasional. Revitalisasi kultur politik seperti ini  harusnya di ubah sebelum kultur ini semakin menggeras dan menyatu dalam alam demokrasi kita dan tradisi masyarakat.&lt;br /&gt;Menurut analisis saya, model politik Ha…Hi…Hu…Ha, terbentuk karena kebudayaan politik nasional orde baru  utamanya kultur birokrasi. Kebiasaan Asal Bapak Senang (ABS) di masa soeharto, ternyata masih tersisa  begitu kuat dan bermetamorfosis dengan perkembangan demokrasi langsung dan kebebasan partai politik. Orang-orang parpol, birokrat dan media melihat celah dari ajang pilkada langsung sebagai bagian dari kesempatan mendapatkan tambahan penghasilan, cukup dengan modal yang sama yakni ; Ha…Hi…Hu…Ha, “Pokoknya Mantap”!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2642011815941128827?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2642011815941128827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/02/budaya-politik-hahihuha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2642011815941128827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2642011815941128827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/02/budaya-politik-hahihuha.html' title='Budaya Politik Ha..Hi…Hu…Ha!'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2608724501350612124</id><published>2010-01-27T20:25:00.000+08:00</published><updated>2010-01-27T20:27:48.390+08:00</updated><title type='text'>Seratus Hari, SBY  Mabuk Kekuasaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/S2AxLm4QGOI/AAAAAAAAANg/CX3O_oLDdBE/s1600-h/sby_marah_liputan_61.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/S2AxLm4QGOI/AAAAAAAAANg/CX3O_oLDdBE/s320/sby_marah_liputan_61.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431395226093623522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru genap seratus hari SBY-Boediono dan kabinet Indonesia bersatu jilid dua  berkuasa, aneka isu dan persoalan telah menggangu jalanya pemerintahan. Mulai dari kasus kriminalisasi KPK,oleh Polri, penjara mewah Artalita hingga penyidikan kasus Bank Century oleh DPR yang memunculkan wacana pemakzulan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak mau kalah dengan berbagai tekanan terhadap pemerintahan, SBY dengan gagah berani  melakukan serangkaian klarifikasi atas berbagai isu yang mendera kabinetnya. Hampir setiap isu yang berkembang dan menjadi wacana ditengah publik ditanggapi secara reaksioner oleh presiden. Bahkan beberapa waktu yang lalu  SBY menggumpulkan tujuh lembaga tinggi Negara. Dalam pertemuan tersebut, SBY mengingatkan bahwa Indonesia tidak menganut sistem parlementer sehingga tidak dikenal Istilah Impeachement (pemakzulan). Pernyataan tersebut dihubungkan dengan proses politik di DPR terkait dengan skandal Bank Century senilal 6,7 triilun. Bahkan pada hari bhakti paspamres  dan rapat pimpinan TNI Presiden kembali meminta masyarakat  untuk memahami ancaman pembunuhan atas dirinya.  Ini bukan kali pertama SBY menyatakan dirinya terancam pada saat menjelang pemilu peresiden yang lalu SBY bahkan membuat peryataan kontroversial dengan mengatakan dirinya coba disantet oleh beberapa pihak yang tidak senang. Atau tentunya kita juga masih ingat peryataan SBY menjadi target pembunuhan oleh terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan yang Memabukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Power intoxicates men. When a man is intoxicated by alcohol, he can recover, but when intoxicated by power, he seldom recovers. Kekuasaan meracuni manusia. Bila manusia diracuni (mabuk) alkohol, dia bisa sembuh, tapi bila diracuni (mabuk) kekuasaan, jarang ada sembuh. (James F. Byrnes). Peryataan Baynes rasanya tepat bagi Susilo Bambang Yudhoyono dan partai Demokrat yang kini berkuasa. Merasa diatas angin para anggota partai demokrat dan SBY tampil terlalu percaya diri menjadi representasi dari rakyat. Kekuasaan memang senantiasa memabukan. Seorang penguasa yang terus-menerus berkuasa akan terus berusaha mempertahankan kekuasaanya.Ketika ada yang mencoba mengangu kekuasaanya  maka seorang penguasa akan menjadi terlalu sensitif pada kekuasaannya. Kritik dan sikap yang berlawanan dengan kekuasaannya yang datang dari sebagian kelompok masyarakat akan dipandangnya sebagai usaha menjatuhkan kekuasaannya. Ketika telah mabuk dengan kekuasaan maka berbagai ketakutan secara psikologis akan bermunculan yang menyebabkan paranoid berlebihan.Dalam kondisi ini, terkadang sikap paranoid penguasa akan berlanjut dengan sikap otoriter untuk mempertahankan kekuasaan menjadi absolut. Akan tetapi, kekuasaan itu akan jatuh pada saatnya, melalui suatu krisis politik yang destruktif yang mengacaukan kehidupan masyarakat, dan pada saat itulah para penguasa biasanya baru sadar bahwa kekuasaan tak pernah abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Mencari simpati dan sensai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai langkah politik yang dilaksanakan oleh Sby baik melalui klarifikasi atas berbagai isu hingga curhat melalui album terbarunya hanya mencari simpati dan sensasi di mata rakyat. Tak ada penyelesaian kongkrit yang dilakukan oleh presiden dan orang-orangnya di lingkar partai demokrat. Tengoklah bagaimana SBY menjawab tuntutan rakyat atas kasus Century, Sby lebih melihat upaya pemakzulan presiden dari pada mendorong upaya pemecahan masalah century dan keberanian memegang tangung jawab sebagai seorang presiden yang memiliki otoritas sebagai pengambil kebijakan.&lt;br /&gt;SBY dan orang-orang terdekatnya terlalu mabuk akan kemenangan yang mereka peroleh dimasa Pemilu legislative dan presiden. Padahal kita juga tidak amnesia proses kemenangan SBY dan Demokrat dipenuhi berbagai catatan buruk, mulai dari kasus Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah, hingga indikasi kecurangan diberbagai tempat. &lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang terjadi saat ini dengan kepemimpinan politik SBY, lebih disebabkan sejak awal masyarakat Indonesia telah dihegemoni dan dibentuk dengan pola  pendekatan mass marketing of politic yang penuh kamuflase politik dengan menampilkan citra baik, melalui berbagai teknik persuasi politik, antaralain melalui iklan politik, retorika politik dan propaganda. Hasil Hegemoni itulah kabinet SBY naik ke tampuk kekuasaan politiknya. &lt;br /&gt;Model politik populer, memiliki kelemahan esensial. Pertama, di satu sisi cenderung menjaga citra dan laku pribadi dalam peran positif. Sementara peran-peran pemecahan masalah kontroversial senantiasa didelegasikan pada komite khusus atau menteri terkait maupun tugasnya. Pada sisi lainnya, kultur populer cenderung sangat sensitif terhadap isu-isu yang menciptakan kemerosotan citranya.&lt;br /&gt;Realitas pentas yang dipamerkan oleh Sby dan partai demokrat sebenarnya telah terjelaskan dengan baik dalam pandangan yang diungkapkan oleh teori gelanggang Bourdieu. Menurut Bourdieu, gelanggang merupakan seting dimana peran seorang aktor dioperasikan. Serupa dengan matematika, gelanggang Bourdieu juga memiliki seperangkat operasi yang dikonstruksikan dari interaksi antara peran, habitus, serta kapital seorang aktor. Keberadaan habitus dan akumulasi aktor mengindikasikan adanya aliran informasi yang terus menerus terhadap suatu gelanggang sehingga 'ukurannya' bisa membesar dan mengecil bergantung pada habitus dan akumulasi modal dari kekuasaan yang berlaku. Ini berarti Gelangang politik yang dimainkan oleh aktor politik Sby sebenarnya hanyalah bagian dari kepentingan elit dan kekuasaan dibelakang dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan menjatuhkan Kekuasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok 28 Januari 2010 kekuatan politik ekstra parlementer kembali terkonsolidasi untuk melawan pemerintahan SBY  yang sedang mabuk kekuasaan. Agenda utama yang digulirkan, yakni wacana ketidak puasan terhadap 100 hari kabinet Indonesia bersatu jilid dua. Ini bukan pertama kali demonstrasi besar Gerakan melawan pemerintahan digelar pada hari anti korupsi seluruh dunia, berbagai gerakan ekstra parlementer juga turun ke-jalan menyuarakan gerakan perlawanan terhadap kekuasaan Sby- Boediono.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah gerakan perlawanan demonstrasi-demonstrasi yang digelar diberbagai daerah sebenarnya membawa pesan politik tentang ketidak puasan terhadap kekuasaan politik yang kini berada ditampuk kekuasaan. Namun secara jujur, upaya penggulingan rezim politik yang saat ini berkuasa sebenarnya bukanlah hal yang mudah. Elit-elit politik yang menjadi mitra koalisi Sby, masih menanti reaksi dan arus balik yang lebih besar untuk menggulingkan kekuasaan. Belum lagi, berbagai kalkulasi politik tentang resiko penumbangan rezim politik akan memiliki resiko yang terlalu mahal. &lt;br /&gt;Keruntuhan kekuasaan Sby –Boediono dan kabinet Indonesia bersatu jilid II tidak akan terjadi melalui demonstrasi Gerakan 28 januari. Sebenarnya yang paling ditakutkan oleh SBY dan kekuasaan politik yang hari ini berkuasa di pentas politik tanah air, adalah penciptaan opini negative tentang kekuasan yang berlangsung secara terus menerus. Penciptaan opini negative tentang kekuasaan tentu saja akan mempengaruhi pencitraan politik Sby yang menjadi senjata utama mempertahankan kekuasaan politik demokrat yang tidak memiliki basis politik. Sby juga sadar, jika citra politik pemerintahan kabinet Indonesia bersatu jilid dua terus mendapatkan tekanan dan citra negative bukan hal yang tidak mungkin demokrat pada pemilu yang akan datang menjadi partai yang tidak memiliki suara signifikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2608724501350612124?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2608724501350612124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/01/seratus-hari-sby-mabuk-kekuasaan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2608724501350612124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2608724501350612124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/01/seratus-hari-sby-mabuk-kekuasaan.html' title='Seratus Hari, SBY  Mabuk Kekuasaan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/S2AxLm4QGOI/AAAAAAAAANg/CX3O_oLDdBE/s72-c/sby_marah_liputan_61.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3948398667106529652</id><published>2010-01-12T20:57:00.002+08:00</published><updated>2010-01-12T21:18:15.693+08:00</updated><title type='text'>sibuk</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir pikiranku berkelana.Semuanya terpecah-pecah mengembara keberbagai hal. Menuju  tugas -tugas perkuliahan,proposal thesis,status sebagai pegawai negri,menjadi suami yang baik bagi istri, hinga beberapa pekerjaan untuk menjaga dapur.Semuanya membutuhkan waktu yang cepat,kesabaran serta stamina tubuh yang baik. sementara makassar terus hujan kepalaku mulai memberi sinyal dan hidungku mulai berair sebagai tanda gerimis telah mengundang virus-virus jahat .&lt;br /&gt;Aku kesulitan untuk fokus,kepulan asap juga tak banyak menolong.Mungkin sudah masanya diantara kesibukan ini menghadapNya dalam keadaan ikhlas, sembari menyerahkan diri secara khusyuk.Aku mungkin bukan hamba yang pandai dalam memahami kata Syukur.Padahal begitu banyaknya nikmat yang aku dapatkan di tahun lalu dan berlimpahnya nikmat diawal tahun ini.&lt;br /&gt;Semoga esok lebih baik...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3948398667106529652?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3948398667106529652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/01/sibuk.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3948398667106529652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3948398667106529652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2010/01/sibuk.html' title='sibuk'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5749069870738112751</id><published>2009-12-29T16:26:00.004+08:00</published><updated>2009-12-29T18:48:17.608+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mbilan angle berita dan gambar saja sudah jauh berbeda apalagi kalau kita berbicara tentang kualitas para pekerja penyiaran dan media yang ada.'/><title type='text'>Teropong Jakarta dalam ajang KPID Award Sulsel</title><content type='html'>Beberapa malam yang lalu bersama istri saya duduk manis didepan layar kaca. Malam itu begitu penting baginya karena merupakan ajang pemberian penghargaan bagi lembaga siaran dan pekerja siaran daerah yang bertajuk KPID Award. Sebagai seorang penyiar tentu penting baginya menyimak siapa saja yang menjadi pemenang dalam setiap kategori KPID.Jujur saja, saya tidak terlalu tertarik untuk menyimak siapa yang memperoleh penghargaan.Namun pada awalnya saya lebih tertarik melihat ajang KPID award sebagai sebuah fenomena sosial dan pangung kebudayaan popular atau lazim disebut Pop Culture yang dibentukan oleh masyarakat kapitalistik.Semuanya demi sebuah prestise, gengsi dengan alasan yang sama demi memperoleh pengakuan dan penghargaan. Tapi entahlah saya toh tidak hendak membicarakan kebudayaan pop itu disini, karena ada hal yang lebih menarik bagi saya selain dugaan awal saya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang  menggangu pikiran saya tersebut adalah pidato ketua KPID Sulawesi Selatan yang dengan bersemangat pada malam tersebut berujar " sudah waktunya industri penyiaran sulawesi selatan tampil dan membuktikan pada Jakarta bahwa dunia penyiaran sulawesi selatan telah berkembang dan dapat bersaing dengan orang-orang Jakarta"! Bahwa jakarta mesti mengakui bahwa kini kita telah bangkit, singkatnya mungkin begini; "Sulsel bisa tonji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya merenung dalam hati.Pertama, terus terang saya dapat cukup mengerti apa yang ada dalam benak bapak Aswar Hasan, beliau ingin berbicara tentang semangat penguatan lembaga penyiaran lokal yang diikuti dengan regulasi pada Penyelenggaraan Penyiaran Melalui Sistem Stasiun Jaringan Oleh Lembaga Penyiaran Swasta dan Jasa Penyiaran Televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga cukup mengerti tentang hegemoni dan dominasi isi siaran yang terkadang  jauh dari semangat sistem penyiaran nasional yang memiliki prinsip dasar keberagaman kepemilikan dan keberagaman program siaran dengan pola jaringan yang adil dan terpadu dalam rangka pemberdayaan masyarakat daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya tidak dapat memahami mengapa kita berbicara tentang batas geografis dan penolakan terhadap ke indonesian yang utuh. Saya tidak dapat memahami mengapa seolah-olah apa yang disampaikan oleh seorang Guru seperti Aswar Hasan lebih bernuasa propagandis yang membagi teritorial antara jakarta dan non jakarta.Bahwa kita sepertinya baru saja lepas dari jakarta yang menindas informasi, dan dengan lahirnya Peraturan Menteri Kominfo Mengenai Penyelenggaraan Penyiaran Melalui Sistem Stasiun Jaringan Oleh Lembaga Penyiaran Swasta dan Penyiaran Televisi kini saatnya menunjukan pada jakarta kita mampu dan bisa. Pada titik ini saya tidak sepakat dengan peryataan ketua KPID sul-sel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, semangat utama penyelenggaraan penyiaran jaringan, yakni memberikan ruang bagi lembaga penyiaran lokal dan daerah untuk dapat memuaskan kebutuhan informasi dengan mempertimbangan  bahwasanya pelaksanaan sistem stasiun jaringan harus mempertimbangkan perkembangan teknologi penyiaran, kecenderungan permintaan pasar, ekonomi, sosial, budaya, dan kondisi lingkungan serta yang terpenting adalah terjaminnya masyarakat untuk memperoleh informasi.Bukan untuk sekedar ajang menampilkan diri bahwa kami juga mampu seperti jakarta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kedua, Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beliau dan kawan-kawan  yang mendapatkan penghargaan KPID Award jujur saja saya rasa terlalu berlebihan melihat KPID award  sebagai teropong melihat jakarta. bukannya tidak mendukung semangat penguatan lembaga penyiaran lokal, namun saya masih pesimis melihat representasi dari berbagai program siaran baik radio apalagi televisi yang mendapatkan penghargaan. Saya merasa program-program tersebut masih jauh dari menarik.Bila diberikan pilihan antara menonton program berita sulawesi selatan dan breaking news metro TV tentu saja saya akan memilih metro.Alasan saya mungkin sangat karikatif dalam melihat hal tersebut, dari segi pengambilan angle berita dan gambar saja sudah jauh berbeda apalagi kalau kita berbicara tentang hal lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sebagai masyarakat saya merasakan bahwa KPID Sulawesi Selatan semakin terjebak pada berbagai acara serimonial dan kebudayaan spektakel, termasuk melalui ajang KPID Award. Harusnya KPID fokus pada beberapa hal yang lebih penting, misalnya saja mendorong pendidikan media literasi pada khlayak sebagai bentuk tangung jawab KPID sebagaimana tertaung dalam UU 32/2002 , KPI maupun KPID merupakan wujud peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan penyiaran (ps. 8; tentang tupoksi KPI). Dengan demikian KPI/KPID merupakan reprensentasi masyarakat dalam bidang penyiaran. Sebagai representasi masyarakat, maka KPI/KPID harus memiliki ikatan yang kuat dengan masyarakat, sekurangnya ”masyarakat informasi” (masyarakat yang memiliki perhatian besar pada bidang informasi/penyiaran). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.jiwa-pikiran.blogspot.com )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5749069870738112751?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5749069870738112751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/teropong-jakarta-dalam-ajang-kpid-award.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5749069870738112751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5749069870738112751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/teropong-jakarta-dalam-ajang-kpid-award.html' title='Teropong Jakarta dalam ajang KPID Award Sulsel'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-639837231994505036</id><published>2009-12-24T16:30:00.002+08:00</published><updated>2009-12-24T16:55:54.575+08:00</updated><title type='text'>Beberapa Agenda penting</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SzMsjtA8QEI/AAAAAAAAANU/4IHv2KJtKzE/s1600-h/agenda.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SzMsjtA8QEI/AAAAAAAAANU/4IHv2KJtKzE/s320/agenda.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418723768547426370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa bilangan tahun 2009 akan segera berakhir.Sore ini istriku berpamitan untuk pulang kampung melepas rindu ibunya yang sedang sendu.Tak terasa lima atau enam hari lagi tahun ini berakhir meningalkan beberapa kenangan dan resolusi yang tercapai ataupun terbengkalai.&lt;br /&gt;Beberapa agenda penting sedang berada di hadapanku yang membutuhkan penyelesaian segera.Tugas-tugas akhir kuliah yang menumpuk, kedatangan kakaku dengan beberapa agendanya, proposal thesis yang belum juga bergerak,tiga proposal pekerjaan awal tahun dan tentunya beberapa tulisan yang belum juga rampung. Jujur saja aku galau dengan keadaan ini, sementara labtop yang menjadi saranaku menyelesaikan beberapa agenda penting tersebut belum pula selesai dikerjakan.Ah...." Tuhan aku mesti segera bangkit menyelesaikan segalanya satu persatu".Segala agenda penting tersebut mesti kuselesaikan sebelum awal tahun. Aku berharap pada awal tahun segalanya bermula dari kekosongan tak perlu membawa agenda-agenda tersebut di tahun yang baru. Semuanya mesti tutup buku di tahun 2009 sehingga pada 2010 tidak ada lagi sisa catatan agenda tahun ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-639837231994505036?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/639837231994505036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/beberapa-agenda-penting.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/639837231994505036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/639837231994505036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/beberapa-agenda-penting.html' title='Beberapa Agenda penting'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SzMsjtA8QEI/AAAAAAAAANU/4IHv2KJtKzE/s72-c/agenda.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3527380257702763491</id><published>2009-12-09T23:13:00.003+08:00</published><updated>2009-12-10T00:08:21.333+08:00</updated><title type='text'>Berita dibalik berita (Demonstrasi Mahasiswa Makassar teror, masa dan aksi)</title><content type='html'>Hari ini saya sengaja tidak masuk kuliah. Bersama istri dengan  hati yang bulat kami berdua memutuskan untuk ikut dalam demonstrasi pada 9 Desember yang bertepatan dengan hari anti korupsi sedunia. Sudah lama rasanya tidak ikut turun kejalan, bercinta bersama matahari serta menari dengan iringan sumpah serapah para demonstran. Istriku dengan berapi-api memaksaku untuk turun kejalan,pasalnya sehari sebelumnya sebuah opini yang saya tulis tentang "krisis komunikasi SBY" dibacanya disebuah surat kabar lokal sulawesi selatan.&lt;br /&gt;"Kak salah satu  konsekuensi pengetahuan adalah tangung jawab sosial megerjakanya", begitu katanya. Aku hanya dapat diam sebari berpikir tentang gugatanya padaku, sebuah gugatan dari sosok yang senantiasa menjadi mitra koalisi terbaik sekaligus oposisi yang paling berani ! &lt;br /&gt;Oke kalau begitu kita akan turun bersama besok. Maka sejak pukul delapan pagi aku berangkat menuju kampus sementara istriku telah berangkat lebih duhulu karena mesti siaran pagi hari. Sampai dikampus aku bertemu dengan beberapa kawan lama yang juga telah alumni. Rupanya mereka memiliki kerinduan yang sama untuk turun kejalan mengutuk rezim pemerintahan yang kata mereka kini semakin menunjukan sikap otoriternya. Sekitar setengah jam berselang setelah minum segelas kopi maka berangkatlah seya menuju titik star aksi di tugu universitas Hasanuddin.Sudah ada banyak mahasiswa disana berkumpul dengan jas merah darah yang menjadi simbol almamater Universitas Hasanuddin.Jam menunjukan pukul sembilan pagi bersama masa aksi sayapun ikut bergerak menuju titik aksi. Tapi oleh seorang kawan mengajaku untuk naik motor menuju pintu satu karena katanya disana beberapa kawan lama juga akan ikut sekalian reunian. Maka sayapun menumpang sampai di pintu satu dan benar disana sudah ada beberapa kawan dan senior yang dahulu juga sering terlibat demonstrasi. Setelah tertawa sejenak dan kamipun berangkat menuju titik aksi di karebosi. Kali ini dengan beberapa kawan saya putuskan untuk ikut berjalan kaki, sekalian membakar lemak tubuhku yang semakin bengkak saja. Dibawah panasnya matahari den berbagai lagu aksi yang menjadi alat agitasi untuk memecah kelelahan saat demonstrasi tak terasa kakiku bersama masa aksi yang lainya telah sampai di tugu adipura .Sepertinya aku mesti menyerah kepalaku tak lagi kuasa menahan panas dan kakiku serasa hendak patah maka kuputuskan untuk menumpang bersama seorang yunior yang kebetulan tidak memiliki boncengan.Begitu tiba didepan gubernuran sul-sel aku menyaksikan ada kelompok mahasiswa dengan almamater hijau dan biru mereka mengenderai dua mobil besar dan banyak yang mengunakan kenderaan bermotor. massa aksi mereka memang tak sebanyak mahasiswa unhas yang mebuat jalan-jalan kota makassar memerah. Sudah lama rasanya unhas tidak demonstrasi seramai hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung.....saya capek)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3527380257702763491?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3527380257702763491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/berita-dibalik-berita-demonstrasi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3527380257702763491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3527380257702763491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/berita-dibalik-berita-demonstrasi.html' title='Berita dibalik berita (Demonstrasi Mahasiswa Makassar teror, masa dan aksi)'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2391053719417970199</id><published>2009-12-08T17:56:00.002+08:00</published><updated>2009-12-08T18:23:47.576+08:00</updated><title type='text'>menanti</title><content type='html'>sudah beberapa hari ini, aku tidak memiliki aktivitas yang berat. Santai terlalu lama teryata tidak selalu mengenakan.Tapi apa yang bisa aku kerjakan ? tanpa notebook rasanya duniaku semakin sulit saja. Sementara banyak hal yang mesti diburu mulai dari penyusunan proposal yang waktunya semakin dekat,urusan proposal buku pesanan, penyusunan buku persma dan beberapa tugas menjelang akhir kuliah.&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah berupaya memperbaikinya, tapi harga perbaikannya lebih dari harga sebuah labtop baru. Seorang kawan menawarkan bantuan dengan membawanya ketempat perbaikan yang katanya bisa memperbaiki kerusakanya. Tapi hingga saat ini kabar kejelasan berapa perbaikanya juga masih mengambang tapi kata kawan tersebut paling lambat minggu depan selesai dikerjakan. Aku berharap semoga masalah ini cepat selesai masalahnya kalau petani mengantungkan hidupnya pada cangkul,nelayan pada perahu dan jala maka aku mengantungkanya dari sebuah labtop. Semoga masalah ini segera usai, sebelum segalanya terbengkalai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2391053719417970199?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2391053719417970199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/menanti.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2391053719417970199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2391053719417970199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/menanti.html' title='menanti'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1750132130917272186</id><published>2009-12-07T20:21:00.002+08:00</published><updated>2009-12-07T20:24:05.118+08:00</updated><title type='text'>terima kasih ema</title><content type='html'>buat ema, terima kasih telah membuat blog ini semakin baik. semoga coretan-coretan blog ini lebih memacu untuk terus menulis....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1750132130917272186?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1750132130917272186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/terima-kasih-ema.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1750132130917272186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1750132130917272186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/terima-kasih-ema.html' title='terima kasih ema'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5245856090408953138</id><published>2009-12-07T13:20:00.003+08:00</published><updated>2009-12-07T13:29:18.994+08:00</updated><title type='text'>Krisis Komunikasi SBY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SxySoCj0szI/AAAAAAAAANM/bOG47JD5XF4/s1600-h/sby+dua.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 91px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SxySoCj0szI/AAAAAAAAANM/bOG47JD5XF4/s320/sby+dua.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412362068772041522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kini sedang mengalami krisis komunikasi. Hal ini nampak dari peryataan SBY dalam menyikapi tekanan publik menyangkut isu Century dan rencana demonstrasi besar pada 9 desember yang bertepatan dengan hari anti korupsi dunia. SBY terlalu reaksioner dalam menjawab berbagai tudingan yang diarahkan pada dirinya dan partai demokrat menyangkut kasus Century. &lt;br /&gt;Dalam menyikapi rencana demonstrasi 9 Desember meminjam istilah SBY “dengan terang benderang telah jelas bahwa hal tersebut bukan bagian dari agenda penuntasan korupsi tapi lebih merupakan gerakan sosial yang bermuara pada kepentingan politik“! Disinilah titik akumulasi dari krisis komunikasi politik SBY. Seorang presiden tidak perlu terlalu buru-buru menyampaikan tuduhanya dalam menyikapi tekanan publik utamnya menyangkut berbagai sikap kritis dari sejumlah kalangan. &lt;br /&gt;Sikap lebay (berlebih-lebihan) SBY yang berusaha mengalang simpati publik terhadap apa yang akan terjadi pada dirinya justru semakin menunjukan ketidakmatangan SBY dalam berpolitik dan menghadapi polemik. Kini akibat terlalu reaksionernya SBY dalam menyikapi tekanan sejumlah kalangan, antipati terhadap SBY semakin membesar.&lt;br /&gt;Kedua SBY sepertinya tidak begitu paham apa hakekat dari sebuah demonstrasi. Secara esensial Demonstrasi adalah sebuah gerakan sosial yang dalam bahasa Inggris disebut :social movement yang berarti aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbetuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah perubahan sosial. Menilai aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan oleh sejumlah elemen pada 9 Desember nanti sudah jelas mereka lahir dari berbagai kelompok sosial ditengah masyarakat yang terdiri dari akademisi, praktisi, mahasiswa, buruh, tani dan rakyat serta elemen masyarakat lainya yang menginginkan sebuah perubahan sosial atas budaya korupsi, mafia peradilan, ataupun kegagalan pemerintahan. Jadi dari definisi ini, demonstrasi pada hakekatnya adalah sarana dalam mendorong gerakan soaial, lantas apa yang salah dari hal ini. Bukankah Indonesia adalah bagian dari Negara demokrasi yang memberikan keleluasaan dalam menyampaikan pendapatnya ? opini yang dibangun  SBY dengan menyampaikan bahwa aksi tersebut dapat berpotensi kericuhan dan tindakan kekerasan dan benturan mengigatkan kita pada pola komunikasi orde baru. Gaya komunikasi orba berjalan melalui terror yang pada esesnsinya adalah menebar ketakutan dan kecemasan dengan cara-cara tidak bertangung jawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis Komunikasi dan Krisis Kepercayaan diri SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wilbur Schramm pada saat krisis terjadi ada beberapa ganjalan yang mencolok. Pertama , arus informasi mengalami peningkatan luar biasa dari arus informasi “dari” maupun “ke” titik krisis tersebut. Kedua, sistem komunikasi goncang-kehilangan keseimbangan  kemudian diikuti munculnya langkah-langkah pemulihan keseimbangan, dan akhirnya pemulihan keseimbangan fungsi sistem pada tingkat keseimbangan baru. Ketiga, kandungan emosi dalam komunikasi krisis sangat mencolok. Keempat, terjadinya “jalinan” antara jaringan komunikasi antar pribadi dan komunikasi media dan kelima, keterkaitan manusia pada media komunikasi massa mengalami lonjakan besar untuk mendapatkan pemenuhan kebutuhan akan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima penjelasan Wilbur Schramm mengenai krisis komunikasi terasa sangat aktual untuk menilai apa yang menimpa SBY saat ini. Pertama tentu saja arus informasi yang seputar century terus berlangsung dan terus meningkat dalam perjalanan isunya yang mengalami pengawalan secara konsekuen dari media massa. Kedua, sistim komunikasi dalam pemerintahan amat goyah seperti yang dapat kita saksikan saat ini, bagimana antara lembaga Negara saling berebut pengaruh bahkan terlibat konflik. Kondisi ini memacu ketidak percayaan publik terhadap pemerintahan sehingga public cenderung apatis dalam menilai apapun yang disampaikan oleh pemerintah. Ketiga, kandungan emosi yang begitu mencolok dari sosok SBY sebagai kepala pemerintahan tidak dapat lagi ditutupi sebagai akibat tekanan informasi yang terus meningkat dan goyahnya peranata sistim komunikasi diatara lembaga pemerintahan. Keempat jejaring sosial melalui berbagai media massa amat berpengaruh dalam membentuk opini publik dari televisi hingga facebook telah menjadi arena pembahasan kasus century dan kelima hasrat khalayak yang semakin besar dalam pemenuhan seputar informasi menyangkut kasus ini tentu saja semakin meningkat tegoklah bagaimana ramainya isu pemberitaan ini telah mengundang rasa ingin tahu masyarakat sehingga media massa tak berhenti menyajikan perkembangan kasus ini secara terus menerus.&lt;br /&gt;Krisis komunikasi ini telah memacu krisis kepercayaan diri seorang SBY dalam menjawab tekanan publik yang semakin meluas dan membuat SBY semakin emosional dan reaktif dalam menyikapi berbagai isu dan romor ditengah masyarakat. Disinilah kemampuan SBY di uji, jika dahulu selalu ada Jusuf Kalla yang tampil menjadi komunikator dari berbagai kebijakan yang tidak populis kini SBY mesti berjibaku menapik berbagai isu yang di hadapinya. &lt;br /&gt;Jika dirunut lebih jauh, akar permasalahan munculnya  krisis komunikasi tersebut adalah tidak terpenuhinya tiga tahap dasar dalam komunikasi krisis, yaitu perencanaan, penanganan, dan evaluasi.  Perencanaan komunikasi krisis dengan sendirinya mengandung makna antisipasi. Dalam tahap ini, mengantisipasi dapat diartikan sebagai kesadaran bahwa masalah, kasus, dan bencana bersifat omnipresent, dapat terjadi kapan dan di mana pun. Karena itu kesiapsiagaan dan persiapan dini perlu dilakukan.&lt;br /&gt;Pada tahap penanganan, mengantisipasi merujuk pada upaya dan rancangan informasi serta data yang disampaikan kepada setiap pihak terkait. Potensi terburuk dari situasi darurat dan adanya disonansi (tegangan) antara berbagai kepentingan pun perlu diantisipasi pada fase ini. Sedangkan pada tahap akhir (evaluasi), mengantisipasi menunjukkan adanya kesiapsiagaan untuk menghadapi segala bentuk situasi emergensi atau krisis yang mungkin terulang.&lt;br /&gt; Ketiga kata kunci ini sebenarnya mesti disiapkan oleh para tim yang berada dilingkaran SBY agar dapat keluar dari krisis komunikasi yang kini melanda pemerintahan SBY- Boediono dalam isu Century. Bukan dengan cara merengek dan bersumpah yang mebuat kewibawaan presiden semakin jatuh dan membuat rakyat semakin jenuh dengan pola melodramatik sang prisiden.&lt;br /&gt;Problem kegagapan maupun kelatahan komunikasi saat terjadi situasi darurat mengindikasikan kurangnya kemampuan mengantisipasi dan mengendalikan krisis. Bahkan, bisa jadi partai demokrat dan SBY sendiri belum memiliki manajemen krisis atau pun rancangan komunikasi krisis. Imbasnya sangat jamak terlihat dalam komunikasi yang tidak efektif dan beretika. &lt;br /&gt;Pola komunikasi yang muncul kemudian, misalnya, membatasi akses informasi, keterlambatan informasi, misinformasi, tegangan dengan pihak stakeholders maupun media, keterangan yang berbeda dari berbagai pihak terkait, hingga rumor-rumor yang tak terkendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan Sterategi Komunikasi Politik SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang mesti dipikirkan oleh SBY dalam konteks komunikasi&lt;br /&gt;politik  adalah mengubah pola komunikasi yang selama ini digunakan yang cenderung simbolistis, tidak menjawab pertanyaan secara lugas dan yang paling utama kesan meminta dikasihani oleh masyarakat. Setidaknya sudah tiga kali dirinya secara terbuka menyatakan terancam, pada masa Pilpres saat itu SBY merasa terancam oleh adanya Santet atas dirinya dan keluarga, kedua dirinya dijadikan sebagai target oprasi terorisme yang mencatut dirinya sebagai sasaran tembak dan yang terakhir adalah adanya upaya menjatuhkan dirinya melalui perayaan demonstrasi anti korupsi sedunia pada 9 desember nanti.. &lt;br /&gt;Dalam konteks saat ini, kesalahan atau kekeliruan komunikasi politik&lt;br /&gt;Presiden SBY adalah ketidakberhasilannya membaca dan menyesuaikan kepentingan&lt;br /&gt;dirinya (sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara) dengan apa yang menjadi agenda masyarakat dan media. &lt;br /&gt;Dalam kondisi saat ini harusnya Presiden SBY memperbanyak dialog dengan kelompok kritis,di setiap ranah (kesempatan) kepemimpinannya. Intensifikasi dan ektensifikasi&lt;br /&gt;dialog SBY dengan masyarakat, khususnya kelompok krtis, akan memperluas akses&lt;br /&gt;rakyat menjalin komunikasi politik dengan dirinya. Bukan malah dengan menyampaikan bahwa kelompok kritis tersebut adalah bagian dari kepentingan lawan-lawan politik yang bertujuan menjatuhkan dirinya. Kemampuan membangun komunikasi yang sehat mesti dilakukan agar krisis ini tidak berkepanjangan. Jika terlambat bukan tidak mungkin apa yang menjadi ketakutan SBY terhadap aksi massa untuk menjatuhkan dirinya dari kursi kepresidenan akan terjadi pasca 9 Desember 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5245856090408953138?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5245856090408953138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/krisis-komunikasi-sby.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5245856090408953138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5245856090408953138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/12/krisis-komunikasi-sby.html' title='Krisis Komunikasi SBY'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SxySoCj0szI/AAAAAAAAANM/bOG47JD5XF4/s72-c/sby+dua.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1938760529930423605</id><published>2009-10-25T16:22:00.002+08:00</published><updated>2009-10-25T16:28:03.890+08:00</updated><title type='text'>selamat ulang Tahun</title><content type='html'>tak terasa sudah seper empat abad kau di bumi, lahir dan mengalir.Pada usia 25 tahun ini kau telah mencapai apa yang menjadi resolusi di usia 24 tahun :&lt;br /&gt;1. Kuliah s2 ( sementara)&lt;br /&gt;2. Menikah (sudah)&lt;br /&gt;3. Buat buku (sedang dijalani)&lt;br /&gt;4. Perbaiki bahasa Inggris ( sementara)&lt;br /&gt;5. Punya pekerjaan tetap&lt;br /&gt;Nah dari lima resolusi itu sepertinya kini tinggal penguatan dan perbaikan untuk menjalaninya.Adapun resolusi tahun ini :&lt;br /&gt;1. Menjadi Mengister secepat mungkin&lt;br /&gt;2. Menyelesaikan sebuah buku&lt;br /&gt;3. rajin membaca teks asing&lt;br /&gt;4. Mantapkan karir di dunia birokrat atau transfer menjadi dosen&lt;br /&gt;empat resolusi ini penting adanya sekarang mari berlari wahai diri....!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1938760529930423605?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1938760529930423605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/10/selamat-ulang-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1938760529930423605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1938760529930423605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/10/selamat-ulang-tahun.html' title='selamat ulang Tahun'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1800468721740150749</id><published>2009-09-02T10:16:00.002+08:00</published><updated>2009-09-02T10:35:42.221+08:00</updated><title type='text'>istriku</title><content type='html'>istriku maaf kalau aku belum bisa memberikan kau sebuah rumah besar dengan kolam ikan kecil di halaman belakang, belum pula dapur komplit dengan peralatan seperti yang biasa dipamerkan di acara demo masak Televisi. Istriku maaf pula kita belum punya sebuah kenderaan apapun yang mengantarkanmu kemana engkau suka. Istriku rumah kita yang kini kita tinggali hanyalah peningalan dari orang tuaku, tua dan tak terawat tanpa sebuah perabot pun. Namun disana aku pernah menyaksikan mereka membangun Cinta di rumah itu, hingga akhirnya mereka dipisahkan oleh maut. Istriku di dapur kita hanya ada sebuah kompor dengan sebuah panci kecil. Di panci itu setiap hari kau ubah menjadi berbagai makanan yang membuatku selalu bangga memiliki koki hebat di rumahku, istriku tanpa kenderaan kau tetep teguh menuju pasar dengan kedua kakimu. Istriku kaulah yang terbaik di hatiku kini....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1800468721740150749?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1800468721740150749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/09/istriku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1800468721740150749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1800468721740150749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/09/istriku.html' title='istriku'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5512628884956451087</id><published>2009-06-16T01:22:00.002+08:00</published><updated>2009-06-16T01:31:47.367+08:00</updated><title type='text'>80809</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SjaFWVzegbI/AAAAAAAAAM4/bErcHgcxGYo/s1600-h/endang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SjaFWVzegbI/AAAAAAAAAM4/bErcHgcxGYo/s320/endang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347608226405712306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;semoga hari itu bisa berjalan dengan baik dan bisa menjadi awal dari Revolusi besar bagi diriku......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5512628884956451087?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5512628884956451087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/06/80809.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5512628884956451087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5512628884956451087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/06/80809.html' title='80809'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SjaFWVzegbI/AAAAAAAAAM4/bErcHgcxGYo/s72-c/endang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1396406976968212171</id><published>2009-06-07T16:49:00.004+08:00</published><updated>2009-06-07T16:53:58.505+08:00</updated><title type='text'>Pertarungan para Goebbels</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/Sit_wKWGu8I/AAAAAAAAAMo/BXoGi4rsChs/s1600-h/goebbels.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/Sit_wKWGu8I/AAAAAAAAAMo/BXoGi4rsChs/s320/goebbels.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344505848192744386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya.  Kebohongan yang paling besar ialah kebenaran yang dirubah sedikit saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jozef Goebbels, Menteri Propaganda Nazi di Zaman Hitler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada 1939 Hitler sedang berada pada ambisi perang, sang 'Fuhrer' baru saja menaklukan Australia, menguasai Cekoslowakia, melakukan ekspansi di Danzig Polandia, bahkan bermimpi menjadi pemimpin dunia. Keinginan pemimpin jerman ini memacu kemarahan Eropa yang berakhir dengan terjadinya perang dunia kedua.  Akibat dari perang, Rakyat Jerman mengalami penderitaan berkepanjangan, demi kebangkitan ras Arya rakyat Jerman rela meregang nyawa memberikan segalanya demi kejayaan “Egenika” yang menjadi dasar pijakan pandangan evolusionis Nazi. Egenika berarti ‘perbaikan’ras manusia yang berangkat dari pandangan Darwin tentang kualitas manusia unggul. Pada masa itu Hitler sukses membangun proyek ilusi tentang kelebihan ras yang dimiliki bangsa jerman dan berniat menghancurkan ras lainya dimuka bumi termasuk rakyat jerman yang cacat.&lt;br /&gt; Propaganda demi propaganda yang dilakukan oleh hitler sebenarnya merupakan buah pikiran seseorang yang berada dibelakang Hitler, arsitek utama dibalik berbagai kampanye dan propaganda Nazi sekaligus pelatak dasar pandangan propaganda bernama Jozef Goebbels. Goebbels merupakan tokoh penting bagi perkembangan kajian propaganda  yang juga memberikan subangsih pada  kajian Ilmu Komunikasi, khususnya menyangkut pandangan kepasifan massa dalam menerima setiap terpaan pesan, komunikasi politik, serta dunia periklanan dan promosi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pandangan yang dikemukakan Goesbbels dalam prakteknya mengalami sintesis dengan dunia marketing, termasuk menjalankan sterategi iklan dan promosi produk. Tengoklah bagaimana sebuah iklan ditampilkan  dengan berbagai alat propaganda dangan  tujuan mengajak setiap orang untuk meyepakati apa yang disampaikan oleh  iklan yang mereka tonton, baca, atau dengarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Logika  yang digunakan oleh “Para Goebbels” dibidang marketing produk tetap mengunakan logika yang sama,  semakin sering mereka melakukan promosi dalam bentuk iklan, maka akan semakin banyak orang yang akan tertarik untuk membeli, karena pada dasarnya segala kebaikan yang disampaikan oleh produsen lewat iklannya adalah sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;Saat ini menjelang pemilihan presiden kita sedang menyaksikan “pertarungan Para Goebbels”dalam mempropaganda  para calon presiden yang mereka dukung. Berbagai alat propaganda dilakukan dari sekedar menawarkan visi pasangan, kesuksesan yang pernah diraih, kelebihan para Capres dan Cawapres hingga  politik kesukuan  begitu terlihat dalam arena pemilihan presiden.&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              &lt;br /&gt;Pandangan Tentang  Propaganda Yang Tak Berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perkembangan yang terjadi dalam dunia propaganda politik sepertinya tidak mengalami banyak perubahan dalam strategi politik yang dijalankan para tim sukses Capres. Kemasan pesan politik yang disajikan dalam iklan politik televisi yang bertebaran sebagian besar masih merujuk pada kesan berlebihan dan  citra personal yang  sempurna dari  calon Presiden. Hal ini bisa nampak dari salah satu isi iklan kampanye yang menceritakan gambaran seorang calon Presiden yang sukses meniti karir, pendidikan, menjadi ayah yang baik bagi keluarganya, kakek yang penuh perhatian, negarawan yang unggul, memiliki komitmen pada rakyat dan berbakti pada nusa dan bangsa serta taat beragama. Kesan sempurna itulah yang ingin disajikan dalam pesan politik iklan tersebut, namun benarkah ada manusia yang memiliki segalanya dalam dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memang tujuan utama dari pembentukan  citra dan propaganda politik melalui iklan adalah menampilkan segala kelebihan calon yang diusung sehingga menarik khalayak untuk memilih. Namun patut diingat paradigma propaganda ala Goebbels  sebenarnya tidak lagi kontekstual dalam melihat halayak. Teori tentang kebohongan yang terus disampaikan akan menjadi kebenaran yang menjadi  dasar lahirnya teori jarum suntik telah runtuh dengan lahirnya pandangan baru tentang proses seleksi informasi khalayak. Sebuah pesan tidak akan diterima secara langsung oleh khalayak karena setiap pesan yang disampaikan akan mengalami seleksi dan filterisasi sebelum respon balik terjadi. Pada sisi ini, sebuah kesalahan besar dalam melihat khalayak sebagai pasif, karena pada dasarnya massa cenderung menjalankan sebuah proses seleksi terhadap setiap pesan yang disampaikan bahkan terkadang membangun filter dan benteng pertahanan  informasi yang mereka miliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk itu, para tim sukses yang mengemas iklan kampanye harusnya juga memperhatikan persoalan citra berlebihan ini. Karena pada dasarnya masyarakat sudah bisa melihat atau menilai setiap calon yang bertarung pada arena Pilpres. Apalagi ketiga Capres yang ada, sudah dikenal luas oleh publik termasuk trade record mereka. Jadi persoalan citra pribadi sebenarnya bukalah menjadi hal yang penting untuk dikemas dalam materi iklan kampanye politik namun harusnya fokus utama dalam propaganda yang ditawarkan adalah pada model 'deferensiasi'politik yakni malahirkan karakter khusus yang menjadi pembeda dalam diri setiap calon. Propanganda yang semestinya diisi dalam materi iklan kampanye bukanlah pada citra personal namun fokus pada visi politik yang ditawarkan oleh capres. Tentu saja hal tersebut membutuhkan  kerja keras apalagi mengemasnya dalam bahasa yang mudah dimengerti, dan tampilan visual yang menarik disinilah tugas Para Goebbels yang dibayar mahal para calon bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertarungan Para Goebbels&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salah satu model  propaganda yang kini ramai di bicarakan adalah persoalan black campaign (kampanye hitam) yang isinya adalah caci maki dan saling memojokkan. Kampanye hitam bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara demokrasi. Namun hal yang paling penting untuk ditelaah adalah pemisahan antara black campain dan negatif campain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika seorang calon diserang visinya maka itu merupakan bagian dari negatif campain namun ketika seorang capres diserang secara kelemahan pribadi yang tidak memiliki korelasi dengan persoalan visi pemerintahan yang menjadi visi/misinya dalam mengajukan diri hal tersebutlah yang dinamakan black campaign. Selama perdebatan yang diangkat di publik adalah persoalan visi seorang calon, kelemahan pengetahuan mereka dalam penguasaaan pemerintahan dan berbagai hal lainya yang berhubungan dengan pencalonannya sebagai Presiden hal tersebut bukanlah menjadi soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika propaganda  selama meletakkan landasannya tidak ada ranah pribadi seorang calon presiden-wakil presiden, itu berarti semua dapat diperbincangkan dan semua dapat dipertanyakan. Masalahnya, ruang semacam itu sulit untuk ditemukan. Alasannya, masyarakat sudah terbelah-belah dan tertarik pada arus propaganda yang bermunculan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam konteks perang gagasan, ada kecenderungan bahwa para Gobbels yang sedang beredar di berbagai arena kampanye saat ini hanya sibuk mengemas citra yang bagus-bagus, sementara itu masyarakat cenderung sedang melakukan seleksi antara pengalaman yang selama ini mereka rasakan  dari ketiga Capres yang ada. Kecenderungan bahwa para Goebbels hanya sibuk bertarung dengan satu fokus tayangan utama  yaitu politik selebritas. Tujuannya adalah melakukan kemasan yang menarik dari diri seorang calon presiden. Sosok mereka selalu ditampilkan dengan gaya dan polesan yang baik-baik. Nyaris informasi yang jelas tidak diperoleh oleh publik untuk mengetahui kelemahan tiap calon. Usaha rakyat untuk mencari apa yang orisinal dari calon begitu senyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rakyat kini sedang disibukan oleh  informasi-informasi yang sudah direkayasa sedemikian rupa yang menampilkan para calon itu ibarat Hitler  yang tidak punya kelemahan. Ini semua dampak dari distorsi propaganda  sebagai "citra "sebagai senjata utama cara agar calon mereka dipilih oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Persoalanya, apakah pencitraan politik yang berlebihan ini tidak dapat dianggap sebagai kebohongan publik? Suatu upaya untuk menutupi informasi yang sebenarnya, hanya menampilkan yang baik-baik saja, sedangkan yang buruk ditaruh di bawah bantal, tidak boleh dimunculkan ke permukaan. inilah model politik Goebbels yang masih setia dijalankan oleh para konsultan politik dan tim sukses setiap capres. Hingga saat ini, kita pun sulit untuk melakukan evaluasi  terhadap jalanya pemerintahan incunbent ? Jika kita mengikuti pencitraan yang dimunculkan  incumbent, seakan-akan tidak ada masalah bagi Indonesia, semuanya baik-baik saja. Semua ini sebagai dampak dari tidak adanya ukuran dan tanggung jawab presiden terpilih untuk menyampaikan secara terbuka kelemahan dan kelebihan dari capaian pemerintahannya dan tentu saja hal tersebut terlarang untuk diinformasikan para Goebbels.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1396406976968212171?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1396406976968212171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/06/pertarungan-para-goebbels.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1396406976968212171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1396406976968212171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/06/pertarungan-para-goebbels.html' title='Pertarungan para Goebbels'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/Sit_wKWGu8I/AAAAAAAAAMo/BXoGi4rsChs/s72-c/goebbels.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8909267329251354132</id><published>2009-05-21T16:51:00.001+08:00</published><updated>2009-05-21T17:25:02.074+08:00</updated><title type='text'>Dari Citra Menuju Visi</title><content type='html'>Ada hal yang menggembirakan dari proses politik dan demokrasi di Indonesia jelang pemilihan Presiden 2009. Sesuatu yang berbeda dari proses politik Orde Baru dimana patronase figur Soeharto begitu kuat, pertarungan gender antara Megawati dan Gusdur di awal reformasi atau politik dramatik yang menekankan politik pencitraaan ala SBY 2004 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas sekedar retorika politik semata, setidaknya perdebatan beberapa pekan terakhir di berbagai media pasca Susilo Bambang Yudhoyono mengandeng Boediono yang diangap titipan agenda neoliberalisme oleh sebagian pihak, mengarah pada perdebatan seputar visi politik lebih dari pada retorika citra personal pasangan Capres. &lt;br /&gt;Pertarungan yang terjadi seputar ide kebijakan ekonomi, keberpihakan bangsa dalam percaturan dunia, serta semangat kemandirian dan kedaulatan ekonomi. Tentu saja ini menjadi sesuatu yang mendidik,  sekaligus mencerahkan di tengah pangung politik yang biasanya hanya diisi pepesan kosong citra politik yang kebenarannya bisa dipertangungjawabkan secara akademik maupun faktual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tak bisa berharap banyak dengan kondisi yang terjadi di balik pertarungan visi yang dihadirkan oleh para kontestan Pilpres, tapi menjadi sesuatu yang menggembirkan ketika visi antarkontestan kemudian diperdebatkan menggeser model politik pencitraan yang penuh kamuflase simbolik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Neolib vs Ekonomi Kerakyatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua wacana yang mengemuka di arena politik  pasca penetapan Boediono sebagai Cawapres Susilo Bambang Yudhoyono. Sejumlah kalangan mengugat Boediono sebagai pengusung ekonomi Neolibralisme sedangkan dua pasang kandidat lainya mengklaim dirinya sebagai pengusung ekonomi kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penjelasan sejumlah literartur, neolibralisme sebenarnya mengandung berbagai macam pendifinisian. Namun, dalam pengertian umum neolibralisme mengacu pada istilah ekonomi yang menekankan pada kekuatan pasar serta kebebasan penuh sektor ekonomi dari intervensi pemerintah. Pandangan ideologi neolib didasarkan pada kepercayaan ekonomi yang kuat untuk mempromosikan kebaikan umum yang diikuti oleh konsep pasar bebas dan kompetisi terbuka. Tokoh peletak dasar pemikirannya seperti Frederick Hayek yang menganjurkan pembatasan intervensi negara agar individu bebas berusaha mencapai kesejahteraan. Dengan keyakinan ini, para penganjur Neolib begitu percaya pada pandangan Adam Smith dan spirit kapitalisme tentang kebaikan pasar. &lt;br /&gt;Sedangkan pada sisi yang berbeda, dua kontestan lainya begitu getol mengemukakan pandanganya tentang ekonomi kerakyatan. Sama seperti neoliberalisme yang multitafsir, pandangan ekonomi kerakyatan juga mengandung beragam pendifinisian. Salah satu pandangan yang mungkin mewakili ekonomi kerakyatan adalah yang dikemukakan  Prof. Dr. Mubyarto dosen dari Fakultas Ekonomi UGM yang mendefinisikan ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang terjabarkan dalam  sila ke-4 Pancasila  yaitu ; kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang artinya tidak lain adalah demokrasi ala Indonesia. Jadi ekonomi kerakyatan adalah (sistem) ekonomi yang demokratis. Pengertian demokrasi ekonomi atau (sistem) ekonomi yang demokratis termuat lengkap dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi: Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi. Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-orang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya. Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada di tangan orang-seorang. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.( jurnal ekoniomi rakyat ; 2009)&lt;br /&gt;Berangkat dari dua medan wacana yang diusung oleh visi masing-masing Capres dapat ditarik dua pandangan besar sebagai latar belakang dan sudut pandang keberpihakan ideologi. Yakni pertarungan antara konsep ekonomi yang berlatar belakang asing melawan medan wacana yang diusung dari konsep ekonomi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Citra Menuju Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pemilihan Presiden secara langsung telah menempatkan logika pencitraan menjadi panglima utama dalam mensukseskan seorang kandidat presiden. Bahkan terkadang penampakan citra menjadi lebih penting dibandingkan visi seorang calon Presiden. Kesuksesan SBY pada pemilihan Umum 2004 yang lalu merupakan bukti ampuhnya citra personal dibandingkan mesin partai politik. Demikian pula kemenangan sejumlah calon anggota legislatif pada pemilihan legislatif yang baru saja usai. Popularitas yang dibingkai dengan citra personal yang telah mengalami komodifikasi-komodifikasi simbolik teryata ampuh menghegemoni publik dalam menentukan pilihannya tanpa melihat apakah politisi tersebut memiliki visi politik, kemampuan manegerial, pengetahuan pemerintahan, apalagi kebepihakan yang jelas pada rakyat.&lt;br /&gt;Dampak dari politik citra juga menyebabkan inkonsistensi publik dalam menentukan calon Presiden. Pilihan mereka sangat dipengaruhi publikasi citra tokoh oleh tim sukses Capres. Meskipun rakyat tidak merasakan hasil kepemimpinan mantan Presiden, publik tetap bisa memilihnya memimpin kembali.”Politik dijadikan sebagai pasar”. Karena itu, kepopuleran dan citra baik seorang calon pemimpin sangat tergantung dari proses ’pemasaran’-nya kepada publik. Pengemasan citra politik Capres dapat membuat publik abai dengan berbagai kegagalan maupun prestasi yang pernah diraih oleh kandidat yang ada. Kondisi ini menyebabkan rakyat menjadi tidak kritis dan cenderung pasif dalam melihat setiap realitas politik yang pernah terjadi. &lt;br /&gt;Dengan kehadiran Boediono sebagai paket SBY dalam bursa calon wakil Presiden telah mengeser perdebatan seputar orentasi citra politik semata menuju visi politik. Hal ini tentu saja menjadi sebuah angin segar ditengah reproduksi simbolik yang cenderung bersifat personal selama ini. Kesadaran akan visi politik sebenarnya lebih penting dibandingkan reproduksi citra personal kandidat Capres dan Cawapres yang bisa saja menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi Visi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar perdebatan visi yang kini terjadi dalam pangung politik negeri ini tidak sekedar menjadi Neo Pepesan Kosong, perlu dilakukan evaluasi atas visi politik yang mereka dengungkan. Evalusi atas visi ekonomi-politik cenderung lebih mudah terukur dari pada sekedar penampakan citra politik yang penuh kamuflase. Untuk itu kelompok penekan yang berada di luar partisan politik mesti berani mendokumentasikan dalam wujud kontrak politik bagi setiap paket politik yang ada.&lt;br /&gt;Dua pasang kandidat yang mengusung ekonomi kerakyatan sebagai visi ekonomi mereka mesti pula melakukan penjabaran teknis dan sterategi kebijakan ekonomi politik yang mereka usung agar tidak sekedar menjadi citra politik kosong dari kecenderungan politisi negeri ini yang senang mengunakan politik “seolah-olah”. Politisi yang seolah-olah dekat dengan rakyat, peduli kaum miskin, cerdas, memiliki nasionalisme, dan berbagai jargon politik lainya yang penuh retorika kosong lainya.&lt;br /&gt;Semoga pertarungan visi yang kini terjadi diantara tiga paket calon presiden yang ada bukan hanya sekadar citra dan penampakan semu politik seolah-olah ekonomi kerakyatan ataupun seolah-olah mengerti Neolibralisme.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8909267329251354132?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8909267329251354132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/05/dari-citra-menuju-visi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8909267329251354132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8909267329251354132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/05/dari-citra-menuju-visi.html' title='Dari Citra Menuju Visi'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-6144688386789074810</id><published>2009-05-05T19:30:00.002+08:00</published><updated>2009-05-05T19:35:33.423+08:00</updated><title type='text'>aku lelah membunuh hari</title><content type='html'>sepertinya sudah masanya membunuh hari dengan cara seperti ini. Tenggelam dalam romatisme pohon sejarah,menanti tengelamnya matahari dengan tawa, aku ingin merasakan tanggis menjelang malam, aku ingin punya rumah untuk kembali. Semuanya dalam arti sebenarnya bukan dalam metafora bebas sang pencinta malam.&lt;br /&gt;Entah kenapa aku rindu siang yang padat, rindu menjalani aktifitas bukan pula dengan layangan nasib yang dibuat sang kakak. Aku ingin meramu hariku sendiri,menjalani setiap lukanya. Aku bukan pengecut tapi perasaan yang kadang membuatku tak berdaya. Ingin rasanya aku benar-benar terjun bersama nasib merasakan putaran dunia yang sebenarnya. AKu lelah membunuh hari.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-6144688386789074810?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/6144688386789074810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/05/aku-lelah-membunuh-hari.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6144688386789074810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6144688386789074810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/05/aku-lelah-membunuh-hari.html' title='aku lelah membunuh hari'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2777981010236685480</id><published>2009-04-25T01:50:00.000+08:00</published><updated>2009-04-25T01:52:52.502+08:00</updated><title type='text'>Jusuf Kalla dan Manohara</title><content type='html'>Kita sedang menyaksikan dua  parade sosok manusia. Jusuf Kalla kini sedang menjadi sorotan di pangung politik, sedangkan manohara berada dijagad infotainmen. Kedua sosok  yang tiba-tiba misterius di alam Indonesia. JK misterius karena sikap politik tiba-tiba yang menyatakan Golkar dan dirinya siap untuk berpisah dengan Susilo Bambang Yudhoyono ditengah jaminan kepastian kemenangan demokrat dalam pemilihan presiden, sedangkan manohara menjadi misterius saat begitu banyak orang terhentak akibat kasus yang menimpa dirinya. inilah pangung drama turki, publik hanya bisa melihat pangung depan dari percaturan kedua manusia tersebut. Pangung belakang tak juga dapat dibuka, begitu kuatnya tembok kekuasaan dibalik kedua manusia tersebut. Manohara yang malang sedang terkurung dalam tembok kerajaan negri jiran,  sedangkan jusuf kalla sedang berada dibalik perebutan pentas kekuasaan politik negeri ini. Keduanya tak memiliki kesamaan dan sangat sulit disamakan kecuali untuk satu hal “misterius”!&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, media begitu senang menampilkan kisah misteri dalam wajah yang berbeda bahkan sebuah stasiun Televi swasta begitu senang menampilkan sosok misteri secara fulgar yang membuat  cerita misteri kehilangan dramatisasinya. Akhirnya jadilah kedua topik manohara dan Jusuf Kalla menjadi desas desus, romor bahkan  gossip yang terus mewarnai ruang pembicaraan ditengah masyarakat. Berkaca pada sebuah pandangan bahwa media adalah “cermin realitas”mungkin benar bahwa media saat ini sedang mengambil cermin manohara dan Jusuf Kalla sebagai sebuah realitas bangsa kita yang masih dipenuhi irasionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jusuf Kalla dan Manohara Cermin retak rasionalitas manusia Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan irasionalitas dilekatkan sebelum datangnya abad pencerahan. Ketika itu,  teosentrisme menjadi nilai dominan dalam pandangan dunia manusia. Rasionalitas kemudian datang mengantikan romantisme imajinasi dan menyibak misteri semesta, bahkan mengubur misteri sebagai sesuatu yang mesti dibuang jauh dari kehidupan mahluk yang bernama manusia.&lt;br /&gt;Mungkin abad pencerahan lupa menghapuskan dua misteri penting dalam pembentukan alam berpikir logika kaum rasionalitas  yakni kekacauan yang disebabkan dua hal; “politik dan cinta”. Politik selalu saja dipenuhi dengan ketidak pastian yang berujung pada irasionalitas yang sulit diterima dan cinta yang membuat manusia rela menjadi  bodoh bahkan berakibat kegilaan.&lt;br /&gt;Sabda cinta dan politik kini sedang berpedar,  mengisi ruang kehidupan manusia-manusia Indonesia lewat kotak yang bernama televisi. Ruang misteri politik kini sedang terepresentasi dalam wujud seorang JK sedangkan cinta berada dalam dramatisasi kisah manohara. Kedua simbol manusia tersebut sedang berebut pengaruh, pangung bahkan saling bertarung melakukan ekspansi.&lt;br /&gt;Bisa jadi apa yang muncul dari sosok JK dan Manohara merupakan  wujud Keretakan rasionalitas.sebuah bukti  belum juga beranjaknya bangsa ini  dari abad kegelapan alam berpikir, manusia indonesia telah berada pada fase lompatan kemajuan teknologi, ekspansi globalisasi tanpa batas tapi cara berpikir yang mengedepankan pertimbangan logis belum pula kita pakai. Meminjam istilah yang digunakan Muchtar Lubis ; Manusia mistik.&lt;br /&gt; Entah apa alasanya seorang Jusuf Kalla tiba-tiba saja menyatakan akan maju sebagai calon prisiden ditengah kekalahan partai Golkar pada pemilihan legislative yang baru saja digelar. Ekspektasi masyarakat atas kemenangan demokrat sudah pula dapat dibaca secara fulgar yakni sosok susilo bambang Yudhoyono. Lantas mengapa JK memilih bercerai dari kawan lamanya tersebut? Apalagi menyatakan diri akan menjadi partai oposisi, padahal  semua orang telah paham dari dulu bahwa Golkar sejak terbentuk tahun 1963 adalah partai pemerintah yang tak pernah memiliki sejarah menjadi oposan.&lt;br /&gt;Demikian pula kisah manohara, benarkah seorang model cantik yang menikahi putra mahkota mengalami penyiksaan yang begitu dasyahat yang membuat sang ibu mesti pingsan berkali-kali setelah melakukan jumpa pers? Setertutup apakah pihak istana sehingga seorang ibu untuk menjumpai anaknya mesti dicekal keberangkatanya ? inilah irasionalitas-irasionalitas baru dalam mitos masyarakat modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prahara Bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sulit membayangkan di abad ini, dimana deklarasi kemanusiaan telah begitu lama dideklarasikan  oleh bangsa-bangsa didunia, masih ada kisah pilu seorang manohara yang disekap didalam istana sampai berjumpa dengan seorang ibu kandung sendiri tidak diperbolehkan. Padahal dalam konstitusi dasar negara semenjak negri ini didirikan secara tegas undang-undang 1945 menyatakan salah satu tujuan bangsa ini adalah melidungi segenap” tumpah darah indonesia” termasuk menjaga hak-hak warga negaranya. Manohara adalah poteret prahara betapa tak mampunya pemerintah dalam memberikan perlindungan atas kekerasan negara lain. Manohara hanyalah secuil cerita bagaimana rakyat bangsa ini diperlakukan tak wajar oleh bangsa lain, manohara yang hidup dalam kerajaan dan mendapatkan posisi terhormat masih saja disiksa, bagaimana dengan ribuan tenaga kerja indonesia yang kini dijadikan sampah di negri para datuk?&lt;br /&gt;Jusuf kalla juga bagian dari prahara bangsa kita yang menjadi cermin dari elit negri ini, yang  senantiasa senang berebut  kekuasaan, egoisme politik dan cenderung mengedepankan ambisi pribadi diatas representasi kehendak rakyat dalam pemilu legislatif. Berdalih atas nama rakyat , elit politik negri ini membangun koalisi dengan berbagai macam nama, sembari berusaha menjelaskan pada rakyat ini demi kebaikan bersama! Pangung politik yang kini dipentaskan seorang JK adalah sebuah pangung yang abu-abu dan penuh misteri seperti kalimat yang sering diungkapkan Jusuf Kalla ; dalam politik tak ada lawan abadi yang ada hanyalah kepentingan abadi. Kalau sudah seperti ini logika elit politik,  jangan beraharap akan ada kejujuran dan koalisi abadi semuanya toh hanya akan menjadi pangung depan sementara pangung belakang politik negeri ini hanya akan menjadi milik situan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers Gosip, Negri Gosip dan tokoh Gosip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manohara dan Jusuf Kalla adalah bagian dari produk gosip pers saat ini. Mungkin sejarah para elit senantiasa berawal dari Gosip dan ditemukan oleh  pers dan melahirkan mereka yang kelak dikenal dengan sebutan tokoh. Pers Gosip negri ini begitu menjamur sejak hadirnya Infotaimen dan akhirnya memicu kehadiran sejumlah majalah Gosip, situs Gosip dan para artis serta sejumlah tokoh Gosip. Demikian pula tayangan berita yang hilir mudik dilayar kaca, sangat sulit dipisahkan mana yang berdasarkan fakta dan mana sekedar Gosip.&lt;br /&gt;Karena negri ini sudah dipenuhi Gosip maka manohara dan jusuf kalla kini sedang menjadi target Gosip. Setiap saat jutaan mata menantikan berita terbaru dari mereka berdua dan gosip-gosip seputar kehidupan pribadi keduaanya menjadi sesuatu yang bernilai berita tinggi dan selalu dinantikan untuk selanjutnya dijadikan gosip di pos ronda, dikantor-kantor pemerintahan, gang tikus, tempat arisan dan berbagai lorong-lorong kehidupan rakyat negri ini, termasuk juga dalam tulisan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2777981010236685480?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2777981010236685480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/jusuf-kalla-dan-manohara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2777981010236685480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2777981010236685480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/jusuf-kalla-dan-manohara.html' title='Jusuf Kalla dan Manohara'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7629049311066835719</id><published>2009-04-13T18:43:00.002+08:00</published><updated>2009-04-13T18:52:24.449+08:00</updated><title type='text'>Bagaimana kualitas Parlemen hasil pemilu 2009 ?</title><content type='html'>Indonesia baru saja melalui sebuah masa transisi politik pasca pemilu. Demokrat tampil sebagai pemenang. Kemenangan demokrat yang lebih disebabkan pada figuritas seorang Susilo Bambang Yudhoyono menabur berkah bagi caleq dari partai demokrat. Tingkat popularitas SBY begitu ampuh membuat demokrat tampil menjadi pemenang pemilu indonesia kali ini.&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan yang penting untuk diajukan saat ini, bagaimana kualitas parlemen Indonesia yang mungkin saja mayoritas akan diisi oleh partai pemenang pemilu. Sosok-sosok mereka ditingkatan daerah pada umumnya bukan berasal dari sebuah kaderisasi politik secara matang. pekerjaan mereka juga beragam, mulai dari pengusaha salon,anak pejabat dan berbagai latar belakang lainya.&lt;br /&gt;kalau sudah seperti ini, bagaimana produk undang-undang Indonesia nantinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7629049311066835719?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7629049311066835719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/bagaimana-kualitas-parlemen-hasil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7629049311066835719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7629049311066835719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/bagaimana-kualitas-parlemen-hasil.html' title='Bagaimana kualitas Parlemen hasil pemilu 2009 ?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-656825357173018806</id><published>2009-04-11T13:20:00.002+08:00</published><updated>2009-04-11T13:23:08.571+08:00</updated><title type='text'>Madu bagi demokrat, racun untuk Golkar</title><content type='html'>Dan akhirnya Indonesia memilih! Pemilihan umum legislative baru saja usai, televisi sibuk mengumumkan hasil survey cepat Quic Count yang menempatkan Demokrat sebagai pemenang pemilu. Komisi pemilihan umum sebagai pemegang otoritas sah juga mulai melansir data hasil  pemilu yang sepertinya tak jauh berbeda dengan hasil penghitungan cepat lembaga-lembaga survey. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomenal mungkin itulah kalimat yang dapat mewakili hasil perolehan suara yang dimiliki demokrat dalam pemilu legislative baru-baru ini. Walau sudah diperediksikan sejak tiga bulan terakhir bahwa demokrat akan meraih kemenangan dalam pemilu legislative, tapi capaian yang dilakukan oleh demokrat adalah sebuah hal yang masih sulit dipercaya, apalagi mengalahkan dua partai besar yang memiliki pengalaman tandang dan pengetahuan geopolitik seperti Golkar dan PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu bagi demokrat Racun Bagi Golkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004 mungkin merupakan masa-masa indah sekaligus romantis bagi Susilo Bambang- Yudhoyono dan Yusuf Kalla. Ketika itu Susilo Bambang Yudhoyono yang didepak dari pemerintahan era megawati nekat mengajukan diri sebagai calon presiden dan meminang Jusuf Kalla yang baru saja hengkang dari bursa Calon Presiden Versi Konfensi Golkar yang memutuskan wiranto sebagai calon presiden.&lt;br /&gt;Dengan mengunakan kenderaan partai demokrat SBY-JK, mengalang dukungan dari berbagai koalisi dalam pemilu dan akhirnya membuat peta politik tanah air berubah. Kemenangan SBY-JK pada pemilu yang lalu telah melahirkan sebuah tesis politik baru, mengugat kemapanan mesin partai yang selama ini menjadi  indikasi kemenangan tokoh yang diusung oleh partai  pemenang pemilu.&lt;br /&gt;Bukan hanya mengubah arah potik, dengan kecerdikannya Jusuf Kalla juga mampu mengubah angin politik partai Golkar yang sebelumnya menjadi oposisi pemerintah akhirnya kembali menjadi partai pemerintah. Tipologi Golkar yang terbiasa menjadi partai pemerintah akhirnya dikembalikan oleh Yusuf Kalla setelah menduduki posisi sebagai wapres. Konsekuensi tersebut juga berpengaruh pada kebijakan internal partai Golkar yang mayoritas menguasai parlemen. Mengamankan segala kebijkan pemerintahan selama lima tahun bukan merupakan hal yang mudah, apalagi menghadapi Gempuran dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang konsisten menjadi oposisi pemerintah.&lt;br /&gt;Jusuf Kalla sebagai ketua umum partai besar sekaligus sebagai wakil presiden yang telah berjanji setia bersama JK mesti menangung konsekuensi politik yang mengharu biru. Setiap kebijakan Kabinet Indonesia bersatu yang merupakan koalisi Golkar-Demokrat mengalami berbagai gesekan,apalagi dengan sikap Partai Keadilan Sejahtera yang cenderung senang memainkan bola panas koalisi pemerintahan.&lt;br /&gt;Kondisi ini menjadi titik delematis bagi seorang Jusuf Kalla dalam memainkan peran antara seorang ketua umum partai dan mitra koalisi. Setiap kebijakan yang cenderung tidak populis yang merupakan hasil dari kebijakan pemerintahan, lihatlah ketika kenaikan BBM JK mesti menjadi bulan-bulanan para ekonom,media dan berbagai lawan-lawan politik pemerintahan. Dalam komunikasi politik Jusuf Kalla cenderung selalu menjadi penjelas bagi kebijakan-kebijakan pemerintahan yang rumit bahkan terkadang menjadi bamper politik dari kebijakan SBY dan partai demokrat. Sementara Jusuf Kalla dan Golkar  berjibaku dalam mempertahankan kestabilan pemerintahan, SBY dan Demokrat cenderung menjaga citra baik dan lebih memilih isu-isu populis pemerintahan. Seperti terus meminum madu, Demokrat bersama SBY terus merasakan masa-masa manis pemerintahan. Sedangkan Golkar larut dalam kondisi politik yang cenderung tidak stabil dan mengalami perpecahan internal. Dalam kondisi yang tidak menguntungkan masa kampanye telah tiba, belum lagi menyelesaikan persoalan internalnya Golkar kembali mesti menelan pil pahit. Segala kebijakan pemerintahan yang populis ditengah rakyat kemudian diklaim sebagai keberhasilan partai demokrat. Pilihan isu yang diusung dalam kampanye demokrat adalah politik klaim dengan menekankan sisi keberhasilan pemerintahan. Segala ornamen keberhasilan pemerintahan diklaim sebagai kebijakan politik dari sosok SBY dan demokrat. &lt;br /&gt;Dalam kondisi pelik yang dihadapi Golkar, pencitraan politik yang dibangun demokrat teryata sukses meraih simpati publik secara luas. SBY kembali muncul dengan citra simpatik,sedangkan Jusuf Kalla mesti berjibaku  ;lebih cepat lebih baik yang teryata tak mengubah perolehan suara golkar yang turun hingga enam persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi, lobi dan Rekonsiliasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca pengumuman Quic Count dan hasil KPU sampai detik-detik terakhir saat ini, Demokrat terus melaju diposisi teratas sementara Golkar mesti bersaing diposisi dua dan tiga dengan PDIP. Maka menjelang pemelihan presiden yang sebentar lagi partai-partai mulai berancang-ancang dengan untuk segera melakukan koalisi. Demokrat bersama SBY dengan tangan terbuka telah menawarkan koalisi dengan partai yang siap searah  bersama-sama membangun koalisi untuk mendudukan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai capres. &lt;br /&gt;Belajar dari empat tahun yang lalu justru sangat tidak menguntungkan jika sejumlah pengamat dan elit Golkar kembali menawarkan duet SBY-JK jilid II.Rekonsiliasi kader Golkar yang kini tersebar diberbagai partai politik menjadi penting untuk dirangkul menjadi mitra koalisi sebenarnya, daripada melakukan rekonsiliasi Golkar-demokrat jilid II. Fusi politik dari sejumlah kader partai Golkar yang kini tersebar perlu dilakukan untuk membangun kembali kekuatan Golkar sebagai representasi golkar yang multi Golongan.&lt;br /&gt;Golkar tak perlu terburu-buru untuk membangun koalisi dengan demokrat karena hal ini justru akan menjadikan Golkar pada posisi lemah. Sudah saatnya Golkar menunjukan kekuatan sebenarnya dan merangkul kembali kekuatan sterategis tokoh-tokoh Golkar. Apa yang menimpa Golkar saat ini  adalah sebuah bentuk reaksi masyarakat yang tidak menemukan figuritas ideal dari elit Golkar. Eksepetasi pemilih yang memenangkan Demokrat bukan karena kekuatan tokoh dan kredibilitas para caleg-caleg demokrat, tapi lebih pada figuritas seorang susilo bambang Yudhoyono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golkar dan Politik jalan tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paruh tahun 1950-an, saat Indonesia sedang berada pada masa pergolakan ideologi. Saat sang proklamator sukarno sedang larut dalam haru biru pembentukan karakter bangsa, sebuah kekuatan politik militer dan sipil lahir, Golongan Karya  muncul sebagai afiliasi tengah diantara peta pertarungan kekuasaan politik republik ini.  Kubu Nasionalis (PNI), kaum sosialis (PSI), Komunis (PKI) dan Islam lewat (masyumi) sedang dalam kancah perebutan kekuasaan, berebut pengaruh, hegemoni dan dominasi atas ideologi bangsa. sejarah  golkar yang lahir sebagai penengah  menjadi sebuah ideom yang begitu penting dalam melihat perjalanan bagsa hingga saat ini. Tiga poros kekuatan politik  yakni partai berbasis Agama nasionalis dan militer hanya bisa ditengahi oleh Golkar sebagai kekuatan penyeimbang dari poros politik yang ada. Walau pada dasarnya ideology partai menjadi sesuatu yang terlupakan ditengah pragmatisme elit parpol, namun pada masa tertentu polarisasi kekuatan politik akan menunjukan sikapnya.&lt;br /&gt;Kemenangan partai Demokrat pada pemilu kali ini menjadi sebuah titik rawan yang justru membahayakan bagi stabilitas kebijakan pemerintahan. Dukungan basis akar rumput terhadap partai Demokrat cenderung cair dan bisa memicu konflik politik tak berujung. Sehingga kita perlu memperluas kacamata kemenangan demokrat sebagai wujud ancaman stabilitas percaturan politik tanah air. Kekuatan SBY pada basis militer juga tidak begitu siknifikan ditengah menyebarnya dukungan eliet militer diberbagai parpol. Golkar yang secara historis lahir  oleh dukungan kekuatan militer sebenarnya menjadi  kunci bagi sikap militer tanah air yang cenderung terpecah belah saat ini dan menanti reaksi politik para politisi. Dan damai di bumi Indonesia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-656825357173018806?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/656825357173018806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/madu-bagi-demokrat-racun-untuk-golkar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/656825357173018806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/656825357173018806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/madu-bagi-demokrat-racun-untuk-golkar.html' title='Madu bagi demokrat, racun untuk Golkar'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5751664810956455558</id><published>2009-04-08T23:01:00.003+08:00</published><updated>2009-04-08T23:46:00.645+08:00</updated><title type='text'>setelah pesta masihkah ada lagi ?</title><content type='html'>Besok katanya merupakan "pesta demokrasi", pesta rakyat setelah masa tebar janji para politisi.Tapi benarkah negri ini akan berubah seusai pesta ? pesta senantiasa meningalkan dua jejak,keriangan atau kesedihan.keriangan bila pesta dihadrikan sebagai bentuk perayaan,capaian sekaligus cerita manis lainya. Pesta juga bisa berbuah duka ketika pesta malah melahirkan kesengsaraan ataupun ketidak puasan bagi mereka yang hadir dalam pesta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pemilu demi pemilu yang kita ikuti justru terus melahirkan sebuah pesta kesengsaraan, coba kita tengok berapa banyak uang yang dihabiskan untuk kampanye parpol,caleq atau mereka yang terlibat dalam sebuah perayaan dan atas nama demokrasi. Ditengah kemiskinan rakyat yang terus melebar,petani yang terus sengsara akibat beras import,krisis energi,bencana alam dan berbagai duka nestapa negri ini, kita dipaksa dan harus untuk ikut dalam pesta tuan-tuan besar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesta ini milik siapa sebenarnya ? benarkah milik rakyat? didepan mata rakyat yang disengsarakan dibuat amnesia beberapa hari oleh para caleq yang seolah-olah mereka telah menikmati kue pembangunan dan kesejahteraan. Mereka diajak pula bermimpi akan perubahan esok setelah pemilu usai. Saya pesimis melihat pesta-pesta politik, karena sekali lagi kita tak juga beranjak, tak ada yang perlu dirayakan. Teringat sebuah coretan yang sering kubaca setiap melintasi jalan disekitar tello makassar "kapan terakhir orang yang kau pilih memikirkan hidupmu "!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi seorang kawan, mengajaku berdebat soal mengapa kita mesti memilih dan jalan lain ketika yang duduk adalah mereka para pejuang rakyat yang telah terlatih hidup bersama rakyat. Aku sebenarnya salut dengan semangat kawanku itu. Ia terjun bersama rakyat melakukan pengorganisiran, terbakar bara revolusi serta berada dalam ancaman resistensi atas ideologi yang dianutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagiku, pemilu tak akan melahirkan apa-apa. Sistem yang sedang berjalan saat ini adalah sebuah demokrasi prosedural. Seolah-olah rakyat terlibat atas pilihannya, sementara ketika orang dan partai yang mereka pilih berada dibalik tembok kekuasaan terlalu nyaman dan berjarak dengan rakyat yang dahulu mereka bicarakan dan mungkin saja perjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal itu terjadi? Bagi saya ada beberapa faktor, salah satunya disebabkan rakyat yang menjadi alat kontrol dari kekuasaan tidak memiliki akses langsung terhadap orang yang dipilihnya.Kalaupun ada, dinegri ini tingkat kesadaran politik rakyat terhadap kebijakan politik serta pengawalan atas agenda publik tidak pernah berlangsung. Hal tersebut disebabkan tidak berjalanya pendidikan politik yang signifikan ditengah masyarakat. Partai politik hanya menjadikan rakyat sebagai "bilangan"untuk melengangkan kekuasaan politik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;persoalan lainya adalah para kontestan yang menjadi calon legislatif merupakan pilihan dari partai politik. Pada umumnya mereka yang muncul lebih disebabkan ketenaran,uang,koneksi dan lobi. Tidak benar-benar merupakan pilihan politik dari masa rakyat yang sadar. Sementara pada tingkat partai politik, ideologi dan keberpihakan atas perjuangan merupakan hal yang naif dan terkadang senyap dari pembicaraan. Kerena itulah mengapa artis dan pengusaha mendominasi pangung politik negri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para caleq,pengurus parpol dimalam seperti ini tentu sedang sibuk mengkalkulasi suara, menghitung kemungkinan perolehan suara mereka dan mungkin banyak yang bagi-bagi uang agar besok pagi namanya dicontreng! Jadi adakah yang berubah esok? saya masih pesimis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5751664810956455558?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5751664810956455558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/setelah-pesta-masihkah-ada-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5751664810956455558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5751664810956455558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/setelah-pesta-masihkah-ada-lagi.html' title='setelah pesta masihkah ada lagi ?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-6535804078317484419</id><published>2009-04-03T17:15:00.001+08:00</published><updated>2009-04-03T17:25:39.595+08:00</updated><title type='text'>Menentukan Nasib</title><content type='html'>sudah saatnya saya menentukan nasib sendiri,apakah akan hidup pada jalur tenang ataukah akan terjun bebas menjadi petarung.Menjadi bagian dari masyarakat yang mengikuti rambu-rambu yang terpasang sembari menoleh kanan kiri dan patuh pada lampu merah ataukah terjun menjadi petarung dengan beragam ketidak pastian.&lt;br /&gt;tapi toh hidup mesti terus berjalan,berlanjut dan mesti diteruskan sampai akhirnya sampai pada ujung jalan dimana langkah tak lagi ada,gerak telah kaku dan aku sadar tak lagi berpijak dialam bumi.salam...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-6535804078317484419?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/6535804078317484419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/menentukan-nasib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6535804078317484419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6535804078317484419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/menentukan-nasib.html' title='Menentukan Nasib'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5132748492761026127</id><published>2009-04-01T09:49:00.003+08:00</published><updated>2009-04-01T09:59:46.081+08:00</updated><title type='text'>selamat datang di dunia nyata</title><content type='html'>bung,selamat datang didunia nyata.sk itu telah ada dan akhirnya kau benar-benar akan mengunakan simbol itu....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5132748492761026127?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5132748492761026127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/selamat-datang-di-dunia-nyata.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5132748492761026127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5132748492761026127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/04/selamat-datang-di-dunia-nyata.html' title='selamat datang di dunia nyata'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-296033122556425050</id><published>2009-03-30T15:40:00.001+08:00</published><updated>2009-03-31T13:49:49.144+08:00</updated><title type='text'>pasti pun tidak cukup</title><content type='html'>Hari ini ketidak pastian itu berwujud nyata. kecewa ada dimatanya, begitu banyak harapan dan kerja keras yang selama ini ditanam berlalu seperti  angin.kembali air mata, sesuatu yang selalu kubenci, tapi aku yakin dia akan tetap baik-baik saja. karena ia bukan sembarang wanita, dia tegar dalam duka apapun, aku hanya bisa mengatakan ujian dan luka itu indah.&lt;br /&gt;Bukankah ada masa dimana sedih mesti datang? kecewa dan duka berkabut diatas langit langkah-langkah kita. Lantas mestikah kita mundur sembari mencela luka yang ditikam dijantung hati? Tidak ! Tak ada masa untuk berduka karena toh hidup menjadi wajar dengan luka yang datang silih berganti.&lt;br /&gt;Dunia bukan hanya surga yang diisi air susu dan buah-buah yang  manis. Ada begitu banyak kolam berisi racun,lorong gelap dengan para perampok atau tikus-tikus pencuri roti nasib kita. &lt;br /&gt;Pasti saja tak pernah cukup dalam hidup ini,kita butuh kepastian. Maju hadapi hidup dengan segala konsekuensinya adalah sebuah tasbih yang mesti terus kita zikirkan. &lt;br /&gt;buat kau yang sedang berkabut....hujan bukan berarti sirna,tapi hujan mengasah hati untuk terus mencangkul langit dunia kita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-296033122556425050?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/296033122556425050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/pasti-pun-tidak-cukup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/296033122556425050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/296033122556425050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/pasti-pun-tidak-cukup.html' title='pasti pun tidak cukup'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7712019518426655021</id><published>2009-03-30T03:52:00.002+08:00</published><updated>2009-03-30T04:08:23.358+08:00</updated><title type='text'>saya sedang menyusun impian itu...</title><content type='html'>saya sedang mempersiapkan segalanya, empat bulan bukan waktu yang lama, namun tak juga terlalu singkat.Ini sudah nazar, saya mesti melakukannya. semoga sebuah karya kecil bisa menjadi maharmu kelak, bukan untuk apa-apa,sekedar keberanian untuk membuat segalanya berkesan..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7712019518426655021?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7712019518426655021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/saya-sedang-menyusun-impian-itu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7712019518426655021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7712019518426655021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/saya-sedang-menyusun-impian-itu.html' title='saya sedang menyusun impian itu...'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-4310335410422096470</id><published>2009-03-27T17:31:00.002+08:00</published><updated>2009-03-27T18:20:07.813+08:00</updated><title type='text'>mimbar jumat</title><content type='html'>Entah sejak kapan mimbar jumat menjadi sebuah ajang yang begitu politis sekaligus monologis.seperti hari ini, seorang ustadz naik kemimbar dan mulai berceramah tentang betapa pentingnya pemilu bagi umat islam, bahkan dengan lantangnya ia berseru "Haram" hukumnya bagi mereka yang memilih golput. Ingin rasanya kuangkat telunjukku dan melakukan interupsi atas apa yang baru saja disampaikan oleh khatib tersebut. Terus terang saya tidak sepakat tentang apa yang difatwakanya, yang beberapa bulan lalu juga dikeluarkan oleh Majelis Ulama indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku politik adalah sebuah arena abu-abu, penuh intrik dan cenderung manipulatif,  Tak pantas disandangkan dengan agama,apalagi sampai fatwa haram. pemberi Lisensi akan haramnya sesuatu juga bukan ditangan majelis ulama,para ustadz atau siapapun manusia di bumi ini. Hanya Allah yang punya hak otoritas akan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada ceramah sang ustadz dari umurnya aku meliaht sosoknya sudah uzur tapi semangatnya tetap menyala untuk mengajak umat untuk terlibat aktif dalam pemilu dan memberikan hak suaranya. Ingin rasanya saya bertanya pada pendakwa itu, afwan ustadz dari mana rujukan ayat dan hadist tentang apa yang kau ungkapkan ? mengapa antum begitu berani mengeluarkan fatwa haram ? apakah antum tak lihat orang-orang yang kita pilih empat tahun lalu telah terbukti korupsi, berzina bahkan beberapa diantaranya kedapatan mengunakan narkoba. kalau antum berdalih kita mesti memilih yang baik, amanah dan jujur, siapakah dia ya ustadz ? partai apakah dia ? Tidakkah antum tau semua parpol pada pemilu yang lalu ikut menyepakati pencabutan subsidi BBM dan kembali menurukan harga BBM untuk riya didepan rakyat agar dipilih kembali, wahai ustadz tidakkah ente lupa jutaan pemuda miskin negri ini tidak lagi dapat duduk diperguruan tinggi karena pendidikan telah diprivatisasi melalui undang-undang badan hukum pendidikan yang kesepakatanya berasal dari partai-partai yang hari ini mengikuti kontes pemilu .apakah anda juga lupa, partai-partai baru yang hadir tidak juga akan mengubah apa-apa, lihatlah mereka begitu "caleda" memajang wajahnya dijalan-jalan umum bahkan hinga di wc umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapakah yang hendak kita pilih wahai ustadz pemilik mimbar mesjid. Adakah harapan ditengah kondisi dimana sistim negara ini memungkinkan korupsi terusmerajalela,  karena hukum adalah mainan para penguasa, bukankah kau disuruh untuk menjalankan hukum Tuhan ya Ustdz, adakah hukum manusia ini mampu menyelesaikan kondisi bangsa ini? Oh yah, aku hampir lupa kalau bisa interupsi tak adakah solat jumat dimana kami bisa berdialog dengan khatibnya , agar islam tak menjadi ajang doktrinasi semata tapi menjadi agama dimana kesadaran dan pilihan digapai dengan pengetahuan....dan semoga kita diselamatkan dari mimbar jumat yang politis.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-4310335410422096470?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/4310335410422096470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/mimbar-jumat.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4310335410422096470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4310335410422096470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/mimbar-jumat.html' title='mimbar jumat'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-6999009370221138907</id><published>2009-03-26T22:44:00.002+08:00</published><updated>2009-03-26T22:57:11.516+08:00</updated><title type='text'>terima kasih buat kalian</title><content type='html'>terima kasih buat kalian yang membantu perubahan wajah blog ini. Terima kasih buat Mudrigan yang membuatku berpikir untuk segera mengubah wajah dari blog ini, terima kasih buat cokke yang dengan ketulusannya benar-benar mengubah perwajahanya...terima kasih pula jika anda masih bersedia membacanya...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-6999009370221138907?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/6999009370221138907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/terima-kasih-buat-kalian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6999009370221138907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6999009370221138907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/terima-kasih-buat-kalian.html' title='terima kasih buat kalian'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-805966357515677889</id><published>2009-03-18T17:46:00.000+08:00</published><updated>2009-03-26T20:39:07.626+08:00</updated><title type='text'>Negosiasi di kebun kota;</title><content type='html'>Sebuah Analisis komunikasi pembangunan visi pemerintah kota palu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-805966357515677889?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/805966357515677889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/negosiasi-di-kebun-kota-sebuah-analisis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/805966357515677889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/805966357515677889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/negosiasi-di-kebun-kota-sebuah-analisis.html' title='Negosiasi di kebun kota;'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5839172850658552666</id><published>2009-03-16T23:33:00.000+08:00</published><updated>2009-03-16T23:35:23.960+08:00</updated><title type='text'>saatnya hampir tiba</title><content type='html'>sepertinya setengah kehidupan hampir aku tuntaskan,sebahagian entah dalam masa panjang atau pendek tengah berjalan.Saatnya hampir tiba....yakinkan aku kasih saat ini masa yang tepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5839172850658552666?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5839172850658552666/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/saatnya-hampir-tiba.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5839172850658552666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5839172850658552666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/saatnya-hampir-tiba.html' title='saatnya hampir tiba'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5763827632283965083</id><published>2009-03-14T20:46:00.000+08:00</published><updated>2009-03-14T20:48:29.362+08:00</updated><title type='text'>paradoks</title><content type='html'>mungkin kita semua adalah bagian dari sebuah masa yang paradoks,aneh sekaligus penuh penolakan antara satu dan yang lainya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5763827632283965083?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5763827632283965083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/paradoks.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5763827632283965083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5763827632283965083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/03/paradoks.html' title='paradoks'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2600184080940193052</id><published>2009-02-15T09:54:00.000+08:00</published><updated>2009-02-15T09:55:05.001+08:00</updated><title type='text'>pesanan ke-empat</title><content type='html'>aku memulainya lagi, ini pesanan ke-4 yang tak bermakna apa-apa selain uang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2600184080940193052?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2600184080940193052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/02/pesanan-ke-empat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2600184080940193052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2600184080940193052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/02/pesanan-ke-empat.html' title='pesanan ke-empat'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7055236803315025169</id><published>2009-02-05T12:44:00.000+08:00</published><updated>2009-02-05T12:47:22.325+08:00</updated><title type='text'>lorong itu bernama kehidupan</title><content type='html'>................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7055236803315025169?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7055236803315025169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/02/lorong-itu-bernama-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7055236803315025169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7055236803315025169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/02/lorong-itu-bernama-kehidupan.html' title='lorong itu bernama kehidupan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8914112900258897606</id><published>2009-02-01T08:48:00.002+08:00</published><updated>2009-03-26T21:22:52.165+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='more'/><title type='text'>Kualitas Caleg dan Demokrasi Indonesia</title><content type='html'>Pameran! Mungkin adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi di setiap daerah di Indonesia. Pajangan foto para calon anggota legislatif dan spanduk partai politik bertebaran di setiap sudut Negara Kesatuan Republik Indonesia, di jalan-jalan protokoler, pusat perdagangan, gang sempit, lorong tikus, wilayah pegunungan, pulau terpencil, pokoknya dari Sabang sampai Maruke  semuanya terpajang wajah-wajah entah dikenal dan tak dikenal sedang mengajukan diri untuk dipilih dengan serangkaian janji manis yang kadang melankolis bahkan beberapa plagiatoris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sedang merayakan sebuah pesta bernama pemilu! Semuanya demi demokrasi! Majelis Ulama dan beberapa ormas islam tak mau ketinggalan dalam pesta kali ini, maka disusunlah fatwa haram bagi mereka yang golput. Semuanya kini sedang larut dalam sebuah jamuan politik dengan harapan manis di akhir episode proses demokrasi yakni kesejahteraan dan perbaikan hidup, pascapemerintahan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernahkah kita bertanya, benarkan para caleg yang kini sedang sibuk berkampanye memiliki kualitas sesuai dengan cita-cita demokrasi ? ataukah apa yang kita sedang saksikan adalah antrian para pencari kerja yang sedang berpromosi diri lewat proses pemilu ?&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bukan siapa tapi apa ? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kontestan calon legislatif muncul dengan beragam latar belakang. Ada yang pengusaha, pensiunan pegawai negeri, veteran TNI/ polri, akademisi, petani, aktifis mahasiswa, Ibu rumah tangga dan para sarjana yang baru lulus kuliah serta tak ketingalan para pencari kerja serabutan. khusus yang terakhir yakni para pecari kerja serabutan proporsinya cukup banyak mewarnai dinamika politik indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak penting sebenarnya membahas siapa yang mengajukan diri, suku, latar belakang keluarga  dan semua hal yang menyangkut  diri mereka para kontestan akademi pemilu Indonesia. Karena ketika menyoalkan hal-hal tersebut sama artinya menghianati demokrasi yang kita junjung di negeri ini yakni hak politik  bagi setiap warga negara untuk dipilih dan memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang mesti kita pertanyakan Apa caleg tersebut memiliki kapasitas, kapabilitas, program kongkrit, pengetahuan menejemen pemerintahan, serta beragam apa yang lain yang memiliki korelasi bagi perbaikan nasib bagi sekian juta rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menjadi  penting, karena para caleg ketika menjadi Anggota Legislatif (aleg) memiliki tugas yang begitu berat. Fungsi legislatif dalam sistem ketatanegaraan kita menyangkut fungsi mereka dalam menghasilkan produk undang-undang ( legislasi), menyusun rencana Anggaran dan penetapan APBN dan APBD daerah dan yang paling penting adalah fungsi kontrol pemerintahan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga fungsi yang kita ketahui bersama ini, memiliki peran yang signifikan bagi rakyat yang sedang dibicarakan dan dijanjikan pada masa pemilu. Para caleg mesti mengetahui secara detail peran dan fungsinya. Sehinga penting bagi kita untuk melakukan seleksi secara ketat dari setiap kontenstan. Mana yang benar-benar memiliki kapasitas pengetahuan dan mana yang hanya sekedar mengandalkan popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam era pemilihan langsung, sudah masanya rakyat sendiri yang memilih. Tak boleh adalagi interfensi dari pihak manapun bagi setiap pilihan yang dijatuhkan. Untuk itu selain kadar pengetahuan, penilaian lain yang mesti dijadikan ukuran adalah menyangkut moralitas seorang calon anggota legislatif. Pada persoalan moralitas ini, yang mesti kita lihat apa dosa sosial yang pernah mereka lakukan. Ketika seorang caleg memiliki dosa sosial bagi masyarakat, misalnya terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme maka haram untuk dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Caleg sebuah lahan Pekerjaan Baru Pasca Kampus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena lain yang muncul dari para calon anggota legislatif adalah hadirnya wajah-wajah anak muda dalam pentas politik tanah air. Tak ada yang salah dari proses yang diambil oleh kawan-kawan muda yang mungkin dulunya adalah anggota parlemen jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang patut pula kita pertanyakan, benarkah kehadiran sekian banyak anak muda negri ini menuju pentas politik karena didasari kemampuan dan dorongan ideologi untuk melakukan perubahan sosial ? Ataukah ini sekedar sebuah tameng dari desakan ekonomi pasca masa bermahasiswa. Dari pada sulit mendapatkan pekerjaan,  maka caleg adalah lahan pekerjaan. Tanpa bermaksud sinis bagi apa yang dilakukan oleh para caleg dari kaum muda yang kini bertebaran di seluruh parpol yang ada, mungkin kita perlu merenung adakah basis sosial yang dibangun oleh kawan-kawan ? Benarkan desakan idealisme mesti ditapaki dengan jalan menuju jalur politik tanpa membangun fondasi sosial dan ekonomi secara pribadi dengan baik ? Adakah investasi sosial yang kongkrit yang dilakukan oleh kawan-kawan yang mengklaim dirinya sebagai penyapai aspirasi rakyat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut harus dijawab secara jernih, karena bukan tidak mungkin kehadiran sebahagian caleg yang mengatasnamakan dirinya wakil kaum muda , hanyalah sebuah tameng dari ketidak mampuan untuk berkompetisi secara ekonomi pasca romantisme menjadi aktivis kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Caleg dan Partai Politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alat ukur yang penting untuk melihat kredibilitas para caleg adalah mekanisme regenerasi yang dilakukan partai politik yang menjadi kenderaan politik calon anggota legislatif. Semakin baik pola rekrutmen dan kaderisasi partai, maka semakin baik pula kualitas kader-kader parpol yang muncul menjadi calon anggota legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parpolah yang menjadi tim penyeleksi utama dari setiap caleg yang hendak muncul kepermukaan. Ibarat barang jualan, partailah yang menjadi perusahaan yang melahirkan prodaknya. Semakin baik kualitas perusahaan dalam melahirkan produknya maka tingkat kepercayaan serta kepuasaan pelanggan terhadap prodak yang dilahirkan akan semakin besar. Ini berarti semakin baik dan sehat sebuah partai politik, maka semakin baik pula kualitas calegnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan unggulnya kualitas caleg yang tampil kepubilk, maka semakin tinggi pula partisipasi masyarakat dalam memilih parpol dan caleg tersebut. Sebaliknya ketika partai politik yang menjadi ajang seleksi setiap kandidat caleg tak memiliki mekanisme kaderisasi yang baik, pola rekrutmen acak-acakan, serta regenerasi yang berdasarkan uang setoran tertinggi, maka jangan bermimpi akan mendapatkan kualitas calon anggota legislatif yang sesuai dengan visi misi parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kualitas parpol dan caleg yang tampil tak mumpuni jangan berharap kualitas hidup rakyat bisa meningkat. Ketika kualitas hidup masyarakat tak juga meningkat, maka jangan berharap perubahan akan terjadi, ketika perubahan tak juga terjadi maka jangan berharap rakyat akan ikut dalam proses pemilu, ketika rakyat tak lagi peduli dengan proses pemilu maka jangan berharap demokrasi masih ada!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8914112900258897606?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8914112900258897606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/kualitas-caleg-dan-demokrasi-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8914112900258897606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8914112900258897606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/kualitas-caleg-dan-demokrasi-indonesia.html' title='Kualitas Caleg dan Demokrasi Indonesia'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-6648248034136298862</id><published>2009-01-22T21:39:00.000+08:00</published><updated>2009-01-22T21:49:47.240+08:00</updated><title type='text'>aku</title><content type='html'>aku akhirnya menjalani pilihan ini.mesti mengasah hati dan pikiran, agar godaan tak lebih kuat dari keyakinan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pns bukan bunuh diri....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-6648248034136298862?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/6648248034136298862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/aku.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6648248034136298862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6648248034136298862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/aku.html' title='aku'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7273140867387615752</id><published>2009-01-04T16:14:00.000+08:00</published><updated>2009-01-04T16:17:45.200+08:00</updated><title type='text'>PKS Kuning Tonji ?</title><content type='html'>Partai Keadilan Sejahtera kembali melakukan manuver politik. Setelah heboh dengan iklan politik yang memasukan Soeharto sebagai salah satu pahlawan nasional, kini publik Sulawesi Selatan kembali dikejutkan dengan baliho yang berlatar belakang kuning dengan penegasan “PKS Kuning Tonji”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa arti dan makna pengunaan latar belakang kuning dan diikuti penegasan kalimat kuning tonji yang digunakan oleh PKS tersebut? Untuk apa pula jargon dan kalimat ini dipakai? Target apa yang diharapkan PKS melalui jualan politik barunya ini? Mungkin jawaban pastinya hanya diketahui oleh elit Partai berlambang dua bulan sabit dan kab’ah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca warna kuning akan membuat asosiasi kita terarah pada partai Golongan karya (GOLKAR) yang telah lama melekatkan citra partainya dengan pilihan warna kuning dan pohon beringin. Penampakan citra kuning pada PKS adalah sebuah langkah yang terlalu berani dan cenderung memasuki Hiyper Realitas (melebihi realitas yang ada). Ada beberapa Catatan yang mesti dikemukakan dalam membaca manuver PKS kali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik Representasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar ingatan untuk mencegah amnesia politik masa lalu. Pada masa jelang pemilu 2004 diberbagai tempat daerah ini tersebar spanduk, baliho, dan berbagai media kampanye yang menyatakan PKS akan mencalonkan Habibie sebagai calon presiden. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi politik PKS 2004 memang melahirkan ekspektasi positif dari masyarakat.&lt;br /&gt;Hal ini terbukti dengan hadirnya PKS sebagai lima kontestan parpol yang meraih suara terbanyak di Sulsel. Walau tak beberapa lama setelahnya, pemilih PKS mesti menelan pil pahit dengan tidak diusungnya dan tak bersedianya Habibie menjadi kandidat calon presiden.&lt;br /&gt;Ada kekecewaan publik disaat itu, terhadap ketidak konsistenan PKS. Bahkan beberapa tokoh SulSel, menyatakan PKS melakukan kebohongan publik dengan menjadikan Habibie sebagai komoditas politiknya. &lt;br /&gt;Branding warna kuning kali ini juga dalam rangkaian pencitraan PKS dalam target rekonsiliasi dengan  kekuatan Golkar Sulsel. Patut dicatat budaya kolektifitas masyarakat bugis dan kekuatan jejaring politik berdasarkan klan masih cukup kuat di indonesia. Melihat Golkar pasti membuat rakyat tak bisa melepaskan dari sosok Yusuf Kalla sebagai representasi Golkar sekaligus tanah bugis. &lt;br /&gt;Politik Representasi sepertinya menjadi argumen pertama yang ingin dijual PKS jelang pemilu 2009. Tak mustahil setelah pencitraan PKS kuning Tonji akan disusul dengan Yusuf Kalla Tonji! PKS harusnya dapat menghitung dan mengkalkulasi kemungkinan politik yang ada dengan pengunaan politik representasi yang coba diusungya. Asosiasi pengunaan latar kuning justru hanya akan menimbulkan citra negatif bagi pemilihnya. Sekedar mengingatkan pemilih dan simpatisan PKS adalah kelompok alternatif yang rindu akan perubahan. Apalagi kalau targetnya adalah “Yusuf Kalla Tonji” justru hanya akan membuat sinisme politik semakin besar dari para simpatisan dan kader PKS sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memancing  di Air Keruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sedang memancing ditengah Air Keruh, demikianlah marketing politik yang dijalankan Partai Keadilan Sejahtera. Mungkinkah PKS telah benar-benar menghancurkan citra positifnya selama ini? Memunculkan Soeharto sebagai pahlwan nasional bukan merupakan hal yang bisa diterima bagi simpatisan kalangan Islam modernis, demikian pula dengan pengunaan Jargon PKS kuning Tonji.&lt;br /&gt;Sikap postif yang mungkin ingin ditunjukan oleh PKS dengan mengubah citranya sebagai partai terbuka dan bersedia berkonsolidasi dengan ornamen politik orde baru bukanlah sebuah hal yang signifikan dalam mempengaruhi suara pemilih. Logikanya sederhana; kalau pemilih tradisional masih simpati pada soeharto dan golkar,  mereka akan tetap menjatuhkan pilihannya pada Golkar tanpa perlu mengubah pilihan politiknya. Atau bisa jadi manuver politik PKS kuning Tonji adalah sebuah tantangan  terbuka bagi Golkar, bahwa PKS mampu mengubah dirinya menjadi kuning yang sama dengan Golkar, hal itu berarti PKS hendak mencitrakan diri bahwa PKS sama saja dengan Golkar! &lt;br /&gt;Kalau benar PKS ingin mengidentikkan diri sebagai Golkar Baru, maka sebenarnya elit partai ini sedang mengalami amnesia sejarah. Golkar terlahir sebagai sebuah kekuatan politik “jalan tengah” sejak awal berdirinya. Golkar muncul sebagai kelompok penyeimbang ditengah pertarungan tiga ideologi besar yang saling berebut pengaruh dimasa itu; kelompok Nasionalis, Komunis, serta Islam. Dari sisi Historis inilah Golkar berdiri dan membangun konstituennya yang non partisan dan lebih memfokuskan dirinya pada program kesejahteraan dan ekonomi, ketahanan serta keamanan negara dan menjadikan Ideologi sebagai hal yang bersifat personal dan bukan faktor pengerak. Sehingga Golkar muncul sebagai sebuah partai pluralis, multi ideologi serta agama dan kepercayaan.&lt;br /&gt;Sementara pada sisi yang lain sejarah PKS sebelum muncul menuju pangung politik tanah air, adalah sejarah panjang yang penuh heroisme. PKS sebelum muncul kepermukaan sebagai sebuah parpol,merupakan gerakan bawah tanah yang dimotori oleh para mahasiswa islam kampus-kampus negeri yang terus melakukan regenerasi dan kaderisasi sembari mempersiapkan jatuhnya rezim soeharto. Idiom ideologi menjadi faktor utama dalam mengerakan kader-kader PKS, Islam adalah jalan kebenaran dan juga  totalitas serta penyerahan diri. Perjuangan politik adalah sebuah kerja ibadah bagi kader-kader PKS. Karena Ideologi adalah naluri pengerak utama utama dalam bergerak dan bekerja.&lt;br /&gt;Dari dua ruang sejarah yang berbeda dalam melahirkan dua kekuatan politik antara Golkar dan PKS, maka menjadi hal yang tak bisa diterima dengan akal sehat jika PKS justru melakukan manuver politik dengan mengidentikan dirinya dengan Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik Kontroversi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederetan langkah yang diambil Partai Keadilan Sejahtera dengan Politik Marketingnya adalah sebuah target politik Kontroversi. PKS sedang mencoba menjadi sensional, spectacle dan bahkan cendrung  berlebihan dalam menampilkan citra politiknya. Eksplorasi citra secara berlebihan dan "melampaui batas" (hyper) justru  akan menjadi bom waktu bagi eksistensi PKS sebagai sebuah partai islam yang didukung oleh pemilih modernis.&lt;br /&gt;Dalam konteks komunikasi politik hal yang dilakukan PKS adalah sebuah bentuk  banalitas tanda dan citra politik. Struktur Politik PKS mesti belajar jika citra politik tampil dalam jumlah banyak, frekuensi tinggi, dan waktu yang terlalu cepat, akan menyebabkan pesan (message) yang disampaikan menimbulkan kejenuhan serta berimbas pada apatisme politik para pemilih (voter). &lt;br /&gt;Politik Kontroversi dengan memunculkan Soeharto sebagai Pahlawan atau jargon PKS Kuning Tonji yang dimunculkan dalam penjajakan opini publik sekaligus iklan gratis di media massa justru akan menjadi pendulum balik bagi partai keadilan sejahtera. Patut dicatat, semakin resisten langkah yang diambil akan semakin besar konsekuensi politik yang akan diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonsiliasi politik.&lt;br /&gt;Saat ini sentimen terhadap PKS semakin besar, ormas-ormas islam yang dahulunya bersimpati secara perlahan menarik dukungannya. Bahkan untuk konteks Sulawesi Selatan, resistensi ini telah dimulai sejak langkah kontroversial Partai Keadilan Sejahtera saat Pilkada Gubernur yang lalu. Bubarnya koalisi keumatan sebagai poros penyeimbang kekuatan politik Golkar telah menyebabkan antipati terhadap PKS.&lt;br /&gt;Dukungan pemilih mengambang yang belum menjatuhkan pilihan politik tak akan mengalir jika PKS tetap menjalankan langkah politik kontroversialnya. Para pemilih rasional justru semakin antipati terhadap pencitraan yang dibangun PKS saat ini. Belum lagi janji perubahan dan lebih peduli yang diikrarkan tak juga berbuah kenyataan. &lt;br /&gt;Dosa politik masa lalu PKS pada pemilu 2004 yang menjadikan Habibie sebagai jualan politik belum juga lepas dari ingatan kolektif pemilih tradisional SulSel, dukungan Partai Keadilan Sejahtera atas Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang bermuatan libralisasi pendidikan telah menyulut kemarahan kelompok kampus yang selama ini menjadi basis dukungan PKS.&lt;br /&gt;Sudah saatnya Partai Keadilan Sejahtera melakukan tobat politik jika tetap ingin bertahan ditengah pertarungan pemilu 2009. Tanpa rekonsiliasi PKS dengan “Kuning Tonji”-nya hanya akan mendapatkan resistensi masyarakat. &lt;br /&gt;Salam saudara...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7273140867387615752?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7273140867387615752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/pks-kuning-tonji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7273140867387615752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7273140867387615752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/pks-kuning-tonji.html' title='PKS Kuning Tonji ?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-6209225454517059355</id><published>2009-01-03T20:24:00.000+08:00</published><updated>2009-01-03T20:30:49.771+08:00</updated><title type='text'>Tahun 2009</title><content type='html'>tahun ini beberapa doaku menjadi nyata. Pembuka tahun yang indah sekaligus menentukan bagi hidupku.sebuah coretanku tentang catatan gerakan mahasiswa makassar dimuat salah satu media lokal sulawesi selatan, di hari yang sama sebuah momen besar kuterima aku dinyatakan menjadi pegawai negri sipil.&lt;br /&gt;semoga akan baik-baik saja...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-6209225454517059355?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/6209225454517059355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/tahun-2009.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6209225454517059355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6209225454517059355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2009/01/tahun-2009.html' title='Tahun 2009'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1642649903387154818</id><published>2008-12-26T21:13:00.000+08:00</published><updated>2008-12-26T21:19:15.231+08:00</updated><title type='text'>semuanya kini sedang menanti</title><content type='html'>seperti ketika menanti matahari saat hujan&lt;br /&gt;seperti menanti kekasih saat petang &lt;br /&gt;atau harapan tentang senja di penghujung malam&lt;br /&gt;Aku kaku disini,menungu roda nasib dipenghujung tahun!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1642649903387154818?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1642649903387154818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/semuanya-kini-sedang-menanti.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1642649903387154818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1642649903387154818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/semuanya-kini-sedang-menanti.html' title='semuanya kini sedang menanti'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5447113031554407213</id><published>2008-12-22T17:14:00.000+08:00</published><updated>2008-12-22T17:22:02.257+08:00</updated><title type='text'>Desember Kelabu ; Sebuah Refleksi Bagi Gerakan Mahasiswa Makassar</title><content type='html'>Mungkin Desember 2008 penutup tahun yang kelabu bagi mahasiswa Makassar. Serangkaian kisah kelam mewarnai dunia gerakan mahasiswa, mulai dari persoalan tawuran antar mahasiswa, kasus penembakan mahasiswa, konflik antar lembaga dan beberapa hari lalu aksi penolakan Badan Hukum Pendidikan(BHP)yang berujung pada penyerangan Polisi atas kampus Universitas Hasanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember tahun ini adalah penutup tahun yang memilukan sekaligus menampar citra Gerakan mahasiswa. Seperti dua mata sisi uang yang saling melengkapi, aktifis mahasiswa kini mesti menangung dua beban.Beban pertama adalah adanya konflik antar lembaga kemasiswaan secara internal membuat citra buruk bagi mahasiswa makassar. Media dan masyarakat melakukan Overgeneralis bahwa mahasiswa ketika melakukan aksinya akan cenderung membuat keonaran, kekacauan dan ujung-ujungnya mempermalukan identitasnya sebagai kalangan kelas menengah terdidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena telah tercitrakan sebagai pelaku kekerasan suara gerakan mahasiswa dalam melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah tidak lagi disimak secara jernih. Penolakan terhadap kenaikan BBM, komersialisasi pendidikan lewat BHP dan berbagai kebijakan tidak populis lainya telah diubah menjadi ajang bunuh diri parlemen jalanan. Mahasiswa berada pada titik nadir kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa tapi tak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya dalam menyikapi persoalan yang terjadi pada gerakan mahasiswa makassar, kita perlu memilah dan memilih setiap pesolan yang terjadi. Memang benar bahwa banyak mahasiswa yang masih berjiwa feodal yang karena kebanggaan atas identitas kelompoknya, solidaritas buta fakultatif dan kebanggaan Universitas kemudian menyelesaikan konfliknya dengan cara-cara primitif zaman batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semuanya tak sama, banyak aktifis Gerakan mahasiswa karena tangung jawab sosialnya turun ke jalan, menyuarakan agenda-agende kebangsaan, mewakili rakyat atas ketimpangan kebijkan oleh pemerintah. Serupa tapi tak sama, itulah potret dinamika kemahasiswaan. Bukankah kampus adalah miniatur masyarakat ? Setiap individu mahasiswa lahir dan dibesarkan dalam latar belakang berbeda, kelas sosial yang beragam dan dinamika kelembagaan dan kemahasiswaan yang tak serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama saja dengan masyarakat, ditengah mahasiswa ada kalangan picik yang senantiasa menjadi demonstran bayaran, berorentasi keuntungan pribadi dan senantiasa menjadikan aksi-aksinya sesuai dengan pesanan politik kelompok. Ada pula kalangan hedonis, yang menjadikan kampus seperti ajang kelas modeling, berlengak lengok dengan gaya dan pakaian baru. Tapi banyak pula mahasiswa yang turun kejalan didasarkan oleh tangung jawab sosial kemahasiswaan. Kesadaran sebagai martir perubahan, kelangan pengerak dengan orentasi perjuangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak sama, maka tak pantas prilaku yang sama antara mereka yang tawuran dengan para aktifis gerakan yang berjuang bagi rakyat di berlakukan oleh aparat kepolisian.Sebuah sikap naif bila pola yang masih sama digunakan oleh Kepolisian ditengah paradigma baru polri yang menerikan institusi kepolisian moderen. Polri yang mandiri dan profesional, mengacu kepada supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan Hak Azazi manusia (HAM), transparan serta berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat dikuatkan melalui pertanggungjawabannya kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma baru Polri ini menjadi kerangka utama dalam mewujudkan jati diri, profesionalisme dan modernisasi Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, dekat dan membaur bersama masyarakat.Pertanyaanya apakah kini prilaku represif yang ditunjukan untuk membungkam gerakan mahasiswa adalah wujud modernisme polisi ? Ataukah secara internal aparat kepolisian tak mengindahkan paradigma polisi yang dibuat sendiri pada tanggal 13 Oktober 2005, sesuai surat keputusan Kapolri No. Pol: SKEP/737/X/2005 tentang kebijakan dan strategi penerapan polisi masyarakat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Mahasiswa Makassar Kini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahasiswa biasa yang pernah merasakan haru-birunya dinamika gerakan mahasiswa makassar, ada sebuah tipologi dan karakteristik Gerakan Mahasiswa Makassar (GMM) yakni “daya tekan sekaligus daya dorong issu”. Ketika aktifis mahasiswa Makassar turun kejalan maka daya tekannya bagi sejumlah kampus di Indonesia timur akan segera bergerak, ketika mahasiswa makassar berani rusuh, maka tunggulah letupan emosi dari berbagai kampus lain, termasuk kampus-kampus yang berada di jawa akan membangun ristensi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok gerakan mahasiswa makassar terkenal kental dan berani, heroik sekaligus menyengat. pada sisi lain aktifis gerakan senantiasa muncul sebagai “martir”yang diledakan untuk mendorong agenda kemahasiswaan secara Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberap kasus telah menjadi bahan pelajaran bersama salah satunya; isu penolakan kenaikan BBM pada masa pemerintahan megawati yang berhasil mengkonsolidasikan seluruh elemen gerakan baik ekstra maupun intra yang berujung pendudukan Gedung keuangan adalah sebuah hal berani dan sukses membuat pemerintah menurunkan harga BBM.&lt;br /&gt;Saat ini, tantangan terbesar justru di arahkan ke jantung mahasiswa. Kalau masa lalu tantanganya adalah melawan kebijakan yang represif oleh pemerintah atas rakyat dalam hal besar, tapi kini mahasiswa mesti menghadapi tekanan atas diri mereka melalui libralisasi pendidikan lewat penetapan Undang-undang Badan Hukum pendidikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BHP adalah pisau yang bisa menyayat gerakan mahasiswa secara perlahan.Ketika BHP diberlakukan dengan sejumlah alokasi aturanya, berarti kesempatan untuk memperoleh pendidikan hanyalah bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi kelas atas. Pertanyaanya adalah ketika akses pendidikan di bangku Universitas hanya dimiliki oleh mereka yang berpunya; masih adakah gerakan mahasiswa makassar yang heroik itu ? Tak pernah ada sejarahnya kelompok elit mengorganisasikan dirinya melawan kebijakan selama tidak mempengaruhi mereka secara langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep dan arah gerakan mahasiswa mesti lebih baik pada tahun mendatang, selain BHP gerakan mahasiswa juga ditandang untuk menyusun format pengkaderan yang lebih baik dari sekedar apa yang selama ini dilakukan. Karena ketika kaderisasi secara internal para mahasiswa melalui sistim orentasi kampus yang menekankan agenda kekerasan sebagai bagian dari dendang pengkaderan, maka tak heran ketika melaksanakan aksi demonstrasi para mahasiswa muncul dengan sosok primordialnya dan cenderung menjadi agen kekerasan baru dalam penyelesaian masalah yang dihadapi. Karena yang mereka terima dari para senior ketika mengkader adalah dendam, amarah serta sikap brutalisme lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian lain yang juga memicu munculnya kekerasan dalam setiap aksi demonstrasi kemahasiswaan adalah mundurnya kultur wacana dan diskusi sebelum turun kejalan. Budaya lingkar study dalam tubuh mahasiswa mulai memudar, hal ini disebabkan oleh tidak berfungsi dengan baiknya lembaga ekstra kampus maupun lembaga internal dalam membangun budaya wacana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering mahasiswa bertemu dalam sebuah forum diskusi secara intensif maka kajian terhadap isu-isu yang diangkat akan semakin baik, termasuk format serta metodologi aksi yang akan dijalankan. Kheos, dengan aparat kepolisian haru dipahami bukan sebagai target gerakan, menyampaikan pikiran secara sehat penting adanya. &lt;br /&gt;Pihak Kepolisian juga tak perlu terlalu reaksioner menindak setiap aksi dari mahasiswa, karena semakin represif aparat dalam menindak mahasiswa, akan semakin kuat resistensi yang muncul. Selain itu, aparat kepolisian dalam membungkam gerakan mahasiswa tidak perlu selalu beralasan  mahasiswa saat demonstrasi membuat kemacetan dan merugikan masyarakat. Saya selalu menjumpai, ketika pejabat negara datang ke kota makassar mereka membuat kemacetan yang lebih panjang. Padahal biasanya yang datang satu atau dua orang dengan pengamanan supra ketat yang menyebabkan kemacetan yang parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember kelabu Sebuah Renungan Untuk Kita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Desember kelabu menjadi sebuah catatan tentang dendam yang saling bertaut, kekuasaan yang saling berebut menunjukan diri. Polisi masuk kekampus, menginjak-injak institusi pendidikan, otoritas akademik dengan sepatu larasnya. Kampus merah mulai kehilangan warna, mahasiswa diamuk kemarahan dengan batu ditanganya. Tapi kita sepertinya mesti merenung diakhir tahun ini, begitu banyak peristiwa menimpa cerita pilu dunia kemahasiswaan.Berderet seperti serial sinetron yang durasinya terus diperpanjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi begitu gerah melihat mahasiswa yang menurut mereka seenaknya menutup jalan, sedangkan mahasiswa muak melihat sosok polisi yang selalu represif terhadap mahasiswa. Rakyat yang namanya senantiasa dikumandangkan bigung berada dimana. Siapa dalang dari apa yang terjadi semuanya saling menuding; &lt;br /&gt;“Mahasiswa!”kata polisi.&lt;br /&gt;“Polisi”!, kata mahasiswa.&lt;br /&gt;Rektor menyela, keduanya terlalu berlebihan!&lt;br /&gt;Media sibuk mengompori, keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebagai rakyat biasa hanya bisa berujar kita semua berada pada ruang dan waktu yang salah. Sebuah keadaan dimana kita tak berdaya menghadapi sifat egois dan kebanggaan berlebih terhadap simbol-simbol yang saling melekat dari diri kita semua. Desember tahun ini, ada begitu banyak cerita dan kisah duka tentang gerakan mahasiswa, yang menambah deret pilu dan luka yang sudah terlalu lama tertananam dalam diri gerakan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah masanya polisi mengamalkan tugasnya sebagai pengayom bukan sekedar sebagai penindak hukum, mahasiswa sudah mestinya mengatur nafas gerakan dengan semangat yang radikal namun kaya akan metodologi dan sudah saatnya negara menjalankan fungsinya untuk melindungi hak-hak warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember yang basah sudah waktunya meneduhkan hati kita semua sembari melakukan “refleksi agar di tahun mendatang tak adalagi duka bagi kita semua”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5447113031554407213?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5447113031554407213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/desember-kelabu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5447113031554407213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5447113031554407213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/desember-kelabu.html' title='Desember Kelabu ; Sebuah Refleksi Bagi Gerakan Mahasiswa Makassar'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-354897857567546540</id><published>2008-12-21T10:49:00.000+08:00</published><updated>2008-12-21T11:14:06.152+08:00</updated><title type='text'>Madi yang bukan Mahdi</title><content type='html'>Madi dan bukan Mahdi adalah nama yang begitu sering kujumpai hari-hari ini. Tentu saja selain angka delapan dan sembilan. Madi dan Mahdi adalah dua hal yang sama dengan 8&amp;9. Kalau delapan menunjukan asosiasi capaian hampir sempurna, persiapan ataupun titik menuju 9 yang merupakan eksakatisme manusia. Karena 10 bagiku secara pribadi adalah kelengkapan, kesempurnaan dari jumlah bilangan yang dikenal pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak heran asosiasi sembilan pada masa lalu diposisikan dengan wujud batas nalar, misalnya saja Tuhan bersemayam dilangit kesembilan, sifat Tuhan yang 99 dan nilai tertinggi dalam angka judi kiyu-kiyu ( bahasa kaili yang menunjukan angka tertinggi) dan sejumlah kepercayaan tentang angka sembilan lainya. Sementara angka delapan adalah asosiasi yang hampir sempurna. Saat sekolah nilai 8 adalah pertanda kita bisa digolongkan sebagai siswa diatas rata-rata karena bernilai diatas 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali pada soal madi dan Mahdi. Bagi saya madi adalah 8 dan  sedang menuju posisi Mahdi yang 9. Madi bagiku sosok dengan angka delapan seperti lingkaran dan garis yang saling berhubungan. Delapan membentuk kepala dan tubuh yang sama,karena kedua lingkaranya berposisi yang sama dengan besar dan luas yang serupa juga. Demikianlah madi yang hendak kuceritakan; madi yang ukuran isi kepalanya sama dengan ukuran bentukan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madi yang kalau kepalanya akan berkata resisten maka hal yang sama juga akan bergerak pada lingkaran tubuhnya. Gesturnya akan segera bereaksi, menunjukan kesetujuan atau penentangan. Madi yang saya kenal empat tahun lalu kini diujung tahun 2008 bukan lagi madi dengan angka delapan dia hendak menuju angka sembilan, menuju sosok juru selamat Mahdi, menghapus setengah lingkaran,dan membentuk dirinya menuju sembilan!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-354897857567546540?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/354897857567546540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/madi-yang-bukan-mahdi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/354897857567546540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/354897857567546540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/madi-yang-bukan-mahdi.html' title='Madi yang bukan Mahdi'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8789611924470844889</id><published>2008-12-21T10:37:00.000+08:00</published><updated>2008-12-21T10:38:23.606+08:00</updated><title type='text'>makassar yang disambut Hujan</title><content type='html'>setelah tigahari tiba dimakassar, baru hari ini saya melihat matahari...kabut juga toh akhirnya sirna sama dengan kerinduan yang sudah kutuntaskan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8789611924470844889?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8789611924470844889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/makassar-yang-disambut-hujan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8789611924470844889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8789611924470844889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/makassar-yang-disambut-hujan.html' title='makassar yang disambut Hujan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-656188214386128617</id><published>2008-12-16T19:08:00.000+08:00</published><updated>2008-12-16T19:49:41.234+08:00</updated><title type='text'>inilah wujud karyanya...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SUeNFXbhyXI/AAAAAAAAALk/7xQYWDWG3bM/s1600-h/buat+blog+saya.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 247px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SUeNFXbhyXI/AAAAAAAAALk/7xQYWDWG3bM/s320/buat+blog+saya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280344211443534194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah satu bulan yang melelahkan akhirnya karya ini bisa juga berwujud. Semuanya telah rampung, melelahkan, berbenturan dengan hati dan pikiran, tapi toh ini sebuah karya. Aku tak hendak menulis pujian, aku hanya ingin menulis sebuah karya tentang mereka yang bekerja bagi peradaban dan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku telah membuktikannya dengan melihat karya seorang suparni parto, menyelaminya seperti apa yang kutilis dikata pengantar buku ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis itu Ibrat mengandung! Ketika kita menulis kita sebenarnya hamil akan gagasan-gagasan, menyimpanya dalam kepala dan melahirkannya dalam bentuk kata-kata. Demikianlah proses menulis yang kami rasakan, saat mulai menerjemahkan pikiran dan skirip tulisan seorang Berigjen Suparni Parto.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suparni Parto dengan semangat cindelarasnya bekerja untuk sebuah pranata masyarakat yang lebih luas, melintasi batas pengetahuan mereka yang selama ini masih berpikiran negatif terhadap dunia kepolisian. Ia bergerak dengan semangat cindelaras, bakti dari seorang anak bagi ibu pertiwi. Kedepan Suparni mengajak anak-anak lain yang entah bekerja pada ruang manapun untuk bermitra, berbuat bersama dan mempersembahkan yang terbaik bagi ibu pertiwi yang sedang bersedih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang membantu penyusunan buku ini. Terima kasih pada seluruh jajaran Polda sulteng yang dengan semangat persahabatanya selalu bersedia menerima kedatangan kami. Kepada rekan-rekan yang tak henti-hentinya memberikan masukan. Fadli yang setia menjadi Fotografer, Syamsir tata letak dan perwajahan, Diman nelayan yang masuk kota, Daus pemimpin redaksi majalah Investasi, K Toni Mangitung yang berjuang mengerakan dunia penerbitan Kota Palu, Aslam penjaga mabes Manggis, Amirkom sang tokoh ITC kota Palu,  Umar Turungku yang selalu setia. Serta tak lupa  Guru menulis pertama dan terbaik yang telah memberikan contoh kepada saya semasa hidupnya, bahwa membaca dan menulis adalah proses yang menjadikan manusia ”mulia”karena menjadi perekam jejak peradaban, Ayahanda Almarhum Muh. Arsyad tak lama lagi saya akan menuliskan impian-impianmu tentang dunia pendidikan yang sebenar-benarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga karya ini bisa bermanfaat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-656188214386128617?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/656188214386128617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/inilah-wujud-karyanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/656188214386128617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/656188214386128617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/inilah-wujud-karyanya.html' title='inilah wujud karyanya...'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SUeNFXbhyXI/AAAAAAAAALk/7xQYWDWG3bM/s72-c/buat+blog+saya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-285962310991497569</id><published>2008-12-16T18:41:00.001+08:00</published><updated>2008-12-16T18:53:26.627+08:00</updated><title type='text'>akhirnya dia berwujud</title><content type='html'>akhirnya dia berwujud, tinggal beberapa bagian yang kurang, itupun tinggal soal foto dan editing huruf. Sosok anak kandungku akhirnya lahir. Walau aku yakin ini akan menjadi kabar buruk bagi mereka,tapi bagiku ini sebuah karya !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-285962310991497569?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/285962310991497569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/akhirnya-dia-berwujud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/285962310991497569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/285962310991497569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/akhirnya-dia-berwujud.html' title='akhirnya dia berwujud'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2290667714338058312</id><published>2008-12-11T22:18:00.000+08:00</published><updated>2008-12-11T22:29:34.528+08:00</updated><title type='text'>saya hampir menuntaskanya</title><content type='html'>saya hampir menuntaskanya...semoga segera berakhir...dan bermanfaat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2290667714338058312?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2290667714338058312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/saya-hampir-menuntaskanya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2290667714338058312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2290667714338058312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/saya-hampir-menuntaskanya.html' title='saya hampir menuntaskanya'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5505384680715506441</id><published>2008-12-08T21:55:00.000+08:00</published><updated>2008-12-08T22:35:29.684+08:00</updated><title type='text'>Intercultural Communication</title><content type='html'>Sebuah kritik atas pandangan Komunikasi Antar Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           Penulis   Digital library USU&lt;br /&gt;                           DRA. LUSIANA ANDRIANI LUBIS, MA&lt;br /&gt;Diresume ;&lt;br /&gt;Oleh ; Rahmad M.Arsyad&lt;br /&gt;Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Komunikasi Massa&lt;br /&gt;Diakses pada ; 26Nopember 2008, pukul ; 15.30  pada website ; USU digital library&lt;br /&gt;kode akses; Google ; Intercultural Communication&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Latar Belakang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca karya Dra.Lusiana Adriani Lubis Ma, seorang dosen Universitas Sumatra Utara (USU) yang juga merupakan penulis tetap perpustakaan digital USU membawa peresume larut dalam sebuah meta teori Komunikasi Antar Budaya (KAB) dengan belantara prespektif KAB. Begitu banyak pandangan tokoh yang dihadirkan, begitu sering nama-nama besar dikutip dan begitu kaya karya Lusiana. penulis menemukan artikel ini setelah melakukan pencarian melalui Google tentang artikel yang bertema intercultural Cumunication. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ST0wPNqU8qI/AAAAAAAAALc/2T5OPfMiqic/s1600-h/kebudayaan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ST0wPNqU8qI/AAAAAAAAALc/2T5OPfMiqic/s320/kebudayaan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277427376271454882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lusiana seperti sedang memahat ragam gagasan komunikasi dalam sebuah frem yang dibentuk oleh komunikasi antar Budaya. Mengkaji Komunikasi antar budaya secara Linguistik melalui definisi kebahasaan, memasukan dimensi saluran dalam komunikasi serta “membenturkan” bahkan menurut penulis “memaksakan” beberapa sub topik tulisannya dengan ragam teori besar. Sub topik tulisan yang membuat artikel ini menjadi cenderung kurang kontekstual adalah pandangan Lusiana yang memasukan Prinsip Homofili dan Heterofili dalam Komunikasi antar Budaya. Dalam definisi yang dikutip Lusiana; homofili adalah derajat persamaan dalam beberapa hal tertentu seperti keyakinan, nilai, pendidikan, status sosial dan lain-lain, antara pasangan-pasangan individu yang berinteraksi. (Rogers dan Kincaid, 1981 : 127). Perasaan-perasaan ini memungkinkan untuk tercapainya persepsi dan makna yang sama pula terhadap sesuatu objek atau peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk Heterofili dosen USU ini mengakat pandangan masih dari tokoh yang sama Rogers dan Kincaid, (1981 : 128) yang mendefinisikan ; Heterofili adalah derajat perbedaan dalam beberapa hal tertentu antara pasangan-pasangan individu yang berinteraksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada benturan dan inkonsistensi dari Artikel Lusiana yang membuat antar teks yang dihadirkan menjadi saling berpolemik. Namun lusiana berkilah, dipandang dari sudut kepentingan komunikasi antar budaya, adanya perbedaan-perbedaan tidak menutup kemungkinan terjadinya komunikasi antar individu-individu atau kelompok-kelompok budaya. Perbedaan-perbedaan bahkan dilihat sebagai kerangka atau matriks dimana komunikasi terjadi. Dalam kaitan ini  dosen USU ini mengangkat teori yang dikemukakan oleh Grannovetter (1973) mengenai “kekuatan dan ikatan-ikatan lemah (The strengt of weak ties) yang menyarankan akan pentingnya hubungan-hubungan heterofili dalam pertukaran informasi. Dalam komunikasi manusia, agaknya diperlukan juga keseimbangan diantara kesamaan dan tidak kesamaan, antara yang sudah dianggap biasa dengan sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam presepketif analisis wacana untuk membedah sebuah teks dibutuhkan dua unit analisis dasar yakni Tema Makro dan Tema Mikro yang akan menjadi bagian awal dalam membedah sebuah teks.Paradigma yang disuguhkan Lusiana adalah sebuah bangunan ketika teori menjadi sebuah teks yang utuh dan saling menegasikan dalam sebuah sistim. Hal ini bisa diihat dari bagian tengah Artikel komunikasi antar budaya Lusiana ; Sejalan dengan pemikiran tersebut, dapat juga dikemukakan suatu konsep tentang “equifinality” dalam teori “sistem” yang menyatakan bahwa dalam suatu sistem tertentu manapun akan dapat dicapai tujuan yang sama, walaupun telah dipergunakan titik tolak dan proses-proses yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari pandangan lusiana yang ambivalen dan saling berbeturan ini, sekaligus kaya akan deskripsi teori dengan menghidupkan sejumlah nama tokoh –tokoh besar,   sangat menarik membedahnya sekaligus melahirkan sebuah resume yang muncul dengan prespektif berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pembahasan  &lt;br /&gt;Corak dari pemikiran Lusiana tentang Komunikasi Antar Budaya begitu terpengaruh pada pada prinsip  equifinality” dalam teori “sistem” yang menyatakan bahwa dalam suatu sistem tertentu manapun akan dapat dicapai tujuan yang sama, walaupun telah dipergunakan titik tolak dan proses-proses yang berbeda. Pandangan ini beserta Ilmuan yang menjadi pembela bagi teori sistem sebenarnya banyak dipengaruhi oleh cara pandang teori komunikasi organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik terhadap pandangan teori sistem  muncul dari Stanley Hoffmann yang mengatakan bahwa teori sistem tidak memberikan sebuah kerangka untuk mencapai predikbilitas. Dengan mengkombinasikan ideal ilmu deduktif dengan keinginan mencapai predikbilitas, Hoffmann menyatakan teori sistem menjadi tautological (pengulangan). Kritik Hoffmann adalah teoritisi sistem  menggunakan teknik pribadi yang tidak tepat meminjam dari disiplin lain seperti sosiologi, ekonomi, sibernetik, biologi dan astronomi.  Pada saat yang sama, Hoffmann mengkritik model yang mengandung pola interaksi karen kurang referensi empiris. Menurut Hoffmann, model sistem karena bertujuan generalisasi tingkat tinggi dan penggunaan alat-alat dari disiplin lain, tidak “menyentuh bidang utama yang dikaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi Antar Budaya dalam pandangan (Tubbs, Moss:1996) mengandung pengertian :  Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;Jadi pada dasarnya komunikasi antar budaya adalah sebuah jembatan antara keberagaman yang dibentuk dengan kesepahaman antar kebudayaan yang saling berbeda. Jadi KAB bukanlah sebuah sistim sosial yang sama dan dalam sebuah struktur yang dibangun dalam usaha manapun akan dapat dicapai tujuan yang sama. Tujuan komunikasi Antar Budaya bukanlah derajat kesamaan, namun kesepahaman yang hadir dalam ruang dan konteks masyarakat yang multi kultural dengan ragam simbol yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik terbesar bagi Lusiana adalah cara pandanganya yang cenderung memaksakan atas homofili kedalam sudut pandang komunikasi antar budaya; homofili adalah derajat persamaan dalam beberapa hal tertentu seperti keyakinan, nilai, pendidikan, status sosial dan lain-lain, antara pasangan-pasangan individu yang berinteraksi. Karena dasar komunikasi antar budaya adalah perbedaan dan keragaman maka tak tepat jika memasukan pandangan ini dalam disiplin pembahasan tentang komunikasi antar budaya. Tak ada derajat kesamaan antar kebudayaan, entah itu keyakinan, nilai, pendidikan, statuss sosial dan hal lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada derajat keyakinan, mungkin individu dalam medan kebudayaan yang berbeda akan memiliki keyakinan yang satu namun tak ada yang sama. Bila kita melihat model keyakinan negara-negara timur tengah, sebahagian Asia,Eropa dan berbagai belahan bangsa  yang lain menganut Islam sebagai sebuah kepercayaan agama. Pada prakteknya masing-masing ruang negara dan batas-batas teritorial ini memiliki sistim kebudayaan yang berbeda dalam menjalankan praktek-praktek keagamaan. Tegoklah ditimur tengah keragaman mazhab dan parktek beragama menjadikan ciri dan sudut pandang keagamaan yang berbeda pula. Beragam komunitas mazhab kemudian membentuk cara pandangnya sendiri dalam menjalankan kebudayaan agamanya; Sunni sangat berbeda paraktek kebudayaan dan keagamaannya dengan Syiah. Padahal kedua-duanya merupakan sebuah keyakinan yang bernama islam. Apalagi ketika membicarakan tentang kesamaan nilai, pendidikan dan status sosial. Sesuatu yang sudah berbeda dalam kesamaan batas teritorial pasti memungkinkan keragaman etnik dan ragam perbedaan lainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulawesi Selatan saja terdiri dari berbagai suku, etnik dan sub etnik. Dalam satu kota makassar terdiri dari beragam sub urban yang berbeda. Dalam sebuah lingkungan yang lokalitasnya sama ditingkat kelurahan dan Rukun Tetanga (RT) saja sudah berbeda dan dihuni oleh puluhan komunitas suku yang berbeda. Apalagi membicarakan sebuah nilai sosial yang antar negara yang pasti memiliki beragam suku dan sub kultur yang berbeda pula. Manakah yang kita sebut dengan kesamaan ? Ruang simbol tidak selamanya membentuk pola yang sama, kemungkinan kalaupun ada yang sama dalam sebuah arus kebudayaan adalah bentuk dari kebudayaan Hibrit yang menjadi titik tawar komunikasi dalam sebuah masyarakat. Modernisme dengan kuasa teknologi dan pertukaran informasi yang menjadi dunia sebagai ”Desa global”menjadi pemain pada ruang persamaan kebudayaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi dari sisi fenomenalogi, komunikasi antar kebudayaan telah menjadi barang komoditas yang tanpa sadar membentuk medan ”pertarungan” antar kebudayaan yang sebenarnya di usung oleh kepentingan dan hegemoni kekuatan pasar. Bukankah setiap dominasi selalu saja melahirkan instrumen kepentingan dibaliknya dan kita sedang berada pada titik dimana setiap kebudayaan saling bertarung dan berusaha memenangkan kompetisi. Dan komunikasi antar budaya adalah jalan menuju kesepahaman, membangun relasi komunikasi yang setara seperti apa yang dicita-citakan Habermas ; masyarakat komunikasi yang setara! Kita tak perlu memaksakan sebuah persamaan, karena setiap individu sudah dibekali keberbedaan dan ketaksamaan yang dibutuhkan adalah kesepahaman bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada dasarnya komunikasi antar budaya adalah sebuah jembatan antara keberagaman yang dibentuk dengan kesepahaman antar kebudayaan yang saling berbeda. Jadi KAB bukanlah sebuah sistim sosial yang sama dan dalam sebuah struktur yang dibangun dalam usaha manapun akan dapat dicapai tujuan yang sama. Tujuan komunikasi Antar Budaya bukanlah derajat kesamaan, namun kesepahaman yang hadir dalam ruang dan konteks masyarakat yang multi kultural dengan ragam simbol yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik terbesar bagi Lusiana adalah cara pandanganya yang cenderung memaksakan atas homofili kedalam sudut pandang komunikasi antar budaya; homofili adalah derajat persamaan dalam beberapa hal tertentu seperti keyakinan, nilai, pendidikan, status sosial dan lain-lain, antara pasangan-pasangan individu yang berinteraksi. Karena dasar komunikasi antar budaya adalah perbedaan dan keragaman maka tak tepat jika memasukan pandangan ini dalam disiplin pembahasan tentang komunikasi antar budaya. Tak ada derajat kesamaan antar kebudayaan, entah itu keyakinan, nilai, pendidikan, statuss sosial dan hal lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi fenomenalogi, komunikasi antar kebudayaan telah menjadi barang komoditas yang tanpa sadar membentuk medan ”pertarungan” antar kebudayaan yang sebenarnya di usung oleh kepentingan dan hegemoni kekuatan pasar. Bukankah setiap dominasi selalu saja melahirkan instrumen kepentingan dibaliknya dan kita sedang berada pada titik dimana setiap kebudayaan saling bertarung dan berusaha memenangkan kompetisi. Dan komunikasi antar budaya adalah jalan menuju kesepahaman, membangun relasi komunikasi yang setara seperti apa yang dicita-citakan Habermas ; masyarakat komunikasi yang setara! Kita tak perlu memaksakan sebuah persamaan, karena setiap individu sudah dibekali keberbedaan dan ketaksamaan yang dibutuhkan adalah kesepahaman bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5505384680715506441?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5505384680715506441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/intercultural-communication.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5505384680715506441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5505384680715506441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/intercultural-communication.html' title='Intercultural Communication'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ST0wPNqU8qI/AAAAAAAAALc/2T5OPfMiqic/s72-c/kebudayaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7327550694652750559</id><published>2008-12-08T18:35:00.000+08:00</published><updated>2008-12-08T18:56:21.910+08:00</updated><title type='text'>Ada yang datang dan ada yang pergi</title><content type='html'>seolah semauanya seperti tiba-tiba..&lt;br /&gt;kemarin seorang kawan baru saja melewati pergantian tahunya di Baitullah,haru biru dirasakannya menjalani pergantian usia saat sedang menunaikan ibadah Haji, sesuatu yang maha dasyat dikarunikan Tuhan kepadanya ketika masih muda, sudah naik haji dan mendapatkan kemulian dengan bermuhasabah atas usia yang diberikan di rumah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saat kita merayakan sebuah momentum besar tentang kesetian Ibrahim atas Tuhanya, seorang adik merayakan Ulang tahun di hari yang mulia bersama umat muslim yang sedang bermunajat akan kepada Tuhannya melantunkan puja-puji kebesaran Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat tulisan ini dibuat beberapa menit lalu, sebuah pesan masuk ke Hendphoneku ; seorang sahabatku berangkat menuju Tuhan, bukan menjumpainya dengan bertawaf dan melingkar seraya memuji Allah di Baitullah. Bukan pula berangkat menuju usia baru, tapi hari ini Tuhan mengajaknya berangkat bertemu dengannya secara langsung menuju Alam baru,alam ketika tak adalagi manusia, alam ketika jiwa melepaskan tubuh kasar kita.&lt;br /&gt;Aku hanya bisa merenung didepan komputerku, aku tak berdaya tak punya kuasa. Tak mampu menjakau Baitullah bersama insan yang memuji kebesaran Allah, tak juga merayakan ulang tahun seperti sang adik, juga tak mampu melihat wajah sahabatku yang sedang berjalan menuju alam baru bersama perhitungan usianya. Aku masih bergelut disini, di tempat ini, dan hanya bisa menatap layar monitor. Hari ini, ada yang datang dan ada yang pergi!Semuanya bagai sebuah rangkaian surat yang sudah ditetapkanya. Dia yang maha menghidupkan, Dia pula yang maha memiliki. Aku tak tau kapan masa itu akan berlaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang datang dan ada yang pergi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat sahabatku Hasriyah komunikasi 02 hanya doa yang bisa aku antarkan bagimu semoga dia menjangkaumu dan memudahkan perjalanan dirimu dialam sana. Buat echy selamat berulang tahun, dan buat tuty semoga pergantian usiamu dirumah kemulianya dapat menjadi perenung akan jiwa yang semakin lelah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7327550694652750559?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7327550694652750559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/ada-yang-datang-dan-ada-yang-pergi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7327550694652750559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7327550694652750559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/ada-yang-datang-dan-ada-yang-pergi.html' title='Ada yang datang dan ada yang pergi'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5958882523897799707</id><published>2008-12-06T23:23:00.000+08:00</published><updated>2008-12-06T23:28:36.379+08:00</updated><title type='text'>saat yang tepat membuat perhitungan</title><content type='html'>ini saat yang tepat untuk membuat perhitungan, menghitung segala salah di penghujung bulan ditahun ini, menengok langkah yang telah diambil dan mempersiapkan langkah kedepan. Aku tak mau salah dalam langkah-langkah hari-hari ini,semuanya mesti cermat cukup satu langkah maka hancurlah segalanya...!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5958882523897799707?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5958882523897799707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/saat-yang-tepat-membuat-perhitungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5958882523897799707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5958882523897799707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/saat-yang-tepat-membuat-perhitungan.html' title='saat yang tepat membuat perhitungan'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3235240483570337032</id><published>2008-12-03T07:50:00.000+08:00</published><updated>2008-12-03T07:58:09.120+08:00</updated><title type='text'>susah,sangat susah</title><content type='html'>hari-hari ini adalah hari-hari yang begitu susah kujani, saling bertentangan dan bertarung satu sama lainya..susah dan sangat susah...tapi bukankah ini tahun &lt;br /&gt;persiapan ?tahun ketika segalanya dimulai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3235240483570337032?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3235240483570337032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/susahsangat-susah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3235240483570337032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3235240483570337032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/12/susahsangat-susah.html' title='susah,sangat susah'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-9088666398370928898</id><published>2008-11-30T12:57:00.000+08:00</published><updated>2008-11-30T13:32:38.251+08:00</updated><title type='text'>2"kabar bahagia"</title><content type='html'>kabar bahagia 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua kabar bahagia kuterima kemarin, kabar yang membuatku begitu senang. Seorang kakak telah sukses diterima sebagai dosen tepatnya disebuah universitas dipadang, namanya Toufan Makatutu salah seorang seniorku yang pernah menjadi teman diskusi terbaik selama ini.Aku senang mendengarkannya karena dia telah meraih apa yang dicita-citakanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tau bagaimana pergulatan kehidupanya selama ini, kesulitan yang dirasakan dan jiwa pemberontakan yang dipeliharanya, akhirnya dia sukses menjadi "Intelektual terhormat".Terakhir saya bertemu Taufan dua bulan lalu, ketika itu kami sama-sama mendatangi sebuah acara diskusi yang teryata disponsori salah seorang kandidat walikota yang kembali menjadi walikota lagi. "Bagiku mau siapapun yang mensponsorinya tidaklah penting yang penting bisa mendapatkan ilmu Baru", kataku padanya saat wajahnya mulai tak tenang mungkin takut aku berpikir macam-macam.&lt;br /&gt;Taufan merupakan salah seorang terbaik di komunikasi unhas, makanya wajar kalau dia mendapatkan kesempatan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali keperjalanan hidupnya, selepas kuliah di paruh 2005-2006 taufan berangkat ke Jakarta, katanya untuk mencari pengalaman hidup, memulai pengembaraan jiwanya yang haus akan tantangan. Menurut ceritanya di sebuah malam yang panjang ramadhan beberapa bulan lalu, telah berbagai pekerjaan telah dilaluinya dijakarta. Pernah menjadi marketing sebuah ekspedisi barang, staf KPI pusat hingga peneliti untuk Habibi Center dan akhirnya Taufan memilih melanjutkan studinya di Universitas Paramadina Jakarta untuk kajian Filsafat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum akan pencarian yang dilakukanya. Toh akhirnya ia menemukan bentuk dari harapan-harapan yang di impikan selama ini. Menemukan "kotak pandora"jiwanya yang selama ini disimpannya rapat. Taufan telah memilih sebagai sosok petarung dan kini sang kakak telah berada diarena susunguhnya, sebuah arena dan pertarungan yang ditentukannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjadi dosen yang baik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar Bahagia 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kabar kedua dari seorang kawanku yang sudah seperti saudara. Teman yang menemani masa ber-mahasiswaku, teman yang selalu setia membantu berbagai urusan-urusan pribadiku, sekaligus teman yang paling sabar menghadapi egoku. Namanya Andi Madukeleng (Akel).&lt;br /&gt;Semalam dia mengirimkan sebuah SMS yang entah sudah beberapa tahun lamanya aku nantikan ; "mat saudaramu ini telah yudisium kemarin, terima kasih telah mengajarkanku tentang hidup"! Aku tersentak, tak menyangka prosesnya secepat ini. Akhirnya akel mampu membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi seorang sarjana. Akel telah sukses menunjukan pada mereka yang selama ini pesimis akan dirinya. Mereka yang selalu hanya bisa mencela namun tak dapat memberikan bantuan langsung. Akhirnya dia bisa membuktikan layak dihargai dan pantas dipercaya sebagai seorang yang bisa berarti.&lt;br /&gt;selamat wahai saudara, jalan kehidupan bermahasiswa telah kau lalui. Kini siapkan dirimu untuk merengkuh segala harapan yang telah kau pancang. Maju dan mundur adalah dua kata yang berbeda, teruslah bergerak dengan impianmu sendiri, jadilah burung yang terbang membelah angkasa dengan kebebasanya, karena sangkar emas berarti penjara.Tunjukan pada dunia bahwa kau layak menjadi sang juara seperti hari kemarin yang telah sukses kau lalui.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat saudara...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-9088666398370928898?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/9088666398370928898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/2kabar-bahagia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/9088666398370928898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/9088666398370928898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/2kabar-bahagia.html' title='2&quot;kabar bahagia&quot;'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-3602988659410512396</id><published>2008-11-29T00:51:00.000+08:00</published><updated>2008-11-29T00:55:55.305+08:00</updated><title type='text'>bunuh diri sosial</title><content type='html'>mungkin kali ini adalah proyek bunuh diri masal, segalanya telah kurusak dengan sebenar-benarnya...!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-3602988659410512396?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/3602988659410512396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/bunuh-diri-sosial.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3602988659410512396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/3602988659410512396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/bunuh-diri-sosial.html' title='bunuh diri sosial'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5949406001964319477</id><published>2008-11-20T23:12:00.000+08:00</published><updated>2008-11-20T23:21:47.276+08:00</updated><title type='text'>dia besok kkn</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SSWAb5C2-cI/AAAAAAAAALU/kSj2sqWe5BI/s1600-h/IMG0138A.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SSWAb5C2-cI/AAAAAAAAALU/kSj2sqWe5BI/s320/IMG0138A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270760155564669378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya sesuatu yang dinantikannya sekian bulan besok berwujud. Sebuah keinginan yang selalu diceritakan sekaligus dihawatirkannya akan segera tiba. Kuliah Kerja Nyata (KKN), tiba juga hari ini. Walau tadi sebahagian teman-temanya telah berangkat namun ada keringanan dia diizinkan berangkat esok,tadi aku melihat lagi hujan diwajahnya sama seperti hari ini yang tak juga reda.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5949406001964319477?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5949406001964319477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/dia-besok-kkn.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5949406001964319477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5949406001964319477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/dia-besok-kkn.html' title='dia besok kkn'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SSWAb5C2-cI/AAAAAAAAALU/kSj2sqWe5BI/s72-c/IMG0138A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1108666018578692392</id><published>2008-11-05T18:59:00.000+08:00</published><updated>2008-11-07T09:32:35.622+08:00</updated><title type='text'>Dari, oleh dan untuk Golkar</title><content type='html'>Dari, oleh dan untuk Golkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17- 19 oktober adalah momen politik yang “senyap” bagi Golkar sebagai sebuah partai politik. Manuver ekseternal tak juga kuat mempengaruhi partai yang pernah berkuasa selama 32 tahun. Rapat pimpinan Nasional ( rapimnas ) yang diharapkan mampu memutuskan keputusan politik yang dinantikan, teryata tak kunjung melahirkan konsideran kongkrit dari radikalisasi senjumlah pengurus daerah yangmendesak Golkar mesti berani kepentas pertarungan capres dan cawapres. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golkar lebih memilih menyelesaikan dinamika politiknya dengan senyap sambil melihat keadaan, membaca peluang dan belajar memaknai sebuah keputusan politik secara lebih baik.Trauma masa lalu masih terekam dibenak elit Golkar dalam melihat perjalanan politik yang sedang berlangsung hingga 2009. Golkar belajar dari masa lalu yang pahit, kejatuhan soeharto yang ambruk juga melahirkan desakan pembubaran Golkar, rekonsiliasi yang gagal pasca akbar tanjung, tumbangnya capres/ cawapres pilihan Golkar 2004 adalah pelajaran berharga yang penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elit Golkar belajar membaca keadaan dengan baik sambil mengkalkulasi kekuatan. Untungnya Golkar memiliki seorang Yusuf Kalla yang pernah menjadi pesaing Golkar pemilu 2004. Sang ketua umum tak mau terpengaruh dengan manuver politik PDIP, Jk pernah melihat Golkar dari Jendela luar pada pemilu 2004 dan tampil menjadi pemenang bukan dari mesin politik internal. Sebuah pandangan yang membuat JK mampu melihat dinamika politik secara sehat dan Objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, JK juga sadar perjalanan panjang bersama Susilo bambang Yudhoyono ( SBY)  telah menelan banyak konsekuensi Logis bagi dirinya dan Golkar, lima tahun menjadi bamper dari ragam kebijakan tidak populis sang presiden membuat JK mesti mengkalkulasi jika mesti tetap berpasangan dengan bung jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari , Oleh dan Untuk Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dinamika politik yang berkembang Golkar membutuhkan langkah taktis yang lebih kongkrit dan relatif aman dalam keputusan politiknya. Desakan sejumlah daerah pada rapimnas bulan oktober adalah sebuah sinyalemen pada garis bawah semangat memerdekakan partai dari ketidak mampuan bersikap SBY yang didukung dengan infrastruktur partai yang lemah seperti demokrat mesti diakhiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada jalan lain, golkar mesti menjalankan penguatan internal partai dengan membangun radikalisasi internal sembari menyiapkan mesin politik partai dengan baik. Langkah Dari, oleh dan untuk Golkar. Sikap ini, tentunya akan melahirkan sentimen ekternal dari berbagai partai politik yang ada. Rekonsiliasi kekuatan politik yang bersatu melawan Golkar, akan terbentuk.  Tapi bukankah Golkar adalah partai yang memiliki jejaring politik yang cukup kuat secara nasional disetiap daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan beberapa kepala daerah dari Golkar bukan hal yang terlalu berpengaruh bagi golkar sebagai sebuah kekuatan politik. Secara ideologis mereka yang mengalahkan Golkar pada pilkada  nota bene juga adalah kader yang dibesarkan oleh Golkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan Golkar di Pilkada Sulsel misalnya lebih disebabkan pecahnya mesin politik yang dimiliki Golkar dan pilihan politik yang tidak dilatar belakangi kesadaran akan dinamika kemasyarakatan dan model pendekatan konstituen.Sebagai catatan dibanyak kabupaten/ kota Golkar tetap mendominasi kemenangan Pemilihan Kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari oleh dan untuk Golkar adalah jalan tengah terbaik bagi Golkar dalam mengamankan dinasti politiknya. Keragu-raguan JK dalam menyatakan diri akan maju sebagai calon presiden lebih disebabkan dua hal penting yakni menyadari posisi politik Golkar yang ada, dan kedua hambatan politik kultural JK yang non jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hambatan persoalan politik yang medera JK sebagai representasi dari Golkar dapat disingkap dengan melakukan manuver internal. Memulai langkah rekonsiliasi dari tokoh Golkar dengan mengajak kader-kader terbaik Golkar untuk bersatu membangun kekuatan dan memacu radikalisasi pada tingkatan dewan pimpinan daerah untuk meraub suara besar dalam pemilu legislatif dan memenangkan kader interal Golkar yang diajukan sebagai capres dan cawapres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mesin politik internal Golkar Solit ditambah keputusan politik dengan memajukan kader-kader terbaik Golkar yang populis secara kultural maupun ideologis, golkar dapat dipastikan masih menjadi penentu penting dari dinamika politik Indonesia 2009.&lt;br /&gt;Dari oleh dan Untuk Golkar adalah sikap maju yang membutuhkan keberanian dan sikap politik yang hati-hati. Beragam tawaran untuk kebijakan politik internal bagi capres dan cawapres yang diwacanakan bermunculan, baik melalui mekanisme konvensi internal, survei dan beragam saluran lain dalam merekam aspirasi yang berkembang mesti dipahami hanyalah sebagai sebuah alat dan bukanlah fainal sterategy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golkar membutuhkan tingkat soliditas yang tinggi, radikalisasi kader-kader Golkar didaerah adalah cercah harapan untuk menjawab sikap hati-hati elit Golkar. Memajukan kader Internal Golkar yang memiliki tingkat dukungan konstituen kultural maupun ideologis yang besar mesti direkam sebagai sebuah keuntungan tersendiri bagi partai lambang beringin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan Sri Sultan Hamungkubono dalam pentas politik yang mencalonkan diri sebagai capres mesti diakomodasi oleh dewan pimpinan Golkar. Sri Sultan yang populer secara kultural maupun ideologis mesti dilihat sebagai tawaran bagi kepemimpinan kolektif baru secara kebangsaan. Dikotomi antara tokoh lokal dan nasional mesti segera ditepis oleh Golkar, perjalanan perpolitikan kebangsaan dengan pemilihan langsung dan kebebasan pers telah mendorong keyakinan bahwa tokoh lokal yang populis dengan kemampuan public relasion yang baik dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai alternatif pilihan ditengah kejenuhan  pertarungan antar elit partai politik.&lt;br /&gt;Duet kultural, perpaduan pemimpin nasional dan daerah, saudagar dan raja adalah sebuah jargon politik alternatif yang penting bagi trand politik indonesia 2009. Golkar akan tampil sebagai sebuah kekuatan politik yang diperhitungkan jika sekali lagi dari, oleh dan untuk Golkar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1108666018578692392?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1108666018578692392/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/dari-oleh-dan-untuk-golkar.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1108666018578692392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1108666018578692392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/11/dari-oleh-dan-untuk-golkar.html' title='Dari, oleh dan untuk Golkar'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-8557017989327019319</id><published>2008-10-23T17:50:00.000+08:00</published><updated>2008-10-23T18:11:28.940+08:00</updated><title type='text'>Selamat Ulang Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SQBNwEfu6NI/AAAAAAAAAI4/jYkepNN0JEw/s1600-h/abang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SQBNwEfu6NI/AAAAAAAAAI4/jYkepNN0JEw/s320/abang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260289853004638418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat ulang tahun wahai jiwa,&lt;br /&gt;usiamu tak lagi muda,&lt;br /&gt;kurang satu lagi usiamu setengah abad&lt;br /&gt;tahun ini adalah tahun persiapan &lt;br /&gt;tahun mendeklarasikan momentum dan pilihan penting...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini deklarasi kembali diikrarkan "24 Tahun Usia Persiapan "&lt;br /&gt;mempersiapkan segalanya dengan baik dan tepat,&lt;br /&gt;"bergerak dari wacana menuju aksi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa catatan penting diusia ini :&lt;br /&gt;1. yang rajin kuliah s2nya&lt;br /&gt;2. buat buku satu lagi ( cek...cek...)&lt;br /&gt;3. Persiapan diawal 25 menikah ( ini wajib mi)&lt;br /&gt;4. Mengajar atau.......( entahlah ????)&lt;br /&gt;5. Belajar terus tentang riset &lt;br /&gt;6. Cari biasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup 6 agenda penting ini...mesti dan serius....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-8557017989327019319?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/8557017989327019319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/10/selamat-ulang-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8557017989327019319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/8557017989327019319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/10/selamat-ulang-tahun.html' title='Selamat Ulang Tahun'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SQBNwEfu6NI/AAAAAAAAAI4/jYkepNN0JEw/s72-c/abang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-6978700782170206718</id><published>2008-10-12T18:04:00.000+08:00</published><updated>2008-10-12T18:07:37.171+08:00</updated><title type='text'>Belum ada judul?</title><content type='html'>Wahai anak muda negri ini,&lt;br /&gt;Jangan pernah berhenti berjuang bagi nasibmu&lt;br /&gt;Bagi harapan-harapan masa kecilmu,&lt;br /&gt;Bagi cita-cita yang pernah kau impikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus kejar dan kejar&lt;br /&gt;Tak ada kata mundur bagi sebuah perjuangan&lt;br /&gt;Rebut nasibmu dengan kedua tangan,&lt;br /&gt;Bukan dengan keluh dan kesah, bukan dengan putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirilah tegak, karena kata mundur bukan sebuah jawaban&lt;br /&gt;Melangkah dan mengalah adalah dua hal yang berbeda&lt;br /&gt;Tataplah kedepan dan jangan menoleh atas semua gagal yang baru saja tiba,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang tak semuanya lahir berkecukupan,&lt;br /&gt;Tapi itu bukan alasan untuk mengejar hidup yang kadang tak adil&lt;br /&gt;Bagi anak-anak miskin yang mungkin harapanya baru saja hilang ;&lt;br /&gt;”mundur dan maju ”adalah kata yang sama maka tak ada alasan untuk menyerah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-6978700782170206718?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/6978700782170206718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/10/belum-ada-judul.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6978700782170206718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/6978700782170206718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/10/belum-ada-judul.html' title='Belum ada judul?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-4415419601630612649</id><published>2008-10-11T12:03:00.000+08:00</published><updated>2008-10-11T13:37:35.271+08:00</updated><title type='text'>Demokrasi Indonesia ?</title><content type='html'>1945, indonesia baru saja dinyatakan merdeka, kebebasan dikumandangkan, penjajahan dihapuskan atas nama bangsa Indonesia yang bersepakat kita sudah merdeka! Tapi apakah merdeka berarti sudah selesai? Para tokoh Negri ini , kemudian sadar mereka belum merumuskan sesuatu yang lebih besar dari kata Merdeka. Merumuskan Pijakan Indonesia, sebuah tatanan masa depan yang akan menjadi visi /misi Negara dan arah perjuangan selanjutnya, setelah merdeka yang oleh Bung Karno diteriakan “saatnya membangun Nation Bulding !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia setelah merdeka juga bukan Indonesia satu, karena indonesia tetap bineka “tunggal Ika”, indonesia yang beragam dan  belum bersepakat setelah merdeka. Indonesia yang sedang sibuk berdealektika akan konsepsinya. Indonesia setelah proklamasi adalah Indonesia yang saling berbeda kemana bangsa dan Negara mestii dibawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia pada masa ini adalah indonesia yang tak lagi berteriak merdeka, tapi indonesia yang sedang berbicara sesuatu yang lebih sulit namun mesti/ harus dipikirkan pasca penjajahan. Bahasa kali ini, bukan merdeka! yang dapat dimengerti secara luas dan lugas, namun bahasa kali ini lebih akademis, ilmiah dan mungkin saja begitu sulit bagi rakyat yang baru akan membangun ekonominya,  bahasa itu adalah Demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babak Demokrasi Indonesia yang disahkan sehari setelah proklamasi,  dalam wujud undang-undang dasar 1945 yang dengan tegas menempatkan dasar bangsa bagsai dibawah kedaulatan rakyat. Kedaulatan dimana rakyat menjadi tuan dinegri sendiri, dimana kebebasan berkumpul dan berserikat serta mengeluarkan pendapat menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud Demokrasi yang coba diutuhkan antara perbedaan yang masih luas, karena Demokrasi sebagai alat teryata tidak berhenti setelah kedaulatan diserahkan bagi rakyat. Pemaknaan kedaulatan dan demokrasi belum juga mencapai titik kesepakatanya dan akhirnya mengulang perdebatan panjang, sebelum masa kemerdekaaan. Perdebatan daiantara hari-hari yang menentukan sebuah masa depan bangsa yang dipancang sebelum kemerdekaan bersama Badan Penjeledikan Usaha –usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijakan Demokrasi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Oktober 1945, adalah hari bersejarah bagi momentum perpolitikan Indonesia.Hatta yang kala itu menjabat sebagai wakil presiden mengeluarkan dekrit no X yang memindahkan kekuasaan legislatif dari tangan presiden kepada Komite Nasional Indonesia Pusat ( KNIP). Hatta sadar bahwa demokrasi berarti “pembatasan” bagi kemutlakan sang penguasa. Regulasi mesti dibagi, kekuasaan mesti dikontrol dengan perangkat politik yang tegas, agar penguasa tak semena-mena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah oktober yang tegas, maka babak baru indonesia dibentuk, 3 November 1945 pemerintah menganjurkan terbentuknya partai-partai politik sebagai alat perjuangan lembaga politik formal. Sepuluh tahun kemudian, sama dengan pengertian romawi X atau (sepuluh)?  pemilu pertama digelar dengan dua kali pemilihan yakni anggota parlemen dan kedua anggota konstituante.  Masih pada angka sepuluh ( 10 November) 1956 konstituante memulai sidangnya untuk menentukan arah konstitusi republik muda.  Debat sengit kembali terjadi, perdebatan kian tajam dan demokrasi kembali mesti didefinisikan. Soekarno , Hatta, sjarhir dan soepomo yang sejak awal tak bisa satu dalam pandangan demokrasi kembali berseteru tajam. Tentang pemaknaan domkrasi yang belum selesai dimasa sebelum kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno pada masa pengodokan undang-undang Negara, sejak awal tak bersepakat terhadap demokrasi Hatta menurutnya produk import.  Sang presiden tetap bersikukuh tentang demokrasi  mesti dikontrol,  oleh negara bukan Demokrasi Liberal produk import. Soepomo juga demikian, tetap tegas menolak demokrasi yang digaungkan Hatta, ia bersikukuh Demokrasi adalah totarianisme dimana peran rakyat mesti dibagi dengan kekuasaaan politik, semerntara Hatta memaknai demokrasi bukan dalam kacamata import tapi memakna demokrasi sebagai sebuah karakter bangsa yang sudah melekat sejak awal di desa-desa indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi bagi Hatta adalah produk Lokal, dimana rembuk, gotong royong dan saling berbagi sudah melekat didalam jati diri karakter bangsa,  sudah ada sejak dulu dan menemukan maknanya dengan demokrasi.   Bahwa demokrasi bagi Hatta bukanlah manusia yang bagi negara tapi negara bagi manusia. ”Menentang pemerintah bukan berarti menentang Negara”, karena pemerintah hanyalah wujud dari sebuah proses demokrasi yang menjadi dimana kekuatan ”oposisi”mesti dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hatta ada dua alasan mengapa demokrasi tidak akan lenyap dari indonesia; pertama karena demokrasi telah menjadi spirit dalam pergerakan Nasional. Kedua; karena demokrasi adalah sebuah nilai yang telah melekat dibangsa indonesia sejak dahulu. Bagi Hatta, demokrasi bersumber dari tiga hal besar ; sosialisme barat, ajaran islam, serta kolektivisme masyarakat yang telah ada. Natsir dengan jelas berpihak pada Hatta dalam dimensi ini, bahkan dengan tegas menolak dikatatorianisme ala demokrasi terpimpin Soekarno. Baginya Golongan Feodal baru diatas sebuah Negara mesti dihapuskan dengan melahirkan kelompok oposisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Soekarno memang tetap bersikukuh, Demokrasi ala Hatta dan Sjahrir yang berarti pembatasan kewenganan kekuasaan dengan kehadiran oposisi. Dalam alam pikir Soekarno, oposisi adalah sampah kaum liberal yang hanya akan menyebabkan ketidakstabilan politik. Bagi soekarno perlu dibentuk sebuah pemerintahan Gotong Royong yang kuat dan tegas, sebagai lambang dari supremasi gerakan Nasional. Bagi soekarno perjalanan panjang demokrasi dari 1945- 1956, adalah demokrasi yang beretentangan dengan jiwa bangsa indonesia. Soekarno yang mulai letih dan kehilangan pengaruh berteriak  ”Revolusi belum selesai” dan untuk mewujudkan cita-cita Revolusi  maka Demokrasi indonesia mesti dijalankan dengan Model Demokrasi Terpimpin alas sang proklamator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Demokrasi yang Mengaharu Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masa-masa yang melelahkan dari identitas bangsa, setelah perdebatan wacana yang mengaharu biru dari para tokoh nasional, Soekarno yang mulai keletihan akhirnya sadar bahwa ia bukan Zeus , Gatot Kaca, atau krisna.Pilihan terpancang, Ideologi tak juga mampu mengatasi perut lapar rakyat, pidato sang putra fajar tak lagi menarik ditengah pertarungan perangkat-perangkat negara yang saling berebut pengaruh.&lt;br /&gt;Militer yang dulu menjadi alat kekuasaanya telah membangun afiliasi diam-diam melawan komunisme dan Islam yang terus saling berseteru dibelakang paduka yang mulia.   &lt;br /&gt;Mahasiswa-mahasiswa didikan orde lama, mulai terkesimak dengan dunia yang ada dlluar sana, dan akhirnya Revolusi 1966 membuat paduka mesti tersingkir. Seorang putra dusun kemusu yang dibesarkan oleh soekarno naik kepentas politik. Sesuatu yang tak terduga, ”ambivalen sekaligus aneh ”. Soeharto sang Jenderal muda, muncul mengisi pentas politik bangsa setelah sukses membasmi PKI yang ekstrem kiri dan Islam yang eksterm kanan dalam pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan diluar dugaan menjadi penguasa yang begitu berkuasa. Soharto bukan sokarno, hatta, sjarhir atau soepomo yang senang berdebat tentang Demokrasi, baik secara teoritis, ontologis atau Filosofis. Soeharto mengegam senjata dengan pakaian raja-raja jawa. Tuturnya sederhana, tidak teoritis ataupun berapi-api bahasanya adalah bahasa desa dengan konsepsi kita mesti kembali pada pancasila sebagai nilai-nilai yang digagas dari akar bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktis ketika Soharto berkuasa, demokrasi senyap dan jarang dibicarakan. Indonesia hanya punya ketunggalan Ideologi ”pancasila”. Selain pancasila berarti haram, ancaman instabilitas, yang berarti penjara atau kematian. Dibawah Soeharto stabilitas keamanan terjamin, tak ada debat yang berkepanjangan, seluruh elemen bangsa diajak untuk mencapai tujuan nasional ”mewujudkan cita-cita pembangunan manusia indonesia seutuhnya”. Cita-cita yang entah berakar darimana. Ekonomi berjalan teratur dalam program jangka panjang dan jangka pendek pemerintahan. Indoenesia memasuki baru dalam transisi kepemimpinannya,  transisi indonesia yang oleh soe hok Gie ( indonesia yang kaku dan tidak menarik!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi dimasa Reformasi.   &lt;br /&gt;1998, Soeharto jatuh oleh gelombang perlawanan mahasiswa bersama afiliasi politik onderground yang selama ini luput dari stabilitas kemanan nasional yang mulai kehilangan taringnya. Jelaslah Indonesia tidak ”sedang baik-baik saja”, perbaikan ekonomi yang selama ini menjadi kebanggaan Soeharto runtuh akibat krisis ekonomi yang menimpa Asia. Stabilitas ekonomi Indonesia tak setangguh apa yang ada dalam benak soeharto  tua yang mulai sakit-sakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program perencanaan ekonomi jangka panjang macet dan program perbaikan ekonomi jangka pendek dan menengah juga tak kuasa menahan laju tekanan politik dalam negri atau juga Tuan-tuan diluar Indoensia mulai bosan dengan gaya sang presiden. Demokrasi kembali terdengar dimana-mana, mahasiswa, tokoh politik hingga rakyat berteriak Reformasi berarti demokrasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers yang selama ini bungkam oleh ratai pemberedelan lepas mengaung dan beralarian hadir menjadi pilar ke-empat demokrasi. Konsepsi Indonesia baru bermunculan dalam dinamika politik. Habibie tampil mengantikan sang presiden 32 tahun, pembahasan pentingnya Indonesia kembali pada spirit ”kedaulatan rakyat” dimana partisipasi politik mesti kembali digaungkan dikabulkan sang Teknokrat yang dipercaya menyelengarakan pemerintahan taransisi untuk mengatasi krisis dan menyiapkan pemilihan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian pemilihan umum digelar di Indonesia, kali ini Demokrasi kembali diteriakan dan pancasila mengalami nasib naas seperti demokrasi dahulu tengelam bersama riuh redahnya dinamika politik indoensia. Berbagai macam partai politik bermunculan jelang pemilihan umum, ragam ideologi tidak lagi jadi soal. ”Toh demokrasi berarti kebebasan berserikat dan berkumpul”. Namun reformasi teryata bukan demokrasi seperti yang diharapkan dahulu, kekuatan politik tua masih dapat bangkit sekaligus mengkonsolidasikan diri dibawah panji paradigma baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Demokrasi juga mampu mengalami proses evolutifnya, dengan menghadirkan kekuatan politik baru yang selama ini dimarjinalkan. Kalang Nasionalis yang dahulu selalu dijadikan banteng kurus berubah menjadi banteng gemuk, afiliasi strategis militer teryata punya kalkulasi politik sendiri untuk menunjukan keberpihakannya, kelompok eksterm kanan akhirnya bersikap dan meledaklah sesuatu yang disebut ”reformasi”.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bersambung...( Setelah reformasi masihkah ada lagi )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-4415419601630612649?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/4415419601630612649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/10/demokrasi-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4415419601630612649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4415419601630612649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/10/demokrasi-indonesia.html' title='Demokrasi Indonesia ?'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-1107337366203100937</id><published>2008-09-30T16:51:00.000+08:00</published><updated>2008-09-30T16:53:53.563+08:00</updated><title type='text'>Tak ada Muhamadiyah atau NU yang ada An Nassir dan Hizbut Tahrir</title><content type='html'>hari ini, tak ada lagi perdebatan antara Muhamadiyah atau Nu tentang penetapan satu Syawal 1429 H yang jatuh besok 1 Oktober 2008 . Semuanya sama, sepertiu juga pemerintah. Tapi tetap saja ada yang beda, Hizbuttahrir dan Annassir merayakannya hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-1107337366203100937?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/1107337366203100937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/tak-ada-muhamadiyah-atau-nu-yang-ada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1107337366203100937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/1107337366203100937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/tak-ada-muhamadiyah-atau-nu-yang-ada.html' title='Tak ada Muhamadiyah atau NU yang ada An Nassir dan Hizbut Tahrir'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-4802846367447518937</id><published>2008-09-29T19:41:00.000+08:00</published><updated>2008-09-29T19:56:17.655+08:00</updated><title type='text'>Hari terakhir..</title><content type='html'>Besok adalah hari terakhir  bulan ramadhan. Aku sengaja menghabiskannya di kamar sembari ber- Muhasabah tentang dosa- dosa yang telah ku buat, capaian ramadhan tahun ini, dan beberapa agenda penting pasca ramadhan. Tak ada gelak tawa, tak ada kemeriahan yang ada hanyalah sepi yang menikam!!!&lt;br /&gt;Aku belajar menikmati kesunyian, mungkin tak sesunyi yang dilakukan sang Budha tak juga seperti ayah dan ibu di kubur sana. Ayah/ ibu, maaf tak mengunjungimu disaat para anak bersimpuh dan memohon ampun kaki orang tuanya. Tak juga ziarah kali ini, aku percaya kekuatan doa akan menghempas segala jarak dan ruang. Aku percaya Tuhan Maha Pemurah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-4802846367447518937?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/4802846367447518937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/hari-terakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4802846367447518937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4802846367447518937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/hari-terakhir.html' title='Hari terakhir..'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5984808404790626056</id><published>2008-09-27T15:40:00.000+08:00</published><updated>2008-09-27T15:58:08.549+08:00</updated><title type='text'>Mengaku Rasul Kemunduran Sinema Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SN3mLxrni2I/AAAAAAAAAIw/vl4yZoNl-K4/s1600-h/film18771.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SN3mLxrni2I/AAAAAAAAAIw/vl4yZoNl-K4/s320/film18771.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250605830573099874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;film ini tak bermutu, jangan ditonton yang disajikannya hanya seksualitas,prinsip agama yang tidak jelas dan konsep teologi yang dangkal...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5984808404790626056?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5984808404790626056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/mengaku-rasul-kemunduran-sinema.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5984808404790626056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5984808404790626056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/mengaku-rasul-kemunduran-sinema.html' title='Mengaku Rasul Kemunduran Sinema Indonesia'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/SN3mLxrni2I/AAAAAAAAAIw/vl4yZoNl-K4/s72-c/film18771.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-5062222496725292233</id><published>2008-09-27T00:50:00.000+08:00</published><updated>2008-09-27T01:00:14.785+08:00</updated><title type='text'>Aktifis Persma Unhas dilibas Polisi</title><content type='html'>hari ini, 27 september empat hari menjelang lebaran tiga belas orang anggota Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Unhas ditangkap oleh aparat kepolisian saat melaksanakan aksi didepan mesjid Al-Markas makassar. Sampai malam ini, para aktivis Persma masih berada dalam tahanan Polresta Makassar Barat, alasan penahan tersebut karena diangap mengangu kekuasaan presiden.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-5062222496725292233?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/5062222496725292233/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/aktifis-persma-unhas-dilibas-polisi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5062222496725292233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/5062222496725292233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/aktifis-persma-unhas-dilibas-polisi.html' title='Aktifis Persma Unhas dilibas Polisi'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-7520691590728092507</id><published>2008-09-27T00:38:00.000+08:00</published><updated>2008-09-27T00:42:28.335+08:00</updated><title type='text'>Bingung</title><content type='html'>sekali lagi pilihan datang beruntun, entah apa namanya. Tiba-tiba dan selalu saja disaat yang sama. Teleponku berdering lagi, menanyakan apakah siap untuk segera berangkat menuju kampung menjadi seorang Pns atau tetap setia pada pilihan yang diambil menjadi seorang dosen. &lt;br /&gt;Toh aku telah menetapkan semuanya, kuliah S2, panggilang mengajar dari Universitas Fajar.Ah, beberapa hari kedepan lebaran akan datang setelah itu aku akan memilih jalan nasib yang mana!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-7520691590728092507?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/7520691590728092507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/bingung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7520691590728092507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/7520691590728092507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/bingung.html' title='Bingung'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-2440586595682311265</id><published>2008-09-18T17:09:00.001+08:00</published><updated>2008-09-18T17:11:15.751+08:00</updated><title type='text'>Salam sejahtera bagi dunia</title><content type='html'>salam sejahtera bagi dunia, salam bagi kalian para pencari tuhan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-2440586595682311265?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/2440586595682311265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/salam-sejahtera-bagi-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2440586595682311265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/2440586595682311265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/salam-sejahtera-bagi-dunia.html' title='Salam sejahtera bagi dunia'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35697319.post-4414749674991985995</id><published>2008-09-17T17:51:00.000+08:00</published><updated>2008-09-17T17:53:34.988+08:00</updated><title type='text'>aku kehabisan energi</title><content type='html'>puasa hampir menjelang hari ke 18, aku kehabisan enegri walau sekedar untuk menulis. Aku tak kuat dan kehabisan energi entah kenapa, sekali lagi entah....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35697319-4414749674991985995?l=jiwa-pikiran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/feeds/4414749674991985995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/aku-kehabisan-energi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4414749674991985995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35697319/posts/default/4414749674991985995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jiwa-pikiran.blogspot.com/2008/09/aku-kehabisan-energi.html' title='aku kehabisan energi'/><author><name>rahmad m.arsyad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14691925612604314701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_v9cERgYJZis/ScoEh2X6DGI/AAAAAAAAAMI/CCKH7Hl9ThY/S220/n1591021990_5197.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
